Apakah boleh membaca doa yang tidak diajarkan nabi dalam shalat?

فَالدُّعَاءُ تسَْسَةُ أَقْسَاٍ : اللَّا ي ع ىُوَ الْوَاجِبُ وَالْمُسْتَحَبُّ . وَأَلَّاما الْمُبَاحُ فَلَا سْتَحَبُّ وَلَا ػبُْطِلُ ال لَّا صلَاةَ . وَالْمَكْ وهُ كْ هُ وَلَا ػبُْطِلُ ا
الِالْتِفَاتِ فِي ال لَّا صلَاةِ وَ مَا لَوْ تَ لَّا دَ فِي الْ يَاِ أَوْ قَػ أَ فِي الْ عُودِ . وَالْمُحَلَّا ُ ػبُْطِلُ ا ؛ لِأَ لَّاوُ مِنْ الْكَلَاِ .

Doa itu lima macam:

Doa yang disyariatkan, itulah yang wajib dan dianjurkan.

Doa yang mubah (boleh), tidak dianjurkan dan tidak membatalkan shalat.

Doa yang makruh, makruh dibaca tetapi tidak membatalkan shalat, seperti menoleh saat shalat, juga seperti bertasyahhud saat berdiri atau membaca
ayat saat duduk.

Doa yang haram, membatalkan shalat, karena ucapan biasa72.

 

Sumber dari file pdf, 77 Tanya Jawab Shalat oleh Ustad Abdul Somad LC MA. Jika terdapat kesalahan copy paste dalam tulisan di atas, terutama untuk huruf arab, silahkan merujuk ke sumber aslinya. Download di sini.