Teks Khutbah Jumat Ustadz Abdul Somad di UIN Suska

Belajar Islam 17/Jul/2018 Teks khutbah jumat UIN Suska Pekan Baru View : 1359 |
Pekan Baru Riau 13 Juli 2018

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Alhamdulillah........
Ada orang yang sangat cerdas dengan otak brilian tapi tidak mengenal Allah. Ada orang yang rajin shalat, beribadah tapi tidak mengenal teknologi. Kedua-duanya rugi. Mereka yang cerdas itu otaknya terang tetapi hatinya gelap. Mereka yang banyak beribadah, berzikir itu hatinya terang tapi pikirannya kelam.

Seorang ulama besar, keturunan, berdarah Turki bernama Said Nursy mengatakan beragama itu menerangi hati ilmu-ilmu (teknologi, sains, ilmu modern) mencerahkan pikiran. Kemudian pemikiran yang lahir tahun 1877, lebih dari 100 tahun yang lalu mengkristal, dikuatkan di kokohkan, ditancapkan kembali dalam pikiran orang beriman oleh Prof DR Ismail Raji Al Faruqi yang berdarah Palestina tetapi bisa mengajar di Connecticut University. Menurutnya Islam tidak bangkit dengan membunuh orang yang tak seaqidah. Islam tidak akan bangkit dengan meledakkan kedutaan Amerika. Islam tidak akan bangkit dengan memusuhi orang yang tidak seagama dengan kita.

Islam akan dihormati, dimuliakan ketika dia bisa mewujudkan dalam hati yang berzikir tumbuh juga otak yang berfikir.

Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual. Itulah yang digulirkan dalam integreted kurikulum. Alhamdulillah, pemikiran itu sudah sampai ke negeri kita. Hari ini kita bisa melihat ketika orang pertama kali menginjakkan kakinya ke Universitas yang megah, mewah dan berkualitas ini, fakultas pertama yang dilihat adalah fakultas ekonomi. Karena memang ekonomilah yang akan membangkitkan harkat dan martabat. Sayyidina Ali mengatakan Hampir saja kefakiran membuat orang menjadi kafir. Oleh sebab itu maka Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim ingin kedepan bangkit ekonom-ekonom yang otaknya terang tapi juga hatinya berkilau cahaya. Kalau dia kaya bukan karena mengejar dunia, dia akan menyekolahkan anak yatim, fakir miskin. Hartanya, kebunnya sejauh mata memandang tetapi bukan untuk membetulkan hawa nafsu. Dia akan memberikan bantuan kepada orang yang tidak mampu. Berbagi laa yu'minu ahadukum hatta yuhibbu li akhiihi maa yuhibbu lnafsihi, kamu tidak beriman sampai kau sayang pada saudaramu sama seperti sayang pada diri sendiri.
Apakah mereka yang lulus dari fakultas ekonomi dan ilmu sosial itu nanti akan faham agama? Ya. Enam SKS. Semester 1, 2 dan 3 mereka dibekali bahasa Arab. Mereka akan bisa membaca kitab mereka juga canggih dalam bahasa Inggris. Mereka bisa berkomunikasi, mereka bisa bersaing dalam persaingan ekonomi global. Dari Timur Tengah mereka bisa berkata ahlan wa sahlan. Dari barat, tak sanggup orang lain menampung mereka sudah ada di depan pintu. Setelah itu, melangkah kaki menuju fakultas psikologi. Bagaimanapun juga materi itu penting. Islam tidak hanya mengajarkan materi. Ketika orang berkaca, bercermin, apa yang dia katakan? Alhamdulillaahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii. Sebagaimana fisikmu sudah sehat, ekonomimu sudah mapan tapi perbaiki juga apa yang tak nampak oleh mata. Islam mengajarkan ada zahir, ada bathin, ada fisik ada metafisik. Ada tampak ada yang tidak tampak. Ada yang bisa dicerna oleh akal tapi ada yang tidak.
Hari ini orang terjebak pada psikologi barat yang mempertuhankan akal. Apa yang dikatakan oleh Sigmund (Sigmund Freud). "Sesungguhnya tuhan tidak pernah menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan tuhan". Ketika ia terbentur pada cobaan hidup lalu dia termenung sejenak akhirnya dia hampir gila lalu berhalusinasi, berimajinasi bahwa ada disana yang maha hebat, dia adakah Tuhan. Tapi kemudian psikologi itu di Islamkan. Islamisasi ilmu pengetahuan. Apakah anak-anak alumni fakultas psikologi akan menjadi sekuler, liberal, benci pada agama, memusuhi tuhan? Tidak. Karena mereka disamping belajar psikologi, setidaknya ada enam mata kuliah yang bersarang di kepala mereka. Quran, hadist, fiqih, akidah akhlak, tasauf. Bila tidak suka dengan istilah tasauf, pakai istilah lain,

