Ustadz Abdul Somad mendukung bom bunuh diri adalah fitnah. Ini penjelasannya

Tafaqquh video 15/May/2018 Bom Bunuh Diri di Palestina View : 1537 |
Benarkah Ustadz Abdul Somad, Lc. MA Membolehkan Bom Bunuh Diri? Simak Penjelasan Ini Dengan Baik
Dua hari ini, video saya menjawab pertanyaan di An Nur lebih kurang 2-3 tahun yang lalu diviralkan lagi. Tapi video itu di cut, di potong. Saya masih ingat lokasi kajian itu di (mesjid) An Nur pada subuh sabtu. Pertanyaan jemaah pakai kertas waktu itu "Apa pendapat ustadz tentang bom bunuh diri di Palestina". Begitu bunyi pertanyaannya.

Lalu saya menjawab, bahwa jangan katakan itu bom bunuh diri, tapi katakanlah itu gerakan mati syahid. Karena saudara kita yang di Palestina itu bukan bunuh diri. Tapi dia mati syahid. Lalu video itu dipotong ketika beberapa saat yang lalu ada meledak bom panci di kampung melayu, video itu viral. Lalu kemudian yang belakangan ini di Surabaya , viral lagi. Nanti ada kompor orang meletup, viral juga video itu.
Perlu diluruskan. Beda antara di Palestina dengan luar Palestina.

Apa bedanya? Karena nabi membedakan antara non muslim yang di Mekah dengan non muslim yang di Madinah.
Di Madinah juga nabi hidup bersama dengan Bani Gaynuqa, Bani Nadhir, Bani Quraizah, Kampung Khaibar. Itu juga non muslim. Tapi nabi hidup bersama. Sedangkan Abu jahal, Abu Lahab, Abu Sufyan waktu belum masuk islam yang ada di Mekah itu tidak (tidak hidup bersama). Apa bedanya? Yang di Madinah ini dzimmi (damai). Sedang yang di Mekah itu harbi (perang). Kapan menjadi damai dan kapan menjadi perang? Tidak boleh kita sweeping pukul rata.
Non muslim yang ada di Palestina (adalah) yahudi, Israel. Zionis lebih spesifiknya itu adalah "harbi". Buka Surat Al Mumtahanah ayat 8.

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Kalau mereka yang non muslim itu tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi kamu. Dua hal yang tidak mereka lakukan. 1. tidak diperanginya kamu, 2. tidak diusirnya kamu dari kampung kamu maka kata Allah, kamu boleh berbuat baik kepada mereka dan bersikap adil.
Coba lihat bagaimana indahnya bahasa Al Quran. Selama mereka tidak memerangi kamu, selama mereka tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu, berbuat baiklah kamu kepada mereka dan bersikap adillah kepada mereka.
Kenapa ini tidak berlaku di Palestina? karena orang israel telah melanggar dua hal. Orang israel memerangi orang Palestina dan orang israel mengusir orang Palestina.

Jadi jangan di generalisir. Jangan di potong (video). Nah malam ini kita klarifikasi.
Bagaimana dalilnya bahwa orang Palestina yang meledakkan diri ditengah kerumunan tentara israel itu? Kenapa disebut dia mati syahid? Mana dalilnya? Buka Shahih Muslim. Ini saya bacakan.
Ketika nabi sedang berada dengan sahabat pada peang Uhud, di bukit uhud pada tahun ke tiga.Waktu itu nabi terkepung oleh kafir qurais yang menyerang dari Mekah. Pimpinannya Abu Sufyan. Datang mereka ke kota Madinah untuk menyerang. Saat itu kondisinya sedang perang. Lalu kemudian, salah seorang yang ada disamping nabi ini (disamping nabi ada tujuh orang ansor). Apa kata nabi? Siapa diantara kalian ini yang berhasil mengusir gerombolan orang kafir qurais itu maka akan mati syahid. Dia akan bersama aku di surga. Maka masuklah satu pasukan nabi ini ke dalam gerombolan ini. Dapat dipastikan akan mati karena sendirian masuk sedangkan barisan musuh itu ramai. Masuk dia kedalam dan kemudian menebaskan pedangnya. Banyak tentara musrik itu meninggal dan diapun meninggal sebagai mati syahid.

Jadi bukan dalam keadaan aman. Bukan dalam keadaan bertetangga lalu meledakkan diri.

Apa komentar Imam Syafii. Dalam kitab Al Umm. "Kalau ada seorang laki-laki, dalam keadaan terkepung, lalu kemudian ia dengan pedangnya, dengan tombaknya menceburkan diri, memasukkan dirinya kedalam gerombolan musuh, ia pasti akan mati karena tak ada resiko lain. Diambilnya pedangnya dan masuk maka dia akan mati syahid. Perbuatannya itu dibenarkan, tidak dianggap bunuh diri. Begitu kata Imam Syafii dalam kitab Al Umm juz 4, hal 169.

Apa kata Imam Al Ghazali, yang kitabnya selalu dipakai. Dalam kitab ihya ulumuddin, juz 2 halaman 319. "Kami katakan tidak ada ikhtilaf di antara ulama, kalau ada seorang muslim sendirian, masuk ke dalam satu saf kaum musrik dan diperanginya mereka walaupun dia tau pasti bahwa dia akan mati, perbuatannya itu boleh dan dia mati syahid.

Bagaimana dengan ulama zaman sekarang?

Yusuf Al Qardawi dalam fatwanya "Jangan kalian katakan gerakan itu gerakan mati konyol tapi itu adalah gerakan mati syahid".

Bagaimana dengan pendapat Syekh Albani? Ketika ia ditanya bagaimana dengan orang Palestina yang membawa bom dan meledakkan dirinya ditengah pasukan yahudi yang ingin membantai Masjidil Aqso, Apa hukumnya?" Dijawab oleh Syekh, Perbuatan ini bukan bunuh diri. Karena bunuh diri adalah seorang muslim membunuh dirinya karena ingin melepaskan diri dari miskin, dari susah, dari penyakit, itulah yang mati konyol.

Jadi beda kasus di Palestina dengan diluar Palestina


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records