Apakah hukum perempuan shalat berjamaah ke masjid?

Ada dua hadits yang berbeda,

Hadits Pertama:

صَلاَةُ الْمَ أَةِ بػيَْتِ ا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتَِِا تَِِا وَصَلاَتػ ا تَؼْدَعِ ا أَفْضَلُ « عَنْ عَبْدِ الللَّاوِ عَنِ النلَّا دِِّ بِ -صلى الله عليو وسلم- قَاؿَ
.» مِنْ صَلاَتَِِا بػيَْتِ ا

Dari Abdullah, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Shalat perempuan di dalam Bait lebih baik
daripada shalatnya di dalam Hujr. Shalat perempuan di dalam Makhda’ lebih baik daripada shalatnya di
dalam Bait”. (HR. Abu Daud). Hadits ini menunjukkan makna bahwa perempuan lebih baik shalat di
tempat yang jauh dari keramaian.

Hadits Kedua:

.» لاَ تَدْنَػعُوا إِمَاءَ الللَّاوِ مَسَاجِدَ الللَّاوِ « عَنِ ابْنِ عُمَ أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ -صلى الله عليو وسلم- قَاؿَ

Dari Abdullah bin Umar, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kamu melarang hamba
Allah yang perempuan ke rumah-rumah Allah (masjid)”. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Pendapat Imam an-Nawawi:

) إذا لد ترتب عليو فتنة وأنها لا تخ ج مطيبة ( قولو صلى الله عليو و سلم ) لا تدنعوا اماء الله مساجد الله ( ى ا وشب و من أ اد ث
الباب ظاى في أنها لا تدنع اتظس د لكن ب وط ذ ىا العلماء م خوذة من الأ اد ث وىو أف لا تكوف متطيبة ولا متل نة ولا ذات
خلاخل سمع صوتِا ولا ثياب فاخ ة ولا تؼتلطة بال جاؿ ولا شابة

Jika tidak menimbulkan fitnah, perempuan tersebut tidak memakai wangi-wangian (yang
membangkitkan nafsu). Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kamu larang hamba Allah yang perempuan
ke rumah-rumah Allah (masjid). Hadit ini ini dan yang semakna dengannya jelas bahwa perempuan tidak
dilarang ke masjid, akan tetapi dengan syarat-syarat yang disebutkan para ulama dari hadits-hadits,
yaitu: tidak memakai wangi-wangian (yang membangkitkan nafsu), tidak berhias (berlebihan), tidak
memakai gelang kaki yang diperdengarkan suaranya, tidak memakai pakaian terlalu mewah, tidak
bercampur aduk dengan laki-laki dan tidak muda belia2.

Pendapat Syekh Yusuf al-Qaradhawi:

Kehidupan moderen telah membuka banyak pintu bagi perempuan. Perempuan bisa keluar rumah ke
sekolah, kampus, pasar dan lainnya. Akan tetapi tetap dilarang untuk pergi ke tempat yang paling baik
dan paling utama yaitu masjid. Saya menyerukan tanpa rasa sungkan, “Berikanlah kesempatan kepada
perempuan di rumah Allah Swt, agar mereka dapat menyaksikan kebaikan, mendengarkan nasihat dan
mendalami agama Islam. Boleh memberikan kesempatan bagi mereka selama tidak dalam perbuatan
maksiat dan sesuatu yang meragukan. Selama kaum perempuan keluar rumah dalam keadaan menjaga
kehormatan dirinya dan jauh dari fenomena Tabarruj (bersolek ala Jahiliah) yang dimurkai Allah Swt”.
Walhamdu lillah Rabbil’alamin3.

 

Sumber dari file pdf, 77 Tanya Jawab Shalat oleh Ustad Abdul Somad LC MA. Jika terdapat kesalahan copy paste dalam tulisan di atas, terutama untuk huruf arab, silahkan merujuk ke sumber aslinya. Download di sini.