Teks Khutbah Jum'at Ustadz Abdul Somad Di Masjid Al Ihsan Markaz Al Islamy Kampar 27 Juli 2018 : Kisah Ibrahim AS

Anugerah Islam 01/Aug/2018 Teks khutbah jumat Kisah Ibrahim Kampar View : 1468 |
Alhamdulillah. Assolatuwassalam 'ala Rasulillah. Sayyidina wa maulana Muhammad ibni Abdillah. ............
Hadirin jemaah jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Taala.
Manusia itu nampaknya tegar, kuat, kokoh tetapi sebenarnya dibalik tulang, daging, otot. kulit dan darah itu ada jiwa yang amat sangat rapuh, Ia selalu bersandar kepada mahluk Oleh sebab itu, kerapuhan itu sudah terlihat pada anak kecil.

Bila dia merasa terpojok dan tersudut dia akan memanggil ayah, dia akan memanggil ibu. Mulai agak besar dia akan berkata "Ayah saya", datuk kami. Dalam suatu ungkapan dikatakan "laki-laki yang perkasa tidak berkata ayah saya, datuk saya, tetapi dia akan berkata, Aku, inilah aku. Ibrahim AS tidak dapat berkata ayah, karena ayahnya tidak sepaham dengan dia. Apa kata ayah Ibrahim? "Kalau kau tidak berhenti mendakwahi aku, mengajak aku, akan aku lempar engkau pakai batu sampai mati. Tinggalkan aku. Ibrahim, pergi dari rumah, jangan lagi dekat dengan aku karena kesabaranku akan habis dan aku akan lempar pakai batu sampai mati" Ibrahim sudah putus hubungan dengan orang yang dengan darahnya, dagingnya berhubungan nasab yang begitu dekat. Lalu bagaimana dengan orang kampungnya? Orang selalu membanggakan orang kampungnya. "Saya berasal dari kampung ini, ini orang-orang hebat". Ibrahim AS putus hubungan dengan orang kampung karena dia tidak sepaham dengan mereka. Orang kampung menyembah berhala. Ibrahim masuk ke dalam kuil dihancurkannya berhala-berhala yang kecil-kecil lalu dia ampil kampak. Kapak yang dia pakai untuk meluluhlantakkan berhala-berhala itu dia gantungkan ke leher berhala yang paling besar. Mereka masuk kedalam tempat ibadah mereka lihat (berhala) hancur berkeping. Marah mereka, mereka mengamuk. Mereka tau ini pasti perbuatan Ibrahim. Tangkap dia. Ibrahim pun ditangkap. Ibrahim, apa yang sudah kau lakukan terhadap tuhan-tuhan kami? Mengapa kau hancurkan? Ibrahim yang bijak berkata "bukan aku yang melakukannya, yang melakukannya adalah berhala yang besar ini. Kalau kamu tidak percaya tanyalah dia". Ternyata Ibrahim sedang menggunakan logika akalnya. Orang yang tidak bisa diajak berdebat dengan otak, mereka akan gunakan otot. Mereka kalah berdebat dengan otak karena Ibrahim cerdas. Ibrahim ingin menyampaikan kalau memang berhala yang tidakbergerak itu bisa memberi kalian makan dan minum, bisa mengatur kalian, bisa menolak mudharat, bisa mengambil manfaat, bisa memberikan rezeki, tentu dia tidak akan hancur binasa. Ini sampai hancur berkeping. Tanyalah mereka kalau mereka bisa bicara. Mereka yang diajak berdebat dengan otak itu kalah, mulai mereka main otot. "Bakar dia", Ini orang berbahaya, otaknya terlalu tajam untuk kita. Bakar dia. Tapi Allah memberikan perlindungan kepada Ibrahim "Wahai api, sejuklah untuk Ibrahim".

Ibrahim sudah putus hubungan dengan ayah, tak lagi bisa membanggakannya. Ibrahim juga sudah putus hubungan dengan orang kampung. Dia harus pergi meninggalkan kampung halamannya. Hijrahlah dia dari Babilonia menuju Baitul Maqdis di Palestina. Tipikal perantau adalah tidak mencari musuh. Orang kampung, sesama penduduk kampung akan berkelahi karena masing-masing merasa 'bertapak' kakinya, dia pemilik kampung itu. Tetapi perantau dia sadar diri tau di untung. Kau hidup didunia ini jangan merasa ini kampungmu, tetapi bertindaktanduklah seperti seorang perantau. Perantau tidak mencari lawan, perantau mencari kawan. Ibrahim tidak lagi bangga pada kampungnya karena dia sudah meninggalkan kampungnya, Babilonia (Irak). Hari ini dia ada di perantauan. Ayah tak dapat dibanggakan, orang kampung tak dapat dibanggakan, kampung halaman, tumpah darah tempat dibesarkan pun tak dapat dibanggakan. benar-benar terasing hari ini. Siapa lagi kira-kira tempat bersandar. Istri? Ternyata Sarah tak mempunyai anak. Pernikahan itu sudah berlangsung lama, sampai-sampai Ibrahim berdoa "Rabbi habli minash shalihin". Doa yang selama ini kita panjatkan (adalah)doa Ibrahim kita copy paste pagi petang siang dan malam. Rabbi habli minash shalihin berikan aku anak yang shaleh. Ternyata tak juga kunjung tiba Lalu kemudian Sarah mengikhlaskan Ibrahim berbagi hatinya kepada Hajar. Menikahlah dia dengan Hajar. Apa maknanya?...... Bukan karena hawa nafsu tetapi karena perintah Allah. Kemudian Hajar harus siap menerima bahwa Ia harus pergi jauh dari Palestina, diantarkan ketempat yang sunyi, kering kerontang. "Waadinghairidzii zar`in `inda baitikal muharram" Begitu Al Quran bercerita tentang tempat itu. Lembah (yang) tidak ada tanaman. Biasanya tanaman tumbuh di lembah. Di atas bukit tak tumbuh tanaman karena kering, batu, panas. Di lembah pasti tanaman tumbuh. Tapi ini sangat panas. Tapi ada yang menenangkan hati, dia terletak di samping Baitullah. Hati boleh panas kepala boleh kering, tapi tetap ada tempat berharap, baitikal muharram. Allah ingin mengatakan, jangan kau terlalu berharap kepada Sarah, karena Sarah yang kau harapkan tak juga melahirkan anak. Hai Sarah, kau juga jangan terlalu berharap kepada Ibrahim karena Ibrahim pun sudah membagi hatinya kepada Hajar.

Jangan berharap kepada manusia. Hari ini Ibrahim tak dapat bersandar kepada ayah, tak dapat bersandar kepada orang sekampung, tak dapat bersandar kepada tumpah darah negeri tercinta juga tak dapat berbagi kepada istri tercinta. Ada satu lagi yang mungkin menjadi tempat kita terlalu banyak berharap, anak buah hati belaian jiwa.Orang berkata bunuhlah aku, pancunglah aku tapi anakku jangan kau sakiti. Tapi anak itu juga diuji oleh Allah SWT. Ketika usianya sudah tampak cukup untuk diajak untuk berusaha. Ayah berkata kepada anak "Ya bunaya", hai anakku. Dia tidak memanggil ya Ismail, ya ibni, tapi dia pakai panggilan kelembutan "ya buanya hai anakku, aku lihat dalam mimpiku, aku menyembelih lehermu. Apa pendapatmu nak?". Inilah tempat bergantung terakhir, buah hati belaian jiwa. 86 tahun ditunggu. 86 tahun umur Ibrahim lalu Ismail datang. Isma (artinya) kabulkan, Il adalah Allah, Ismail kabulkan ya Allah. Dua perempuan sudah tempat berbagi duka, cita dan cinta akhirnya Allah kabulkan doa itu. Saat rambut sudah menyala karena uban. Tulangpun sudah rapuh. Disaat ujung usia baru punya anak. Disaat hati mulai condong kepada anak dan Allah pun tak ingin hati itu berbagi kepada yang lain. Dulu hati itu pernah berbagi kepada ayah, lalu hampir berbagi kepada orang kampung. Tapi Allah minta jangan bagi dia, hati pernah ingin berbagi kepada istri. Allah tak ingin hati itu sumbing berbagi kepada mahluk. Dihari tua, hati mulai berbagi kepada anak. Melihat senyumnya yang lucu, tangisnyapun menghibur hati. Pekikan teriakannyapun membuat hati condong kepada dunia. Allah katakan sembelih anakmu. Dan anak pun berkata "Ya abati" wahai ayah lakukan apa yang diperintahkan Allah. Insya Allah kau dapati aku orang yang sabar. Pisau sudah tersa sejuk di tenggorokan Ismail, sedikit lagi darah akan tumpah menetes, tetapi disitu juga Allah kuasa. Injury time, last minutes, kebahagiaan memang selalu terasa di akhir cerita. Happy ending. "Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar". Begitu cerita di balik "fasholli lirobbika wanhar", laksanakan perintah Allah. Shalatlah, beribadahlah kepada Allah, jangan lupa "wanhar", berkurbanlah. Hanya orang-orang yang tak bersandar kepada mahluklah yang bisa berkurban untuk Allah. Itulah agaknya rahasia mngapa namanya kita sebut berkali-kali "kamaa sholaita ala Ibroohiim wa ala aali Ibroohiim kama barakta ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim". Mengapa tidak hanya Ibrahim? Wa ala ali keluarga Ibrahim. Memang keluarga Ibrahim adalah orang-orang yang jiwanya bulat kepada Allah SWT.