Tazkiyatun Nafs. Pensucian jiwa.

Wanafsin wama sawwaha, demi jiwa dan penyempurnaan penciptaannya, fa alhamaha fujuraha wa taqwaha, Allah beri jalan fujur, hasad, dengki, subhah, riya, angkuh, sombong. Tapi disana mereka juga belajar, seperti yang diajarkan Abu Hamid Al Ghazali yang meninggal tahun 505H bertepatan dengan tahun 1111 Masehi. Tazkiyatun Nafs. Kosongkan hati dari segala penyakit yang membusukkan hati dan pikiran. Setelah hati bersih, isi dia dengan zikir, isi dengan qonaah, isi dia dengan tawadhu dengan ridho, dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Setelah Tahalli, Tajalli. Allah akan melihatkan kuasanya kedalam hati hambanya. 11 tahun lamanya Al Ghazali merenungkan kuasa Allah, Sampai akhirnya orang bertanya Hai Ghazali, apa itu ma'rifat? Apa jawab Ghazali? Cahaya yang ditembakkan ke dalam hati seorang beriman. Siapa yang tidak diberikan cahaya maka dia tidak akan mendapatkan cahaya.
Yang pertamakali gelap bukan mata. Yang gelap itu adalah dada yang didalamnya ada cahaya. Tapi apa mau dikata, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Laknat bukan bagi orang yang sakit. Kutukan bukan bagi orang yang fakir miskin. Tapi laknat datang bagi orang yang hitam gelap hatinya. Khatamallahu 'ala quluubihim wa'ala sam'ihim wa'ala abshaarihim, pertama kali terkunci hati menular ke telinga kemudian mata merekapun tertutup . Kalau sudah hati terkunci, telinga tersumbat mata tertutup sempernalah laknat tuhan. Shummun bukmun umyun fahum laa ya'qiluun. Mereka tak lagi dapat diajak berpikir, bermusyawarah menentukan langkah ke depan.

Begitulah, universitas Islam negeri mengajarkan. Agent of change. Agen-agen perubahan ke depan. Hebat dalam bidang ekonomi tapi juga psikologinya mesti Islam. Semua tak bermakna tanpa dasar agama yang kuat. Bila engkau sirik, rusak akidahmu maka semua amalmu akan hilang, tidak berguna. Semua mereka yang didunia pernah berbuat baik, segala amalnya kami tampakkan di depan mata mereka. Ini sekolah yang kau bangun, ini anak fakir miskin yang kau bantu, ini perbuatan baikmu. Tapi apa mau di kata, amal itu berubah menjadi debu yang dihembus angin, tak bermakna. Oleh sebab itu pangkal dari segalanya adalah ushuluddin. Ushul adalah dasar, dasar agama.
taroktu fiikum amraini.. hadist riwayat Malik dalam kitab Al Muwaththa dan Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak. Yang kutinggalkan tidak banyak, dua perkara saja Maa intamassaktum bihima Lan tadhillu ba'di abada. Kalau kamu pegang yang dua ini selamanya kalian tidak akan sesat yakni Al Quran dan Sunnah Rasulullah.

Siapa yang hidup sesudah aku nanti, mereka akan melihat banyak ikhtilaf, kontradiktif. Jangan berkelahi kalian akan kehilangan semangat. Kalau kalian bersilang pendapat dalam satu masalah kembalikan kepada Allah.(melalui) Al Quran, tafsir Al Quran dan hadist.

