Apakah batasan mengangkat kedua tangan ketika Takbiratul-Ihram?

Ada dua batasan menurut Sunnah;

Pertama: Mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan daun telinga, berdasarkan hadits:

عَنْ مَالِكِ بْنِ اتضُْوَ ثِ أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ -صلى الله عليو وسلم- افَ إِذَا بلَّاػ رَفَعَ دَ وِ لَّاتَّ اذِىَ مَا أُذُ ػيَْوِ وَإِذَا رَ عَ رَفَعَ دَ وِ لَّاتَّ
فَػعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ . .» تشَِعَ الللَّاوُ لِمَنْ تزَِدَهُ « اذِىَ مَا أُذُ ػيَْوِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَوُ مِنَ ال وعِ فَػ اؿَ

Dari Malik bin al-Huwairit Apabila Rasulullah Saw bertakbir, ia mengangkat kedua tangannya hingga
sejajar dengan telinganya,
Ketika ruku’ Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya,
Ketika bangkit dari ruku’ Rasulullah Saw mengucapkan: sami’allahu liman hamidahu (Allah mendengar
orang yang memuji-Nya) beliau melakukan seperti itu (mengangkat tangan hingga sejajar dengan
telinga). (HR. Muslim).

Kedua: Mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu, berdasarkan hadits:

أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ - صلى الله عليو وسلم - افَ ػ فَعُ دَ وِ وَ مَنْكِبَػيْوِ إِذَا افْػتَتَحَ ال لَّا صلا ة

“Sesungguhnya Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahunya keika ia membuka
(mengawali) shalat”. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Sumber dari file pdf, 77 Tanya Jawab Shalat oleh Ustad Abdul Somad LC MA. Jika terdapat kesalahan copy paste dalam tulisan di atas, terutama untuk huruf arab, silahkan merujuk ke sumber aslinya. Download di sini.