Teks khubah idul fitri 1439 H Ustadz Abdul Somad 15 juni 2018 : Katakan Allahu Akbar

Humaira TV 17/Jun/2018 Teks khutbah Idul Fitri Dumai View : 4608 |
Bismillahirahmanirrohim, Assalamuallaikum Warahmatullah wabarakatuh
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Kabiro, Walhamdulillahi Katsiro.. Wasubhanallohi Bukrotaw Wa'ashila
Laa ilaha Illallohu Wala Na'budu Illa Iyyahu .. Muhlishina Lahuddin,
Laa ilahaillahu Wahdah, Shodaqo Wa'dah.. Wanashoro 'abdah, Wa'a'aza Jundahu Wahazamal Ahzaba Wahdah

Alhamdulillah, wassholawatu wassalamu 'ala Rasulillah, wa 'ala alihi waman_walah Asyhadu an_Laa ilaaha illaLlah wahdahullah syarikalah wa asyhadu anna Sayyidana Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu la nabi ya ba'da.
Allahumasholi ala sayyidina Myhammad, waala ali Muhammad kama sholaita ala Ibrahim waala ali Ibrohim innaka hamidun majid.
Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barokta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid
qolallahu ta'ala fil quranil 'adzim wahuwa asdaqul qo'ilin. Ya ayyuhalladzina amanu ittaqu Allaha haqqa tuqatih wa la tamutunna illa wa antum muslimun.
Yaa ayyuhalldzi na'amanuttaqullah,..wa kullu kaulan tsadida,...yuslih lakum 'a'malakum wa ya'firlakum dzunubakum wa man yudiillaha warasullahu, faqadfadza faudjan 'adzima
ibadallah usikum wa nafsi bitaqwallah 'ala tho'atihi faqod fazal muttaqun.

Hadirin hadirat jamaah idul fitri yang dimuliakan Allah Subhana Wa Taala, pagi ini semua umat Islam mengumandangkan takbir "Allahu Akbar". Kau sudah puasa 30 hari lamanya, tapi jangan kau sangka ibadahmu itu akan memasukkan engkau ke dalam surga. Belum ada apa-apanya dengan nikmat hembusan nafas, detak jantung, darah yang menetes. Belum ada apa-apanya makan, minum, tidur dalam lelap ditengah malam gulita. Belum ada apa-apa amalmu itu di hadapan surga Allah. Maka orang beriman berkat Allahu Akbar. Terlintas dihatinya bahwa dia sudah bersedekah, memberikan buka puasa, belum ada apa-apanya dibandingkan nikmat besar yang sudah dititipkan Allah. Rezeki dalam kandungan, rahim seorang ibu. Sampai engkau disusukan dalam dua tahun lamanya. Maka katakan Allahu Akbar.

Pagi ini, orang sedang membayangkan sahabat tersayang, buah hati belahan jiwa, pasangan hidup, anak terkasih. Saat air mata meleleh membayangkan mereka. Andai ibunda masih hidup, pulang dari shalat ini mungkin tangannya masih dapat dicium. Tubuhnya yang rapuh dapat dipeluk. Betapa kulit seorang ayah melepuh ditengah panas terik matahari mencarikan makan sesuap nasi, untuk biaya sekolah sampai menjadi manusia yang dihormati dan dimuliakan hari ini. Tapi malang tak dapat ditolak, untuk tak dapat diraih. Mereka yang mestinya pagi ini kita datangi setelah shalat idul fitri ini, mereka yang mestinya kita peluk cium, hari ini mereka tak ada ditengah kita. Senyumnya masih terbayang dipelupuk mata, tapi mereka tidak ada di tempat kita, mereka sudah pindah ke alam yang lain. Kita hanya mampu tegak berdiri diatas makamnya sambil berucap Assalamu alaikum ya ahlad diyar minal mukminin wa muslimin, keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur, wa inna insya Allahu bikum la hiqun, kamipun akan menyusul kamu, nasalullahi lana walakumul 'afyah, kami hanya mampu berdoa semoga kami yang masih hidup dan kalian yang sudah mendahului kami sama-sama mendapatkan kebaikan. Tak ada yang dapat dikirimkan kecuali untaian doa, Surat Al Fatiha, Al Ikhlas, Al Falaw, An Naas, pangkal Al Baqarah, ayat kursi dan akhir Al Baqarah. Seperti tetesan embun ditengah gurun pasir yang panas. Tak ada yang dapat diucapkan selain kata-kata "Ya Allah, jadikan makam mereka salah satu dari taman surgamu, jangan kau jadikan makam mereka salah satu dari lobang nerekamu". Betapa tidak, apa yang dapat dibalaskan. Andai kau gendong mereka dari kampung halamanmu ke tanah suci Mekah lalu kau dekap mereka tujuh putaran tawaf, sai dan umroh belum tentu dapat menebus satu teriakannya saat melahirkan. Meregang nyawa dia mengeluarkan engkau dari alam rahim ke alam dunia. Berapa kali dia tidak dapat shalat tahajud ditengah malam karena tangismu merengek sampai pagi tiba. Berapa kali dia tidak shalat dhuha karena najis kencingmu lekat di kainnya. Berapa kali dia diusir ditengah keramaian karena tangismu memekak pekik telinga. Berapa kali dia tidak dapat melaksanakan ibadah kepada Allah. Dalam kandungannya 90 hari. 30 hari dia tidak puasa karena mengandungmu, 30 hari lagi dia tidak puasa karena menyusukanmu, 30 hari lagi tidak puasa menyusukanmu di tahun kedua. Hanya untuk engkau seorang. 90 hari dia tinggalkan puasa. Apa yang kau balaskan hari ini. Andai uang yang banyak kau datangkan, tetap tidak dapat menebus segala yang pernah dia berikan. Hanya doa yang dapat kau panjatkan "Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran". Andai doa itupun tak dapat kau ucapkan, apa lagi yang dapat kau katakan di hadapan ALLAH Subhana Wa Taala. Disamping pusaranya kau teteskan air mata darah tak dapat menebus kesedihan. Hanya dapat kau katakan Allahu Akbar menghapus segala kepiluan. Allah maha kuasa “Alaa inna auliya allah laa khoufun alaihim walaa hum yahzanun”, orang-orang yang dekat dengan Allah, tidak ada rasa takut dimasa yang akan datang, tak ada rasa sedih melihat masa lalu. Kita diatas dunia tak lama, hanya sementara, sementara malaikat maut tiba. Ditengah hidup yang penuh kelap-kelip dunia inilah kita sempat mengatakan Allahu Akbar.

Bersyukur kepada Allah, alhamdulillah, bersyukur kepada Allah, wasukrulillah. Bersyukur kepada Allah, mengatakan tiada daya dan upaya yang keluar dari mulut La Hawla Wala Quwwata Illa Billah. Kau katakan dengan ucapan subhanallah, alhamdulillah, lailahailallah, Allahu Akbar.

Allahu Akbar.Allahu Akbar.Allahu Akbar. walilahilham. Jemaah idul fitri ...
30 hari lamanya menahan lapar dan minum, kita tahan hanya sampai azan maghrib berkumandang. Laparmu ada batasnya. Kering kerongkonganmu ada batasnya. Tapi nun disana, tetangga, sahabat, kerabat yang miskin yang susah melarat, mereka lapar tanpa batas. Hari ini mereka lapar, besok mereka lapar. Jangan sampai hari ini mereka mengemis meminta-minta. Dosa terbesarmu adalah ketika membiarkan mereka dihari yang bahagia, dihari yang mestinya mereka memakai baju yang baru...
Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam selesai shalat idul fitri membawa sahabat membentangkan sorban dan seketika itu juga nabi bersabda, bersedahlah wahai jamaah. Maka jamaah (memberikan) emas mereka, gelang mereka, rantai mereka, cincin mereka, karena mereka sadar ini semua akan tinggal. Yang akan dibawa mati hanyalah yang disedekahkan. Yang kau makan busuk, yang kau pakai lapuk, yang kau sedekahkan, itulah yang akan kau bawa hari esok menghadap Allah Salallahu Alaihi Wasalam. Hari itu tak ada gunanya harta, tak ada gunanya anak. Hari ini kau banggakan hartamu, kebun karetmu, kebun sawitmu, jabatan dan kekuasaanmu. Sampai masanya semuanya tak lagi bermakna. Hari ini kau banggakan anakmu yang sudah S1, S2 S3, hari ini kau banggakan mereka sebagai buah hati belahan jiwa. Sampai masanya kau akan lari dari mereka. Oang akan lari dari saudara kandung, ibu kandung, ayah kandung. Istri dan suami saling melarikan diri tak lagi dapat bersama. Anak-anak yang dulu kau besarkan dengan tetes peluh keringat air mata. Ibu melarikan diri dari anak, anak tak dapat menolong ayah dan ibu
likullim ri im minhum yawma idzin sha'nun(y) yughniihi, Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. Kelak semuanya akan di tuntut. Wa inna 'alaikum lahaafizhiin, bersamamu ada malaikat, kiraaman, mulia, kaatibiin, mencatat, ya'lamuuna maa taf aluun, mereka tau semua yang kau lakukan, sekecil apapun yang kau perbuat. Semua orang akan bernaung dibawah sedekahnya.
Pagi ini kita cemas. Ditempat yang lain orang cemas karena panas. Pagi ini kita khawatir turun hujan mengguyur membuat basah. Tapi Allah berkata lain "kalau kau tawakal kepadaku, kalau kau serahkan kepadaku, aku yang akan menjaminmu". Kalau didunia saja datang takut dan khawatir, bagaimana di akhirat nanti. Ketika itu langit terbelah, planet bertabrakan, matahari, bulan dan bintang hancur berkeping. Kalau matahari hancur berkeping, bagaimana kita yang kerdil di semesta. Pada saat itu siapa yang dapat menolong? Sedekah!

Andai orang yang mati itu diminta hidup kembali (ditanya) hai orang mati jika kau dihidupkan kembali, apa yang kau inginkan?, orang mati itu akan berkata, aku mau bersedekah, aku ingin menjadi orang yang beramal shaleh. Ada orang yang sudah masuk kedalam neraka, mereka berkata "Robbana Ya Allah, samikna, robbana absorna . Ayat ini dibaca pada shalat subuh rakaat pertama. Imam sunnah membaca Alif Lam Mim Tanzil, surat sajadah, sujud tilawah. Ya Allah, mata kami sudah melihat azab, telinga kami sudah mendengar azab, kembalikan lagi kami ke dunia Ya Allah. Kami ingin beramal shaleh. Tapi saat itu penyesalan tak lagi bermakna. Subuh ini kita merenung sejenak. Yang bakhil, yang pelit, bersedekahlah. Yang minum khamar, berhentilah. Yang berzina, bertobatlah. Mintalah ampun kepada Allah. Yang sakit, mohon doa kepada Allah. Sedekah itu menolak bala, menolak musibah.

Sedekah menolak mati suulkhotimah.

Cara paling ampuh menolak suul khotimah adalah dengan memperbanyak sedekah. Yang datang mengiringi mayat tidak banyak. Tetangga, handai tolan, kawan sekantor, semuanya ikut. Tapi mereka hanya masuk kedalam liang lahat meletakkan kedalam keranda. Selepas itu mereka akan pulang ke rumah. Harta benda yang ditinggalkan akan dijual. Semua akan dibagi kepada istri dan anak-anak. Semua akan dibagi sesuai menurut hukum warisan. Kerabat, sahabat, tetangga menangis meneteskan air mata, buah hati ikut menangis, pasangan hidup ikut meratap tapi setelah itu mereka juga akan pulang ke rumah. Tinggallah hidup sebatang kara di tempat tanah yang tiada beralas. Kainpun tidak dijahit, digigit merobeknya. Hanya tujuh lapis paling banyak. Setelah itu kau sendirian di dalam. Siapa yang akan datang? Amal yang pernah kau buat. Kalau pernah kaki melangkah shalat teraweh, kalau pernah membaca Al Quran, tadarus. Kalau pernah telinga mendengar tausiah. Kalau pernah tangan menyapu, mengusap kepala anak yatim. Kalau pernah otak berpikir dan berzikir. Kalau pernah hati merenung sejenak, apa yang dibawa sesudah mati. Itulah yang akan menolong, yang lain tinggal tidak berkesan. Sadarlah diri tau diuntung, jasad terbujur keranda diusung. Yang selama ini dimuliakan dan diagungkan. Gelar panjang bukan main tapi semua tinggal hanya kenangan belaka. Bulan purnama indah disaat tanggal 15, tapi diakhir bulan dipenghujung waktu, dia hanyalah batu-batu kerikil hitam legam, dia hanyalah pasir yang tidak memancarkan cahaya. Dia hanyalah bulan purnama yang memantulkan cahaya matahari. Dia pemberian Allah. Siapa yang diinginkan Allah diangkatnya derajat setinggi-tingginya. Siapa yang dikehendaki dijatuhkan serendah-rendahnya. Jangan kau muliakan kami karena jabatan Ya Allah. Jabatan akahn berakhir, jangan kau muliakan kami karena harta Ya Allah, harta akan binasa. Tapi muliakan kami dengan berinfak dan sedekah, muliakan kami dengan harta yang bisa menolong agama Allah. Mengeluarkan perda zakat, mengeluarkan perbup, mengeluarkan aturan jilbab, mengeluarkan aturan menutup warung di siang ramadhan. Dilanjutkan oleh pejabat, penguasa selanjutnya. Itu yang akan menjadi amal jariyah. Yang mengiringi mayat sampai ke liang lahat, sampai ke surga. Itu yang akan ditanya, itu yang akan dihadapkan.

Kalau lapar menyentuh hati maka ringan tangan berbagi. Kalau lapar sudah menyentu kalbu maka ringan tangan menolong orang susah. Laparmu hanya setakat (sebatas) perut dan lambung saja maka selepas ini akan terjadi pembalasan terhadap menahan makan. Satu bulan lamanya makan ditahan, tiba saatnya membalaskan sakit hati. Orang Islam berpuasa untuk melembutkan hati, menajamkan sensor infak, zakat, sedekah. Keluarkan zakat. Sampai masanya tak berguna lagi harta. Pada hari itu dipanaskan harta itu lalu ditimpakan ke kening, ditimpakan ke usus, ditimpakan ke pundak. Panas hartamu mendidih menggelegak.Saat itu Allah katakan "ini harta yang dulu kau tumpuk, ini harta yang dulu tak mau kau sedekahkan. Rasakan akibat menumpuk harta".

Panjang perjalanan hidup, lebih panjang lagi hikmah-hikmah. Hikmah ini akan menjadi penerang dalam gelap gulita. Yang pertama sedekah, kedua, tidak ada gunanya sedekah yang banyak, akan hapus binasa jika tidak menyambung tali silaturahim dan ukhuwah islamiyah. Kata-kata yang lembut, pemberian maaf, lebih baik dari sedekah tapi menyakiti hati orang lain.Allah berpesan "jangan kau batalkan sedekahmu, jangan kau rusak infakmu dengan mengungkit-ungkit pemberian menyakiti hati orang lain. Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam dijamin masuk surga tapi ketika akan wafatnya dia naik ke atas mimbar, siapa diantara kalian yang pernah kucambuk. ketika aku sedang mencambuk punggung unta, kuda dan ujungnya terkena pundaknya dan merasa sakit hati dan hari ini ingin membalas. Silahkan balas. Semua sahabat terdiam menunduk. Mereka tak dapat menatap wajah Sayyidina wa maulana Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam.
Siapa yang pernah kucaci maki, pernah ku sumpah serapah, kasar kata-kataku, tersinggun perasaannya, silahkan balas, silahkan tuntut. Menggenang air mata sahabat. Mereka tau ini ucapan orang yang tak lama lagi akan meninggalkan dunia. Dia meminta maaf, dia tidak ingin membawa dosa manusia di hadapan Allah Subhana Wa Taala.
Siapa yang pernah aku pinjam hartanya, ini Muhammad, tuntut balas. Seorang sahabat berkata "engkau pernah meminjam 3 dirham Ya Rasululllah". Nabi langsung memerintahkan Fadl bin Abbas, saudara kandung Abdullah bin Abbas, saudara sewali, sepupu nabi "Bayarkan hutangku wahai Fadl". Nabi tidak ingin mati menghadap Allah daam keadaan membawa hutang kepada manusia.
Begitulah yang diajarkan kepadanya padahal sudah dijamin masuk surga. Tidak ada yang lebih mulia daripada dia, tidak ada yang paling dipuji daripada dia. Allah tak pernah memanggilnya Ya muhammad. Kepadanya Alah berlemah lembut, Ya ayyuhalrasul, ya ayyuhal nabi. Sungguh begitu mulianya dia. Apa yang kau pinta akan kuberi ya Muhammad. Dalam perkara dosa kepada manusia, dia tetap minta ampun, minta maaf. Siapa kita yang angkuh dan sombong tidak mau meminta maaf. Apa yang kau anggarkan, apa yang kau banggakan, apa yang kau sombongkan. Sedangkan nyawamu pun dari Allah. Bernafasmupun dari Allah. Paru-parumu dari Allah, udaramu dari Allah. Sedetik saja Allah tahan kau sudah lama mati. Kalau bukan karena kuasa Allah. Lalu yang kau sombongkan itu apa, tidak mau meminta maaf itu apa? Bukankah kau mengaku Ashaduala ila hailallah wa ashaduanna muhammadan rasulullah. Maka sambung tali silaturahim. Siapa yang mau dilapangkan, dipanjangkan rezekinya, umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahim.

