Syekh Abdul Qadir Jailani pun pernah didatangi jin

JawabanUAS.com 01/Feb/2018 mimpi nabi karomah Abdul Qadir Jailani View : 1916 |
Pertanyaan
Apakah jin dapat menyerupai syekh mursyid karomah dalam mimpi

Jawaban Ustad Abdul Somad
Muka/wajah yang tidak bisa ditiru oleh jin adalah muka Nabi Muhammad SAW.
"Siapa yang melihat aku dalam mimpinya maka sesungguhnya ia sudah melihat aku karena setan tidak bisa menyerupai aku".
Adapun yang lainnya bisa diserupai oleh setan/jin. Setan, jin bisa menyerupai Syekh Qadir Jailani. Jangankan kita, Syekh Abdul Qadir Jailani sendiri pernah didatanginya.
Waktu Syekh Abdul Qadir Jailani berzikir di mesjid Baghdad, datang dia (setan), "Hai Abdul Qadir Jailani, berhentilah kau berzikir, shalat dan berdoa, karena kau sudah kuangkat jadi wali dan semua dosamu sudah kuampunkan". Langsung Syekh meludah kesebelah kiri dan membaca doa/ayat mengusir setan. Kenapa? karena bisikannya bertentangan dengan syariat.
Jika bermimpi didatangi orang yang berjubah, bersorban, jenggot panjang, terlihat baik tetapi bisikannya bertentangan dengan Quran dan sunnah maka dialah setan.
Jika kita masuk kehutan dan tiba-tiba dihutan itu semua hewan dan pohon-pohon mengucapkan salam kepadamu "Assalamuallaika ya.." apakah saat itu saya mendapatkan karomah? Lihat dulu apakah peristiwa tersebut menyebabkan menambah takut kepada Allah (pokok kayu saja bertasbih kenapa aku tidak?) maka itu adalah kemuliaan dari Allah. Tetapi jika setelah itu menjadi lebih sombong, mengaku-ngaku sebagai wali Allah maka sebenarnya ia adalah wali setan.
Kalau kau lihat ada yang terbang di atas angin, berjalan di atas air jangan tertipu, karena setan bisa melakukan itu.
Pandanglah orang dari istiqomahnya beribadah shalat berjamaah, istiqomahnya berakhlakul karimah karena satu istiqomah lebih baik dari seribu karomah.


admin
Jumlah Catatan: 1

admin

 01-Feb-2018  00:02:13 

Pertanyaan
Apakah ada aliran Syiah yang akidahnya sesuai dengan Islam dan lurus

Jawaban Ustad Abdul Somad
Ada, Syiah Zaidiyah. Tapi sekarang sudah punah. Kitab Subulus Salam karya Imam as-Shon'ani tafsirnya tafsir Fathu al-Qadir adalah syiah zaidiyah. Syiah zaidiyah ini dikafirkan oleh syiah imamiyah yang sekarang ada di Iran, Irak, Yaman, di Jakarta di Indonesia itu semua Syiah Imamiah. Mereka ini mengakunya syiah zaidiyah padahal syiah imamiah. Ini memang cara mereka yang disebut takiyah. Apa bedanya? Syiah zaidiyah tetap mengakui Abu Bakar dan Umar sebagai khalifah. Hanya lebih mengutamakan Sayyidina Ali. Kalau syiah imamiyah tidak mengakui bahkan mengatakan Abu Bakar dan Umar itu kafir. Inilah letak persimpangannya.