Wajibkah kita mengganti puasa yang batal karena melahirkan setelah membayar dengan fidyah?

Tafaqquh video 14/Apr/2018 Qodo Puasa Jama takhir Pekan Baru View : 341 |
Pertanyaan
Wajibkah kita mengganti puasa yang batal karena melahirkan setelah membayar dengan fidyah?
Tanya Jawab Tabligh Akbar Memperingati Hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ. Masjid Asyakirin Tangkerang Tengah Marpoyan Damai Pekanbaru. 11 April 2018.

JawabanUAS:

Mazhab Hambali, nanti kalau bertanya pada ustadz-ustadz alumni Saudi Arabia maka jawabnya qodo saja tidak perlu bayar fidyah. Begitu kata Syekh Ibnu Utsaimin. Tapi saya pakai Mazhab Syafi'i. Menurut Mahzab Syafi'i begini:

Kalau dia tidak puasa karena anaknya (beda dengan tidak puasa karena dirinya). Ibu hamil, menyusukan anak. Ibu tidak puasa karena diri ibu saja maka qodo saja. Tapi kalau ada unsur anaknya, misal anaknya terlalu kurus, kecil kurang gizi, anaknya lemah, anaknya kurang darah. Maka kalau ada unsur anaknya maka kena dua (qodo dan fidyah).


Admin
Jumlah Catatan: 1

Admin

 14-Apr-2018  00:15:34 

Pertanyaan:
Apakah shalat maghrib, isya yang dikerjakan saat jama' takhir, mengerjakan shalat maghrib diwaktu isya?

JawabanUAS:

Misal. Dari Pekan Baru jam 5, sampai Dumai jam 9. Mana yang dulu dikerjakan, maghrib atau isya?
Tidak disyaratkan berurutan. Siapa yang melaksanakan isya duluan sah, kenapa isya duluan? karena waktunya waktu shalat isya. Siapa yang melaksanakan maghrib duluan sah, kenapa sah? karena urutan waktu duluan maghrib daripada isya. Tapi kalau jadi imam harus memberitahu makmumnya shalat apa yang duluan dilaksanakan. Nanti kalau tidak dikasih tau makmumnya bisa salah niat. Tapi kalau jama takhdim wajib maghrib dulu. Kalau jama takhir tidak disyaratkan berurutan. Begitu kata DR. Wahbah al-Zuhaili dalam Kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu.