Teks Khutbah Jum'at 14 September 2018. Ustadz Abdul Somad, di Masjid Nur Saadah, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara

UAS Daily Life 16/Sep/2018 Teks khutbah Jumat Tanjung Morawa View : 1769 |
Assalamuallaikum Warahmatullah Wabarakatuh.......
Hadirin hadirat jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT.
Berapa banyak orang yang ingin datang ke mesjid pada hari ini, tapi dia tidak dapat hadir karena sakit yang diderita. Menetes airmatanya mendengar seruan azan. Tapi apa mau dikata, penyesalan tak lagi bermakna. Diluar sana ada juga yang sehat walafiat.

Tapi juga tidak datang menyambut seruan, panggilan Allah. Bukan karena badannya, bukan karena fisiknya, tapi karena Allah sudah mencabut nikmat iman dan Islam dari dalam hati.

Sakit bukan kutukan, miskin bukan hukuman. Ada yang lebih hebat daripada sakit dan kemiskinan, kemelaratan. Apa itu? Khatamallahu 'ala quluubihim, hati terkunci, wa'ala sam'ihim, telinga tersumbat, wa'ala abshaarihim ghisyaawah, mata tertutup. Itulah azab diatas azab. Allah menghina mereka, mengatakan Ulaika kal an’am [mereka seperti binatang] seperti hewan ternak bahkan lebih hina daripada binatang.
Kita tunjukkan kepada Allah. Kau beri aku nikmat hidup Ya Allah, Kau beri aku nikmat sehat Ya Allah. Hari ini kita tinggalkan kantor. Pegawai ASN, BUMN, perusahaan swasta. Hari ini dosen meninggalkan lokal (kelas) beserta mahasiswa. Hari ini pedagang meninggalkan ruko dengan banyak pembeli yang akan membeli, keuntungan besar. Karena ada yang lebih besar daripada itu: seruan azan. Kalau dipanggil engkau melaksanakan shalat Jumat, bersegeralah mengingat Allah, datanglah ke mesjid. Seruan panggilan jumat, yang laki-laki wajib, yang perempuan jika hadir maka tidak perlu lagi shalat dzuhur karena shalat Jumat sudah menggantikan fardu dzuhurnya.
Siapa yang meninggalkan shalat Jumat 3 kali berturut-turut, bukan karena sakit, bukan karena terkendala, terhalang perjalanan, tapi karena menyepelekan shalat Jumat maka Allah mengunci, menutup pintu hatinya.
Setan berbisik bukan ke telinga, bukan ke mata. Alladzi yuwaswisufi sudurinnas 'Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia”. Di Dada. Apa isi dada itu? Jantung, jantung berdetak, jantung berdegup. Ketahuilah, didalam jasadmu itu ada segumpal, ada sekepal, segenggam. Kalau jantung itu rusak, maka hancurlah yang lain. Maka kita mendengar orang mati mendadak, tiba-tiba karena serangan jantung. Sebagaimana hebatnya jantung pada tubuh manusia . Jantung yang dikelilingi oleh lemak, terkendala detaknya, mati tiba-tiba. Begitulah ketika hati sudah tidak diterangi oleh cahaya. Sebelas tahun lamanya Imam Al Ghazali meninggalkan keduniawian. Hanya berzikir, bermunajat kepada Allah, sampai kepada tingkat maqom makrifat. Lalu orang bertanya kepada dia., apa itu ma'rifat? Apa jawab Ghazali? Cahaya yang ditembakkan ke dalam hati seorang hamba. Kita bisa melihat bukan karena kita punya mata. Kita bisa membedakan mana orang mana binatang, mana manusia mana tiang. Bukan karena mata yang terbelalak, yang terbuka. Tetapi karena cahaya yang dititipkan Allah kedalam hati manusia.
Siapa yang tidak diberikan cahaya oleh Allah, maka sampai mati dia tidak akan mendapatkan cahaya itu. Ketika cahaya itu datang, hilanglah gelap, nyatalah mana yang hak, mana bathil, mana bengkok, mana lurus, mana halal, mana haram. Oleh sebab itu dikatakan, ilmu itu cahaya. Cahaya tidak akan diberikan kedalam hati yang penuh dengan perbuatan maksiat.

Hari ini, pada hari yang paling mulia. Ada tujuh dalam sepekan, tapi satu ini dipilih oleh Allah. Hari itu bernama hari Jumat. Hari Jumal Allah menciptakan Adam. Hari Jumat Allah mengeluarkan Adam dari surga. Hari Jumat Allah akan mengakhiri dunia dengan kiamat yang besar. Pada hari ini kita berkumpul. Yang punya dosa, bertobat kepada |Allah SWT. Jangankan kita anak cucu Adam. Kakek kita bernama Adam Alaihisalam pun penuh dengan dosa. Apa kata Allah kepadanya? Jangan kau dekati pohon ini. Setan menggodanya. Lalai dia, lupa dia. Dia makan buah kuldi, lalu kemudian dia bertobat dan berdoa. Doa yang kita baca pagi petang siang dan malam dengan menetes air mata. Rabbana zalamna anfusana [kami sudah menzalimi diri kami Ya Allah] wa inlam tagfirlana [kalau kau tidak mengampuni kami wa tarhamna [kalau kau tidak merahmati kami] lanakunanna minal khasirin [sudah lama kami termasuk orang-orang yang rugi].

Masuk surga bukan karena shalat Jumatmu, masuk surga bukan karena bacaan Quranmu. Masuk surga bukan karena infak, sedekah dan wakafmu, kenapa engkau masuk surga?


أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)
(Hadis di copy dari: https://rumaysho.com/11758-masuk-surga-bukan-dengan-amalan-benarkah.html)

Melihat seorang hamba, ditinggalkannya pekerjaannya, ditinggalkannya keduniawiannya, ditinggalkannya perkara yang menyenangkan baginya demi untuk datang ke rumah Allah. Turun rahmat Allah kedalam hatinya. Ada seorang hamba, tak sampai hatinya melihat anak yatim tak sekolah, fakir miskin tidak makan. Dia sisihkan sedikit gajinya . Dia belikan nasi, dia belikan beras, dia antar ke panti jompo, [anti anak yatim. Turun rahmat Allah. Sesungguhnya apa yang kita lakukan itu bukan membayar surga Allah. Mana mungkin surga yang kekal abadi dengan kenikmatan yang luar biasa mau kita bayar dengan 5, 10 menit shalat. Dapatkah kita bayar itu? Tidak! lalu kenapa Allah memberikan surganya? Karena rahman, karena kasih sayang.

Seorang perempuan yang jahat. Wanita tuna susila, tak layak namanya disebut ditempat suci ini. Dia melihat seekor anjing yang kehausan menjulurkan lidahnya. Perempuan itu kotor, anjing itu najis, bahkan air liurnya pun kalau menjilat bejana maka kita tumpahkan. Kita cuci tujuh kali, sekali dengan air bercampur tanah. Anjing najis berat, perempuan tadi wanita nakal. Tapi kemudian ada kelembutan dalam hatinya, Diambilnya air dari sumur dengan sepatu kulit tempat tapak kaki yang kotor juga. Tiga-tiganya tidak ada kesucian. Perempuan itu kotor, anjing itu kotor, dan alas tapak kai itupun kotor. Tapi Allah mengampuninya, kenapa? Ada kelembutan dalam hati. Allah hanya mencurahkan rahmat, kasih sayang pada orang yang menaruh kasih sayang pada saudaranya.

Oleh sebab itu ukuran iman bukan berapa kali kau ... dalam setahun, berapa panjang jubahmu, berapa hebat nama besarmu. Kau tak beriman sampai kau sayang kepada saudaramu, sama seperti sayang pada diri sendiri. Bila kita lihat hari ini ada orang mengaku besar, besar namanya, besar ilmunya tapi kasar lidahnya mencaci maki sumpah serapah. Jangan kau batalkan perbuatan baikmu, mengungkit-ungkit, menyakiti hati orang lain. Nabi Muhammad SAW tidak dipuji Allah "Hai Muhammad SAW, engkau mulia karena tahajjudmu tiap malam, engkau mulia karena shalatmu ayatnya panjang, engkau mulia karena zikir tasbih tahmidmu? Tidak! Kenapa Allah memuji dia? Ayatnya jelas. Ahlakmu, budi pekertimu, berahlak dihadapan Allah, berahlak dihadapan manusia. Itu yang diminta dari kita. Orang yang angkuh, orang yang sombong tak masuk surga. Siapa yang dalam hatinya ada sombong, ada angkuh ada merasa diri besar. Kau angkat kedua tanganmu, kau katakan di hadapan Allah, Allahu Akbar. Kau tempelkan keningmu kelantai, menunjukkan bahwa kau bukan apa-apa dan kau bukan siapa-siapa. Hari ini kau gagah perkasa suaramu menggelegar, kakimu melangkah tegap, ayunan tanganmu tak ada keraguan sedikitpun, harta berlimpah. Tapi sampai masanya malaikat maut mencabut nyawa. Selama ini siapa yang paling ditakuti? engkau. Siapa yang paling perkasa? Engkau. Tapi begitu ruh keluar dari jasad jangankan melangkahkan kaki, jangankan mengayunkan tangan, menutupkan kelopak matapun, orang lain yang menutupkan matamu. Anakmu buah hati belaian jiwa takut melihat matamu melotot dari tengah malam hingga pagi menjelang. Istri yang kau katakan belahan jiwa, takut. Padahal selama ini engkaulah yang dipuji dan di puja. Sampai masanya, orang lain juga yang menutupkan matamu sambil mendoa. Ya Allah, ampunkan doa si fulan anak si fulan, angkat derajatnya, bersama orang-orang yang kau ampuni dan diangkat kemuliaan di sisi Allah SWT.

Jangan mau disanjung-sanjung,
kau digelar manusia agung,
sadar diri tau di untung,
jasad terbujur keranda di usung.

Sampai masanya, yang mengiringi engkau sampai keliang lahat ramai. Mana harta yang kau cari pagi petang, peras keringat banting tulang. Kendaraan mewah, megah ikut mengiringi sampai ke pelataran parkir. Sesaat mereka berdoa. Anak kerabat handai tolan, saudara sekampung, kawan satu sekolah, alumni, semuanya hanya meneteskan air mata. Mereka masuk, meletakkan kepalamu, pinggangmu, kakimu, di dalam lobang yang sempit.

Sampai masanya, kau sendiri menghadap Allah. Kau datang menghadap Allah sendirian sebagaimana dulu kau datang kedunia ini sendirian. Engkau mati menghadap Allah sendirian. Mana sahabat kawan tertawa? mana teman yang selama ini bersenda gurau berbagi cerita. Semuanya hanya kawan saat senang dan disaat susah. Kalau pernah kau bersedekah kepada anak yatim, sampai berita itu ke panti asuhan, mereka berdoa Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu. Untuk almarhum fulan Al Fateha. Seperti tetesan embun di tengah gurun pasir yang panas. Rumah yang besar tinggal. Kalau pernah kau berikan dua, tiga sak semen, dibangunkan ke mesjid di tepi jalan. Musafir yang lalu-lalang singgah buang air kecil, mengalir pahalanya. Masuk mereka ke mesjid melaksanakan shalat Jumat, mengalir pahalanya, mengalir barokahnya.

Itulah mengapa yang dimintakan kepada ALlah SWT Allahumma Inna nas’aluka salamatan fiddin, selamat akidah, selamat dalam mati, khusnul khatimah
Dengan itu kita ingin dibangkitkan dipadang mashar dengan ucapan Lailahailallah.

Ada orang yang amalnya banyak, budi pekertinya luar biasa tapi begitu sampai dihadapan Allah. Ini amalmu, ini anak yatim yang kau sekolahkan, ini bangunan-bangunan yang kau berikan kepada orang susah, ini bantuan kau yang besar. Tapi amal baik menjadi debu tak bermakna sama sekali mengapa? Karena mati dalam keadaan suul khatimah. Ada seorang sahabat menjumpai nabi Muhammat SAW, Ya Rasulullah, beri aku wasiat, beri aku nasehat beri aku kata-kata yang bisa kupegang sampai mati. Nabi hanya berkata "Katakan, aku beriman kepada Allah, istiqomah. Satu istiqomah di jalan Allah lebih baik daripada seribu karomah. Kalau kau lihat ada orang berjalan di atas air terbang di atas awan,, jangan tertipu, jangan terpukau karena setan iblis pun bisa melakukan perbuiatan yang sama. Tapi pandanglah bagaimana istiqomahnya. Bagaimana istiqomahnya shalat berjamaah . Jangan beramal sendirian. Shalat Jumat berjamaah, pergi ke Mekah berjamaah,puasa ramadhan berjamaah. Jangan sendirian. Karena setan, srigala hanya akan menerkam kambing-kambing yang memisahkan diri dari jamaah.

Firaun, dan Haman penasehatnya orang yang paling cerdas, tapi otaknya dipakai untuk menolong Firaun. Sesungguhnya Firaun, Haman dan bala tentaranya Mana? Ketika Firaun tenggelam dilaut merah, Haman mati, tentaranya mati , semuanya hilang tak berkesan sama sekali, tetap juga menghadap Allah dalam kesendirian. Kau mau hidup dengan cara Firaun? silahkan. Mau hidup dengan cara Qorun> Silahkan. Mau hidup dengan cara Haman? Silahkan. Apapun, silahkan. tapi Ingat, Kau akan mati. Jantungmu akan berhenti berdetak. Darahmu akan berhenti mengalir. Dan kalau sudah darah berhenti, dia akan menjadi nanah. Nanah akan membusuk. Engkau hanyalah setumpuk daging busuk yang akan menjadi santapan cacing tanah.

Barakallahuliwalakum..........

 


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records