The best ever, Ceramah Ust Abdul Somad yang ini

HERRY S 28/Jan/2018 tabligh akbar Tanjungpura Pontianak View : 1267 |
Tabligh Akbar Tanya Jawab Bersama Ustad Abdul Somad Lc, MA
Sabtu 2 September 2017 | 19.30 WIB
Auditorium Universitas Tanjungpura - Pontianak

Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh
Semua amal yang baik kalau tidak dimulai dengan Alhamdulillah, amal itu putus, tidak bisa dibawa sebagai bekal mati menghadap Allah, majelis yang ramai ini tidak bisa dipakai sebagai amal yang dipakai sebagai bekal menghadap Allah. Maka kita awali dengan Alhamdulillahirobbil Alamin.
Majelis yang baik jika tidak disebut shalawat didalamnya maka majelis ini menjadi majelis bangkai, busuk berulat dan berbau. Majelis yang dihadiri orang-orang mulia dan orang-orang baik kita tidak ingin menjadi majelis bangkai maka kita bershalawat "Allahumasholiala Sayidina Muhammad".

Tidak dianggap sebagai umatku jika tidak sayang kepada anak-anak dan tidak hormat kepada yang tua, tak sayang kepada yang muda kata Nabi Muhammad.

Yang saya hormati Bapak Rektor Universitas Tanjungpura Bapak Prof. Dr. Haji Thamrin Usman, DEA (diplome etudes approfondies), bapak wakil rektor, bapak dekan, bapak ibu wakil dekan, civitas akademika, yang besar tak dihimbau gelar yang kecil tak disebut nama Insya Allah kita semua dimuliakan Allah SWT.

Anak raja memakai emas
Emas dipakai pergi ke Sambas
Hanya satu yang saya cemas
Kalau-kalau kain ini lepas.

Pantun ini baru dapat disini tadi waktu makan pisang dengan srikaya.

Nabi Muhammad SAW mempunyai anak bernama Sayyidatuna Fatimah, Sayyidatuna Fatimah punya anak laki-laki bernama Sayyidinal Hussein, Sayyidinal Hussein punya anak namanya Zainal Abidin, Zainal Abidin punya anak laki-laki bernama Muhammad Al Baqir, Muhammad Al Baqir punya anak namanya Ja'far Shodiq, punya anak namanya Musa Al Kazim yang punya namanya Muhammad Ali Ridho, yang salah satu cucu cicitnya bernama Abdurrahman Al Qadri. Abdurrahman Al Qadri inilah yang datang dan menjadi sultan pertama Kerajaan Pontianak.

 Jadi hubungannya bukan sekedar hubungan agama tapi hubungan nasab yang luar biasa. Jika ada saat ini yang bertanya mengapa Ustad Abdul Somad disambut luar biasa, karena memang negeri ini negeri Islam dan ulama, negeri ini cinta kepada Sayyidinal Maulana Muhammad SAW.
Jadi jangan heran, kenapa Pontianak bicara Islam. Dari sejak 1771 negeri ini dipimpin oleh sultan yang bukan hanya sekedar Islam tapi juga punya nasab, silsilah darah sampai ke Sayyidinal Husein. "Sesungguhnya Sayyidinal Hasan dan Husein adalah pemimpin pemuda penghuni surga".
Ketika Islam datang, itu bukan hanya untuk orang Arab, tapi juga untuk non Arab. Berkulit hitam, Bilal bin Abi Rabah. Ketika nabi datang ke Kota Mekah tahun 8 hijrah maka Bilal yang naik ke atas mengumandangkan azan di atas Ka'bah (menara waktu itu belum ada). Kenapa nabi tidak memerintahkan Sayyidina Ali atau Sayyidina Usman menantunya yang kaya raya, atau Sayyidina Abu Bakar Shidiq mertuanya? Karena Islam tidak melihat pada Arab atau non Arab. "Tak ada beda antara Arab dan Non Arab, tak ada beda antara hitam dan putih, kalian semua dari Adam dan Adam dari tanah".
Tema malam ini adalah "Bersatu dengan kembali ke Al Qur'an".
Jika kita ingin bersatu maka jurusnya adalah kembali ke Al Qur'an. Al Qur'an ini jangan dibayangkan seperti kertas yang turun melayang-layang dari langit. Qur'an itu suara, suara Jibril yang didengar oleh nabi, suara nabi dengar oleh sahabat, suara sahabat didengar oleh tabiin, suara tabiin didengar oleh tabi'it tabiin yang didengar terus sampai ke bawah yang kemudian sampai kepada guru ngaji kita dan sampai ke kita. Makanya kalau baca Qur'an pakai guru. Jika baca sendiri tidak didampingi guru ngaji bisa-bisa aliflammiim dibaca allamma. Jadi siapa yang tidak berguru maka gurunya adalah setan.

Saya ini orang kampung, orang melayu, Melayu Riau yang diserahkan oleh mak saya ke guru mengaji karena mak kerjanya bukan cuma memasak saja tapi bertanggungjawab agar anak bisa membaca Al Qur'an. Maka serahkanlah ke guru mengaji. Apapun cara kaidah belajar membaca Qur'an tersebut terserah, asal bisa membaca. Ada kaidah Bagdadiyah, kaidah alifbata, kaidah hattaiyah, qiroati, ada iqro dari Yogyakarta (KH As'ad Umam). Apapun metodenya yang penting pakai guru.
Apa yang didapat oleh guru mengaji bukan sekedar hadiah dari muridnya atau upah. Tapi ada yang tak putus dengan kematian, apa itu? jika guru mengaji saya sudah meninggal maka setiap kali saya ceramah, tiap kali saya baca Al Qur'an pahala akan mengalir kepadanya seperti tetesan embun di gurun pasir yang panas. Kami sebagai ustad, sebagai dosen sebagai ulama yang kami inginkan adalah mengalir pahala setelah kematian.
Dari guru mengaji inilah kita belajar huruf-huruf arab. Maka yang terpenting betulkan bacaan huruf-huruf Al Qur'an ini. Pertama sekali yang harus dibetulkan adalah Al Fatiha karena dapat mengakibatkan sah tidaknya shalat.
Dulu orang melayu jika mau menikah lama sekali, jangan heran tujuh hari tujuh malam. Malam pertama malam merisik (mengintai, melihat, mengetahui apakah calonnya apakah sudah punya calon). Malam kedua meminang (jika belum ada calonnya), malam ketiga berinai, malam ke empat khatam Qur'an, malam kelima malam akad, malam enam dan tujuh pesta besar, malam enam pesta khusus, malam ke tujuh umum.


admin
Jumlah Catatan: 0
No records