Jurusan hadist fokus mengkaji hadist-hadist rasulullah SAW. Memerangi orang-orang yang mengingkari sunnah. Tetapi disamping itu juga mereka fasih dalam pemikiran-pemikiran Islam. Mereka juga belajar pisau-pisau analisa dalam filsafat Islam. Islam pernah menjadi mercu suar pencerah. Mereka yang membangun peradaban barat berhutang budi pada peradaban Islam. Betapa tidak, dia yang disebut teh second teacher, guru kedua. Jika Aristoreles dikatakan guru pertama, maka yang bisa menterjemahkan pemikiran-pemikirannya adalah Al Farabi, Avicenna (Ibnu Sina). Averos (Ibnu Rusyd). Sampai saat ini buku mereka dibaca, diteliti. Universitas ini tidak ingin kehilangan nostalgia masa lalu maka hal itu terus disampaikan. Tetap dalam koridor Quran dan sunnah rasul.

Perjalanan dilanjutkan. Bahwa kita hari raya kurban memotong kambing. Saat akikah anak memotong kambing. Pada saat walimah memotong kambing. Tapi ternyata kambing kita beli dari orang lain. Maka untuk memenuhi ini semua,, fakultas pertanian dan peternakan. Gemah ripah loh jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman. Untaian zambrud khatulistiwa . Hijau, tapi mana tanaman dan ternak kita? Alumni-alumni akan lahir, beternak kambing, bercocok tanam. Allah setiap kali bercerita dalam Al Quran. Selalu berkata tentang tanaman. Bercerita tentang akidah, akarnya tunggal menghunjam ke tanah. Bercerita tentang akidah tapi yang dibicarakan adalah pokok kayu. Siapa yang bersedekah di jalan Allah seperti satu biji menumbuhkan tujuh bulir, dalam setiap bulir ada seratus biji (Al Baqarah 261). Kenapa ketika bercerita tentang akidah , bercerita tentang pokok kayu, kenapa bercerita tentang sedekah, (juga) bercerita tentang pokok kayu. Padahal nabi bukan tinggal di iklim tropis, tidak tinggal di tepi sungai, bukan tinggal di Indonesia. Dia tinggal di Jazirah Arab yang perlu tanaman dan air. Allah ingin agar umat ini bercocok tanam. Ilmunya harus ada. Kalau diserahkan bukan pada ahlinya, tunggu kehancuran. Ilmu bercocok tanam tetap ada di kepala mereka. Mereka akan pulang ke kampung halaman. Membangun ekonomi umat. Sehingga pedesaan akan bangkit. Disisi lain mereka akan membangkitkan peternakan, pertanian, mereka juga kan menjadi imam di mesjid-mesjid. Mereka akan menyampaikan khutbah. Kata-kata mereka didengar karena mereka entepreneur umat. Darimana mereka berasal? Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Dilanjutkan, ini mesti ada hukum. Tidak hanya sekedar ekonomi. Bicara tentang hukum, Islamic Law, hukum Islam.

Islam itu terdiri dari tiga. Pertama akidah, kedua syariah dan ketiga adalah ahlak.