Allah mengaku "Ana rahman, maha pengasih, maha penyayang" Rahim diambil dari namaku. Rahim bukan dari bahasa Indonesia. Rahim diambil dari nama Allah. Silaturahim, menyambung hubungan dengan manusia, menyambung hubungan dengan Allah. Siapa yang menyambung tali silaturahim, aku sambung hubungan dengan dia, siapa yang memutus tali silaturahim, aku putus hubungan dengan dia. Sambung yang putus, eratkan yang lama, dekatkan yang jauh.

Hai orang beriman, takutlah kepada Allah.

Bersaudara karena harta akan sirna, bersaudara karena Lailahailallah muhammadarasulullah. Dengan itu kita hidup, dengan itu kita mati, dengan itu kita akan dibangkitkan Allah Subhana Wa Taala. Tapi ingat, dengan alasan silaturahim, berjalan-jalan laki-laki dan perempuan tanpa kita sadari kita sudah jatuh pada perbuatan yang dilarang Allah. Tak masuk surga "dayus", laki-laki yang membiarkan istrinya membuka aurat, yang membiarkan anak gadisnya membuka aurat. Mereka menyangka sedang berbuat baik. Tidak. Baik bukan karena perasaan. Berapa banyak perbuatan yang kau sangka baik. Kau belikan mereka mobil, motor yang hebat, hp. Kau sangka kau sedang sayang sebenarnya sayangmu membunuh, membinasakan kebaikan. Anakmu mati, nyawanya masih ada tapi iman mereka mati, jiwa mereka sudah lama kering. Yang membunuh bukan orang lain tapi orang tua sendiri. Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Sesuci Islam, kedua orangtuanya merubahnya menjadi yahudi, nasrani, majusi. Namanya tetap nama Islam, hari raya tetap idul fitri, puasa tetap ikut tapi cara berhubungan, cara makan, cara minum, cara bertetangga, cara bersahabat sudah keluar dari ajaran Islam. Oleh sebab itu maka sambung lagi tali silaturahim. Dengan menyambung silaturahim kita akan menjadi kuat. Jangan berkelahi. Kalau berkelahi maka kamu akan gagal, dan semangat akan hilang. Hendaklah kemau berjamaah, silaturahim terjamin dengan shalat berjamaah, dengan itikaf berjamaah, pengajian berjamaah, umroh berjamaah. Kenapa hati masih terkotak-kotak. Bukan karena partai, karena pilihan. Satu yang menyatukan kita asma Allah. Ashadualailahailallah, ashaduana muhamadan rasulullah. Hanya itu yang menolong dihadapan Allah. Ada dua orang muslim berjumpa, berjabat tangan, Allah ampunkan silaf salah mereka. Sebelum mereka berpisah Allah turunkan rahmat, maghfiroh, barokah. Dalam satu untaian nafas dia doakan untuk saudaranya "Assalamualaikum", selamat saudaraku, selamat anakmu, selamat keluargamu, selamat hidupmu, selamat hartamu, selamt duniamu, selamat akhiratmu. "warahmatullah", semoga Allah mencurahkan rahmat, kasih sayang untukmu, "wabarakatuh", berkah hartamu, berkah kendaraanmu, berkah duniamu, berkah umurmu, berkah anakmu, berkah ilmumu, berkah amalmu, berkah akhiratmu. Itu yang akan enolong dihadapan Allah. Orang Islam tetap bersaudara walaupun kematian sudah tiba malaikat maut mencabut nyawa. Tetap dia akan mendoakan saudaranya "assalamualaikum ya ahlad diyar", keselamatan bagi kalian wahai penghuni kubur, kalian duluan insya Allah kami menyusul, Allah merahmati yang meninggal duluan maupun yang akan menyusul belakangan. Kami semuanya memohonkan kebaikan untuk yang hidup maupun yang sudah mati.
Di alam roh kita hidup, pindah ke alam rahim kita hidup, dipindah ke alam dunia kita hidup, pindah ke alam kubur, alam barzakh kita hidup. Pindah ke alam akhirat, surga atau neraka kita hidup. Kita tidak pernah mati. Mereka yang berkata mati, jangan katakan mereka mati, mereka hidup, mereka hidup disisi Allah, mereka diberikan rezeki. Tapi kalian tidak tau bagaimana merasakan kehidupan mereka. Kita merasa mereka mati tapi mereka melihat kita, mereka tersenyum dengan kita, mendoakan kita. Oleh sebab itu maka hubungan orang Islam tidak pernah putus, hubungan orang beriman tidak pernah putus. Satu yang membuat kita tetap bersama "orang akan tetap bersama dengan siapa yang dia cintai".

