Selipan Pesan Politik Dalam Ceramah Ustadz Abdul Somad Lc, MA

Kajian Pemuda Bersholawat 02/Mar/2018 TGB Muhammad Zainul Majdi Jambi View : 895 |
Selipan Pesan "Politik" Dalam Ceramah Ustadz Abdul Somad Lc, MA

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah - Jambi Seberang 1 Maret 2018

Bismillahirohmanirrohim
Assalamuallaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Diawali dengan amal baik ini dengan ucapan pujian kepada Allah "Alhamdulillahirobbilalamin". Bershalawat kepada Rasulullah "Allahumasholiala Sayidina Muhammad waala Ali Sayidina Muhammad".
Saya mau bertanya kepada santri-santri "Mau jadi ustad atau mau jadi gubernur? Jadilah ustad yang bisa jadi gubernur dan gubernur yang bisa jadi ustad" Itulah yang mantap.

Saya dari dulu kalau ceramah jangan dibanding-bandingkan dengan orang lain, karena dibandingkan dengan orang lain itu tidak enak. Abdul Somad adalah Lc MA, yang disebelah saya Doktor. Lc MA dibandingkan dengan Doktor S3. S1 dari Al Azhar, S2 dari Al Azhar, S3 dari Al Azhar, Doktor Al Azhar. Hafal Qur'an 30 juz sedangkan Abdul Somad hanya hafal juzz 30. Yang disebelah saya gubernur, saya mau jadi lurah saja kalah.
Kenapa bisa duduk bersebelahan? karena dalam hati tidak ada persaingan. Memang kau lebih tinggi Tuan Guru Bajang, engkau doktor, gubernur, hafal Qur'an 30 juzz, tapi engkau saudaraku.
Nabi Yusuf Alaihissalam itu ganteng. Kalau kita duduk dekat dia kita bisa ikut jadi ganteng. Beda kalau dekat artis, dia makin ganteng tapi kita makin buruk. Jadi kalau kita dekat dengan gubernur yang hafal Qur'an, sedikit banyak kita kecipratan barokahnya. Itulah maka di Nusa Tenggara Barat banyak hafiz Qur'an karena gubernurnya hafiz Qur'an.
Wilayah gubernur kan sedikit, hanya satu provinsi, maunya lebih besar lagi dari gubernur iya kan? Jangan disebut, nanti dianggap kampanye.
.....
00:08:09
Bagaimana mau menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur jika ustadnya hanya ceramah menghimbau jemaah tetapi kebanyakan tidak ada tindak lanjut. Berbeda jika yang berkata itu adalah gubernur yang memiliki kekuasaan maka dapat langsung dilaksanakan. Itulah gunanya kekuasaan. Kenapa Ustad Somad tidak mencalonkan menjadi gubernur? tidak berani saya, jadi ketua kelas saja kalah.
Nabi Muhammad adalah pemimpin. Kalau sekarang bisa disamakan Nabi Muhammad itu adalah presiden, raja karena memiliki kekuasaan.
Pada saat di Mekah, nabi tidak pernah shalat berjamaah, tidak pernah menjadi imam shalat berjamaah. Kenapa? karena selalu diganggu oleh Abu Jahal dan Abu Lahab. Tapi setelah di Madinah, nabi punya kekuasaan, menjadi pemimpin, memiliki kekuasaan politik maka shalat jamaah bisa dilaksanakan. Selesai mengimami shalat berjamaah Nabi selalu menanyakan sahabat-sahabatnya yang tidak kelihatan shalat. Nabi Muhammad bisa melakukan itu karena ia punya kekuasaan.

Saya doakan agar santri-santri ini nantinya jadi presiden.
Kalau kalian jadi presiden nanti, kalian tolong agama Allah ini. Kalau kau tolong maka Allah akan menolong kamu dan dia akan mengokohkan kaki kamu. Itulah guna kekuasaan.

Ustad berteriak-teriak "bayar zakat, bayar zakat, bayar zakat", tidak ada orang yang mau membayar zakat. Tetapi kalau punya kekuasaan tinggal buat peraturan yang mengharuskan membayar zakat. Jadi kekuasaan itu penting. Jadi untuk meneladani Nabi Muhammad maka kita harus juga berkuasa. Jadi jika ada anak bangsa, anak santri, ada umat Islam yang ingin punya kekuasaan, bukan ingin memperkaya dirinya karena dia sudah kaya, bukan ingin terkenal karena sejak dari datuk-datuknya dulu sudah terkenal mashur, di Mekah juga dikenal tetapi karena ingin menolong agama Allah.

Kita doakan kedepan, santri-santri ini diberikan kekuasaan di negeri ini Insya Allah. Amin.

Tentulah dari awal sudah harus baik. Bagaimana supaya baik?


00:21:50

Pertama mestilah pendidikannya baik.

Kalau mau anak selamat, masukkanlah pesantren. Saya dari pesantren, Tuanku Guru Bajang tamat pesantren dari Nahdlatul Wathan (artinya Kebangkitan Negeri) yang didirikan langsung oleh datuk beliau yang tamat dari Mekah Almukarommah, seorang ulama besar. Kalau anak sudah baik tetapi lingkungannya tidak baik maka anakpun dapat jadi rusak. Lingkungan juga mesti baik.

00:30:20

Kedua, Pilih pemimpin yang peduli kepada Islam.

Tahun 2018 akan ada pemilihan bupati, walikota dan gubernur. Tahun 2019 memilih memilih DPR Kota/Kab, DPR Provinsi, memilih DPR Pusat dan Pemilihan presiden.
Jangan salah pilih, salah pilih berarti bahaya. Pada saat mencoblos itu berarti kita bersaksi di hadapan Allah bahwa orang yang kita pilih itu layak dijadikan pemimpin. Kalau pilihan cuma ada dua, yang satu setan yang satu iblis maka wajib pilih setan karena kalau iblis menang dia jauh lebih jahat. Jangan memilih karena sogok. Orang yang menerima sogok, orang yang menyogok dilaknat. Itulah pentingnya ekonomi.

Ketiga. Bangkitkan ekonomi umat.

Nabi mementingkan bisnis, bukan hanya beribadah. Perhatikan doa masuk masjid "A‌llahummaf-tahlii abwaaba rahmatika" Wahai Tuhanku, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Sedangkan doa keluar mesjid "A‌llahumma innii as-aluka min fadhlika" Bukakan untukku rezki.
Kenapa minta rezki? Karena diluar mesjid rezeki bertebaran.

Bapak-bapak ibu-ibu, setelah ceramah ini nanti jika ada yang bertanya siapa yang ceramah tadi? Ustad Somad. Siapa yang disebelahnya? Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A. Lulusan Al Azhar Mesir yang sekarang menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat. Apa isi ceramahnya? Masukkan anak ke pesantren, pilih pemimpin muslim, dan bangkitkan ekonomi umat. Tiga itu sebagai cara meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records