Ukuran harta yang wajib zakat (nisab), haul, jumlah zakat

JawabanUAS.com 27/Dec/2017 zakat profesi nisab zakat View : 4542 |
Nisab adalah batas minimal jumlah harta yang dikenakan zakat.
Tentang penetapan nisab ini ada yang menggunakan ukuran hasil pertanian dan ada yang mengkaitkan dengan harga emas.

Siapa yang memperoleh harta pendapatan tidak kurang dari pendapatan petani maka wajib mengeluarkan zakat. Ini menurut Syehk Muhammad Al Ghazali.
Sedangkan menurut Yusuf Al Qardhawi memilih nisbat emas. Ini adalah hasil dari seminar zakat di Damaskus tahun 1952.
Kemudian mengenai haul. Inipun menjadi polemik dalam penerapannya. Ada yang membayar zakat setelah memiliki harta selama setahun. Menurut Yusuf Al Qardhawi, penetapan haul itu berdasarkan hadis dalam kitab Sunan Tarmizi. Siapa yang mendapatkan harta maka tidak wajib zakat sampai lewat satu tahun. Hadis ini di riwayatkan oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Status hadis ini adalah daif sehingga tidak dapat dijadikan sebagai pedoman penetapan haul. Dengan demikian pembayaran zakat haruslah langsung dikeluarkan setelah didapatkan, tidak perlu menunggu/menyimpan selama satu tahun.
Jika kita tetap menggunakan haul (menyimpan satu tahun) maka zakatnya hendaknya tetap dikeluarkan setiap bulan. Karena dikhawatirkan setelah sampai satu tahun jumlah zakat itu menjadi lebih banyak sehingga dapat memberatkan hati untuk membayarnya.

Mengenai cara menghitung zakat yang harus dikeluarkan.
Untuk menghitungnya perlu menjelaskan mengenai nizab terlebih dahulu. Batas minimal (nisab) yaitu 20 dinnar emas murni 24 karat. Jika satu dinnar adalah 4,25 gram maka 4,25X20 = 85 gram emas. Jika harta sudah mencapai harga emas sebanyak 85 gram maka wajib dikeluarkan zakatnya. Misalkan harga emas Rp 500 ribu per gram maka 85 kali 500 ribu adalah 42,5 juta rupiah. Jadi jika punya penghasilan minimal 42,5 juta per tahun (3.55 juta per bulan) kena wajib zakat.

Kadar yang dikeluarkan dalam zakat adalah 2,5%. Ini berdasarkan hadis nabi. Jumlah 2,5% tersebut di ambil dari nilai bruto. Artinya penghasilan yang telah sampai nisab dikali 2,5%. Bukan dari penghasilan bersih yang telah dikurangi hutang, kewajiban, pajak dll.


admin
Jumlah Catatan: 1

admin

 27-Dec-2017  06:15 

Contoh:
Jika penghasilan sebesar 48 juta per tahun maka jumlah zakatnya adalah 48jutaX2,5%= 1,2 juta. Jika dikeluarkan setiap bulan berarti 100 ribu rupiah per bulan.