Datang sahabat berkulit hitam legam, budak miskin hamba sahaya, susah melarat. Ketika dia memeluk nabi, "kenapa engkau peluk aku?". Aku tidak yakin dapat bersamamu ya rasulullah, aku susah, miskin, melarat. Bila aku peluk engkau di dunia, mungkin ini dapat menghilangkan dukaku. Nabi tersenyum, sambil berkata "orang akan bersama dengan siapa yang dia cintai".
Pagi ini kita berkawan, bersahabat, bertetangga cinta karena Allah. Kitapun akan bersama dengan siapa yang kita cintai. Cintalah karena Allah, cintalah karena rasulullah itulah cinta keabadian yang akan tetap ditanya dipadang mashar. Hari ini kita bertanya kepada penguasa, hari ini kita mencari pejabat orang kaya, tapi sampai masanya Allah yang mencari mereka. Apa kata Allah "Ainal Mutahabbun", mana yang dulu berkasih sayang karena aku? Aku ingin menaungi merekka di tengah terik mashar, tak ada tempat bernaung. Aku ingin naungi mereka, aku ingin lindungi mereka di bawah bayang-bayang naungan arasku. Hari ini tak ada naungan kecuali naungan aku.

  1. Pertama adalah bersedekah
  2. Kedua hablumminannas, berukhuah islamiyah
  3. Ketiga, tak ada maksa sedekah, tak ada makna ukhuah. Tak berarti ukhuah, tak bermakna sedekah kalau tidak ditutup dengan yang ketiga ini tetap jalin hubungan dengan Allah. Hablumminallah.

Orang yang mati kafir, tidak membawa iman, tidak membawa Islam, maka gugur amal mereka seperi pokok kayu yang kering ditiup angin, hancur berkeping tak bermakna.
"Kalau kau persekutukan aku Ya Muhammad, maka gugur amalmu".
Orang tidak akan melakukan dosa jika masih beriman. Orang tidak akan mencuri kalau ada imannya dibadan. Orang tidak akan pakai narkoba, tidak akan minum khamar kalau ada imannya. Apa yang dapat mengembalikan iman? ketika dia bertobat maka kembali imannya.

Pagi ini kita bertobat di hadapan Allah "wahai orang beriman, tobatlah kepada Allah dengan tobatan nasuha, tobat sebenar-benar tobat mengembalikan keimanan kita. Orang yang mati dalam keadaan menyebut Lailahailallah".
Tak ada gading yang tak retak, tak ada tebu yang tidak berbuku, semua pernah silaf.  Sedangkan datuk nenek moyang kita Adam, Hawa pernah bersalah tapi mereka sadar akan silaf salahnya dan mereka berdoa "Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin", Ya Allah, kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak Engkau ampuni kami dan merahmati kami, tentulah kami menjadi orang yang rugi. - (QS. Al A'raf : 23).

Orang yang bergelimang dosa kemudian mandi tobat, shalat sunat tobat dua rakaat, minta ampun kepada Allah, maka Allah ampunkan segala dosa-dosanya. Iringi dengan sedekah, iringi dengan shalat sunat, jangan tinggalkan mesjid shalat berjamaah. Siapa yang shalat di rumah, mereka yang shalat sendiri berhentilah, berhentilah. Kalau tidak berhenti akan kubakar rumah mereka. Begitu ancaman nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam. Kalau tobatmu benar maka mesjid ramai. Kalau tobatmu benar tak ada fakir miskin kelaparan. Kalau tobatmu benar, zakat infaq sedekah berlimpah ruah. Kalau tobatmu benar pasti menutup aurat. Kalau tobatmu benar kau pasti berzikir mengingat Allah, banyak bershalawat.

Satu shalawat akan Allah balas dengan 10 kebaikan, di ampuni, ditutupi 10 dosa dan kesalahan, dinaikan derajat 10 tingkatan kemuliaan.

 ...

Bismillahirahmanirrohim, Assalamuallaikum Warahmatullah wabarakatuh
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Kabiro, Walhamdulillahi Katsiro.. Wasubhanallohi Bukrotaw Wa'ashila
Laa ilaha Illallohu Wala Na'budu Illa Iyyahu .. Muhlishina Lahuddin.....


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records