Tak tertolak doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka maka kurangi jalan sore atau ngabuburit

I'M SINTESA 29/May/2018 jalan sore menunggu maghrib ngabuburit Pekan Baru View : 649 |
Berbahagia ketika berbuka.
Level yang paling rendah, nafsu syahwat, hewaniah. Kenapa senang? karena makan, karena minum dan karena dapat menyalurkan hasrat seksual, biologis. Tapi sebenarnya bukan hanya itu, ada yang lebih hebat daripada materi. Karena kalau bahagia karena makanan, ketika makanan habis maka bahagianya hilang. Berbahagia karena minuman, habis haus maka bahagianya hilang. Bahagia karena biologis, ketika sudah mendapatkan kenikmatannya maka bahagianya hilang.

Ada kebahagiaan yang kekal tidak hilang adalah kebahagiaan bersama Allah Subhanahu Wa Taala.

Orang yang sedang akan berbuka, maka pada saat itu berada pada kondisi paling lemah. Lemah fisik, lemah badan. Disaat dia merasa paling lemah maka saat itulah dia berada paling dekat kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Maka jam 6 sore, jam 6.21 azan maghrib (waktu Pekan Baru). Jam 6 sore tetaplah di rumah. Tapi apa yang terjadi di masyarakat kita? Saat jam 6 sore (30 menit sebelum buka) disitulah anak-anak, bapak-bapak keluar rumah. Macet total. Pasar-pasar penuh. Jam 6 sore berkeliaran umat Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam seolah-olah tak tau entah tak mau tau bahwa pada saat itulah doa, munajatnya dikabulkan Allah Subhanahu Wa Taala.

Kalau saat shalat kapan? Orang paling dekat dengan Allah yaitu ketika dia sedang sujud. Perbanyaklah doa ketika sedang sujud, mengapa? karena saat sujud itulah dia merasa paling rendah, keningnya dia tempelkan ke lantai, tempat yang diinjak, hina. Pada saat itu dia sedang rendah, disitulah Allah mengangkat derajatnya setinggi-tingginya.
Kalau saat berhaji kapan? Yakni saat di padang Arafah, memakai pakaian kematian, tidak berjahit. Pada saat itu dia dalam keadaan lapar, panas terik, ditengah gurun pasir, ditengah padang Arafah.

Bagi orang yang berpuasa? puncaknya adalah saat menjelang berbuka puasa. Lapar, haus, saat dia merasa dirinya rendah, lemah, hina, pada saat itu sebenarnya dia sedang tinggi. Maka diapun bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Taala.

Tetapi kenyataannya ditengah masyarakat kita, jam 6 sore itulah lalki-laki, perempuan berkeliaran ditengah jalan, putar sana putar sini, belok kanan belok kiri. Semestinya bukan begitu.. Beberapa menit sebelum azan maghrib berkumandang, angkatlah tangan, memohonlah kepada Allah. Anak, istri, ponakan, saudara, pembantu, duduk bersama. Tidak ada kasta-kasta, tidak ada yang merasa paling hebat. Allah tidak melihat bentuk tubuhmu, tidak melihat rupa wajahmu. Jangan-jangan ucapan amin dari lidah tukang cucimu, tukang gosok (seterika) itulah doamu didengarkan oleh para malaikat. Bisa jadi kitalah yang menumpang tuah, menumpang ucapan amin terhadap doa kita dari mereka mereka yang mungkin kita anggap lebih rendah. Orang yang membaca doa dan yang mengaminkan doa, mereka itu berkongsi dalam pahala. Nabi Harun mengaminkan doa Nabi Musa. Nabi Muhammad mengaminkan doa Jibril.

Pandangan kita tentang doa harus disetting ulang. Mindset, jangan sampai kita salah paham gara-gara salah dengar, salah baca, salah pikir, salah ngomong dan salah paham. Akhirnya salah tindakan, tidak mau berdoa.

Berdoa adalah senjata orang beriman. Doa adalah otaknya ibadah.

Kita ini dimuliakan karena otak inilah. Kalau tidak ada otak, tidak ada kemuliaan.Shalat itu isinya doa. Haji itu isinya doa. Robbana atina fiddunya hasanah. Sa’I itu apa isinya? Doa.

Rabbighfir warham wa’fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta’lam innaka ta’lamu maa laa na’lamu, innaka antallahul-a’azzul-akram.

“Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah”.

Ketika di padang Arafah isinya apa? Doa. Di Al Quran itu, berapa banyak ayat-ayat yang isinya doa.
Maka orang yang tidak berdoa sudah kehilangan otak sumsum daripada ibadah.

Maka menjelang berbuka itu, panjatkanlah doa. Doanya apa? Doanya bebas apa saja Jangan lupa, yang penting dalam doa itu ada empat:
1. Ta’awudz, minta perlindungan kepada Allah
2. Basmallah, ucap nama Allah
3. Alhamdulillah, puja puji bagi Allah
4. Shalawat untuk rasulullah

A-'uudzu bil-laahi minassyai-thaanir ra-jiim, Bismillahirrahmanirrohim, Alhamdulillahirrobilalamin, Washolatu wassalamu ala asrofil ambiyai walmursalin waala alihi wasohbihi ajmain. Berdoalah, minta kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Doakan anak, istri, saudara, kerabat, tetangga, jangan lupa saudara kita di Palestina.

Diantara doa yang tak tertolak adalah doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka

Tapi ingat, biasanya kalau musim buah maka harga buah jatuh. Musim durian harga durian jatuh, musim duku harga duku jatuh. Buah yang mahal adalah, ketika sedang tidak musim dia tetap berbuah. Ketika orang tidak tahajud, dia tetap tahajud, Ketika orang tidak berzikir dia tetap berzikir, Ketika orang tidak puasa dia tetap puasa sunat, ketika orang tidak baca Quran dia tetap baca Quran. Inilah yang paling tinggi kualitasnya. Maka jadilah kita buah yang tak bermusim. Kapan saja ada.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records