Ibrahim mempunyai seorang anak namanya Ishak.Disisi yang lain ada Ismail. Ishak punya anak bernama Yakub. Yakub punya anak bernama Yusuf. Yusuf punya saudara bernama Yahuza. Cucu cicit keturunan Yahuza itulah Yahudi. Ibrahim punya anak bernama Ishak, Ishak punya anak bernama Yakub. Yakub memiliki nama lain Israil. Isra berarti hamba Il adalah tuhan. Israil adalah hamba tuhan. Hamba Allah. Dia bukan hamba setan, dia bukan hamba nafsu, dia bukan hamba dunia. Dia hamba Allah. Cucu keturunannya disebut dengan Bani Israil. Keturunan dari seorang hamba Allah. Sadarkah kalian bahwa kalian sudah terlalu jauh dari Allah. Nama kalian baik dan datuk kalian adalah hamba Allah bukan hamba hawa nafsu. Maka mereka adalah orang-orang yang sudah bulat hatinya hanya kepada Allah. Tak pernah berbagi kepada yang lain. Kalau hati berbagi kepada harta kita akan susah berkurban. Kalau hati masih bersandar kepada manusia kita susah untuk bersandar kepada Allah. Allah tak ingin diduakan. Ketika haji jamaah mengatakan "Labbaikalla humma labbaik... Labbaika la sharika laka labbaik". Tak ada sekutu bagi Engkau, tak ada yang dua bangi Engkau. Aku tak menduakan Engkau dengan ayahku, aku tak menduakan Engkau dengan ibuku, aku tak menduakan Engkau dengan istriku, aku tak menduakan Engkau dengan orang kampungku, aku tak menduakan Engkau dengan anakku, aku tak menduakan Engkau dengan hartaku, semua kuserahkan pada Engkau ya Allah. Saat itu orang berkata "Aku hanya berserah pada Engkau ya Allah" saat itu juga Allah menguji dia. "Ibrahim bukan Yahudi, Ibrohim bukan Nasrani, Dia seorang yang hanifan condong kepada Allah, Dia seorang yang musliman berserah diri kepada Allah. Ucapa itu juga yang kita copy, kita paste di awal shalat kita. "inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin".

Ingat, ucapan kita bukan ucapan mahluk, bukan ucapan hamba. Ucapan kita ucapan yang diajarkan Khalik tentang mahluk yang terpilih Ibrahim Alaihi salam. Maka ucapan Ibrahim yang kita ucapkan juga adalah jiwa Ibrahim yang tak pernah bisa berbagi kepada yang lain. Hanya kepada Allah. Saat itulah kita baru bisa berkata "Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah". Bila kau sudah berkata "hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin" tapi kau bagi kepada istrimu, kepada ayahmu, kepada duniamu, kepada hartamu, maka sebenarnya tidak sesuai antara ucapan lidahmu dengan ikrar hatimu. Renungkan sejenak sampai ke tangkai jantung, ke sumsum ke tulang ke otak agar dapat kita perbaiki ikrar tauhid kita, mampu berkata "Laa Ilaha Illallah".

Barakallahu li walakum fil qur'anil adzim...........

 


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records