Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Ini Penting!

Para Pejalan 02/Jul/2018 Puasa Syawal Puasa enam Pekan Baru View : 861 |
Setelah berpuasa, menyambung silaturahim, jangan lupa, ini penting walaupun sunnat. Puasa enam hari di Bulan Syawal.
Pa Ustadz, kami kemarin puasa tinggal tujuh hari, bagaimana ini ustad? Ganti dulu tujuh hari, setelah tujuh hari baru tambah puasa enam.
Tujuh tambah enam, tiga belas pa ustad, habislah kue hari raya tu..
Siapa yang tidak sanggup, saya yakin banyak yang tidak sanggup. Puasa 13 hari, baru saja puasa 30 hari ditambah lagi 13 hari.

Siapa yang mengqodho puasa enam hari di bulan syawal, otomatis dapat juga pahala puasa sunnat di bulan syawal.

Kenapa tadi ustad menyebut ibu? Karena biasanya ibu-ibu yang tinggal puasa tujuh hari. Ternyata bapak waktu di tengok 17 hari tinggal puasa. Banyak pula tinggal puasanya daripada ibu itu lagi. Maka saya sebut bapak dan ibu yang puasanya tinggal maka qodho saja. Qodho bukan kobo. Kobo itu basuh tangan. Qodho di bulan syawal enam hari otomatis (dapat puasa sunnat 6 hari).

Di awal syawal boleh, di tengah boleh, di ujung boleh. Berturut-turut boleh, di pisah-pisah boleh. Terserah, bebas.

Puasa ramadhan tidak berat. Bapak puasa, saya puasa. Tapi puasa syawal berat, kita puasa, orang tidak puasa. Saya berpuasa (syawal). Walaupun puasa ini sunnat, tapi bagi penceramah, jangan cuma pandai berceramah. Kalau saya datang ke undangan bapak, ibu, mohon maaf saya sedang berpuasa, bukan tidak menghormati bapak, ibu. Saya berceramah mengajak orang. Jangan jadi ustad calo. Marilah puasa, sendirinya tidak puasa. Ketika saya sedang berpuasa datang ke kampus. Turun dari lantai tiga datang pegawai kantor UIN. "Ustad, ada nasi kotak di ruang dosen". Saya sedang puasa. Batalkan sajalah ustad katanya. Saya bilang, kita tengok lauknya dulu, kalau cuma ikan goreng tak usahlah. Sudahlah lauk tak enak, puasa kita hilang satu hari.

Khutbah saya di mesjid Darul Abror, mesjid DPR Provinsi. Samping Awal Bros. Selesai khutbah datanglah jamaar. Assalamualaikum ustad, maaf lahir bathin bla bla bla.. ustad, kalau berkenan ke depan kita sebentar. Depa mana? Pondok Baung (nama restoran). Saya puasa pak.
Begitu selesai puasa enam hari bulan syawal, tak ada orang mengajak (makan). Jadi memang godaan ini luar biasa. Maka puasa ini amat sangat baik. Apa intinya? Menjaga continuitas, keberlangsungan amal. Hikmah dibalik itu semua adalah badan tidak terkejut.

Ada sesuatu yang ada di Riau tapi tidak ada di tempat lain. Hebatnya ulama Riau, khususnya Kabupaten Kampar, bisa orang Kampar berpuasa sunnat seperti puasa wajib. Makanya ada namanya hari raya enam. Hebatnya perjuangan ulama dahulu. Ibadah sunnat dapat dibuatnya seolah-olah menjadi wajib.

Puncak dari semuanya adalah Syawal. Syawal, seperti timbangan yang kalau diletakkan di bagian yang satu maka ada bagian yang naik. Bagian yang naik ini di sebut syawal. Ekor kambing ke bawah, ekor kucing ke bawah, ada satu ekor yang naik ke atas, ekor kalajengking. Ekor yang naik ke atas itu namanya syawal. Maka arti syawal adalah naik ke atas. Meningkat! itulah arti syawal. Jadi kalau ada orang yang menurun amalnya maka itu bukan syawal.

Apa yang meningkat di bulan syawal? ada tiga:

  1. Pertama, meningkat ilmu karena pengajian-pengajian.
  2. Kedua, meningkat amal. Witir, taraweh, itikaf, zikir, doa, baca Quran.
  3. Ketiga, meningkat iman.

Kalau ketiga ini meningkat, best. Tapi kalau yang meningkat itu kolesterol, diabetes, gula darah, berat badan maka kita perlulah merenung sejenak.


admin
Jumlah Catatan: 0
No records