Fakultas Syariah.Di fakultas syariah mereka belajar tentang muamalat, bagaimana janji, hutang piutang, gadai menggadai. Mereka akan belajar tentang permodalan syariah, mereka juga belajar tentang siasah syariah, kitab politik yang ditulis oleh imam Al Mawardi yang ditulis pada tahun 450H, Al Ahkam As Sultoniah. Mereka juga belajar tentang jinayah. Pencuri laki-laki dan perempuan potong tangan mereka. Pezina perempuan, pezina laki-laki cambuk mereka 100 kali. Laki-laki dan perempuan yang sudah menikah kalau mereka berzina rajam pakai batu sampai mati. Itu dipelajari di satu jurusan khusus sehingga ketika mereka terjun ke masyarakat mereka menjadi orang-orang yang mencerdaskan dan mencerahkan dengan pengetahuan yang sempurna. Dimana mereka mengecap ilmu pendidikan? Mereka mesti kenal siapa audien mereka. Siapa yang akan mendengar kajian mereka? Bagaimana kalau bicara ditengah orang tua? Bagaimana kalau audience mereka anak muda? Fakultas Tarbiyah, mereka tidak hanya sekedar pengajar, pengedar ilmu tapi mereka adalah murabbi, tarbiyah pendidik, tarbiyah pengyom, tarbiyah pelindung. Berapa banyak sekolah Islam terpadu. Sekolah Islam, yang membawa nama Islam tapi belum terukur, belum teruji. Ini menjadi laboratorium agama, laboratorium pendidikan. Semua yang membuka sekolah, mereka semua mesti melihat studi kelayakan. Layakkah orang ini menjadi guru? Layakkah ini sebagai lembaga pendidikan? Dimana standar itu? Sedangkan perusahaan yang bercerita tentang profit harus ada ISO, harus ada standar klasifikasi. Bagaimana dengan mendidik anak-anak, yang kita didik adalah kepalanya. Kalau orang yang membangun jembatan itu salah maka mungkin akan terjadi keretakan, tiang akan tumbang. Nampak. Tapi bagaimana kalau kerusakan itu dikepalanya Mengkritisi ajaran Islam, mengkritisi problematika umat yang diberikan solusi oleh Islam. Fakultas Tarbiyah Wa Al Ta'lim, pendidikan dan pengajaran. Akan lahir anak-anak umat Islam yang dalam kepalanya ada fisika, biologi, kimia, matematika, bahasa Inggris. Juga dalam hembusan nafasnya hafal Al Quran, hafal hadist nabi, mengerti fiqih halal haram tetapi juga anak-anak yang hebat dalam bidang bahasa Arab. Karena referensi yang digunakan (Islam) dalam bahasa Arab. Siapa yang paham bahasa suatu kaum, mereka akan menguasai dunia. Cukupkah ini sebagai ilmu pengetahuan yang disebarkan di lokal (kelas)?, di mesjid? berapa orang yang datang shalat jumat? Berapa yang mendengar? berapa yang fokus, berapa yang bisa menyampaikannya kepada umat? Ini tidak bisa dibatasi oleh ruang kelas, ini mesti direkam, mesti memanfaatkan ilmu dan teknologi.

Sains dan teknologi. Mereka berkutat dengan kabel, laptop, komputer, alat perekam, multi media, internet. Tapi mereka mampu menulis skripsi dalam bahasa Arab. Mereka dapat menginformasikan segala pengetahuan. Itu semua karena apa? Itu semua karena visi satu kesamaan. Akhirnya terwujudlah integreted kurikulum. Kurikulum yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, sains dan puncak dari ini adalah, mereka akan berkata Ya Allah, tidaklah yang kau ciptakan ini sia-sia, selamatkan kami dari api neraka. Yang ekonom akan berkata, selamatkan kami dari korupsi. Menjadi orang yang mengerti hukum, mereka tidak membela orang yang salah. Sadarlah kita bahwa semua, warna-warni ini adalah kebhinekaan, keberanekaragaman. Engkau menjadi pakar hukum? itu kau jadikan sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah. Engkau pakar pertanian? Itu sarana yang akan mendekatkan engkau pada Allah. Engkau menjadi ulama? Itu adalah jalan, bukan tujuan. Sampai akhirnya, bukan kekuasaan, bukan jabatan. Ini semua adalah jalan, bukan tujuan.Apa kata Imam Akhmad Bin Hambal? Seandainya engkau punya doa mustajab, doa itu hanya satu saja. Jangan kau pinta anak yang shaleh, jangan kau pinta istri shaleha karena hanya kau saja yang mendapatkan nikmatnya. Mintalah pemimpin yang adil maka kita semua akan mendapatkan nikmatnya.

Barakallahu li walakum fil quranil azim Wanafa'ani waiyyakum bima fiihi minal ayat wazzikril hakim Wa taqabalaLlahu minni wa minkum tilawatahu, innahu Huwas sami’ul aliim


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records