Berapa posisi mengangkat kedua tangan dalam shalat?

Mengangkat kedua tangan pada empat posisi:

1. Ketika Takbiratul Ihram.
2. Ketika akan ruku’.
3. Ketika bangun dari ruku’.
4. Ketika bangun dari Tasyahud Awal.
Berdasarkan hadits:

عَنْ افِعٍ أَ لَّا ف ابْنَ عُمَ افَ إِذَا دَخَلَ ال لَّا صلاَةِ بلَّاػ وَرَفَعَ دَ وِ ، وَإِذَا رَ عَ رَفَعَ دَ وِ ، وَإِذَا قَاؿَ تشَِعَ الللَّاوُ لِمَنْ تزَِدَهُ . رَفَعَ دَ وِ ، وَإِذَا
قَاَ مِنَ اللَّا عَتَػ رَفَعَ دَ وِ

Dari Nafi’, sesungguhnya apabila Ibnu Umar memulai shalat, ia bertakbir dan mengangkat kedua
tangannya. Ketika ruku’ ia mengangkat kedua tangannya. Ketika ia mengucapkan ( تشَِعَ الللَّاوُ لِمَنْ تزَِدَه ) ‘Allah
mendengar siapa yang memuji-Nya’, ia mengangkat kedua tangannya. Ketika bangun dari dua rakaat
(Tasyahhud Awal), ia mengangkat kedua tangannya”. (HR. al-Bukhari).

Sumber dari file pdf, 77 Tanya Jawab Shalat oleh Ustad Abdul Somad LC MA. Jika terdapat kesalahan copy paste dalam tulisan di atas, terutama untuk huruf arab, silahkan merujuk ke sumber aslinya. Download di sini.