Penyebab mesjid makin sepi

JawabanUAS.com 24/Jan/2018 Shalat berjamaah fardu kifayah View : 1444 |
Pertanyaan
Saya melihat video Ustad yang menyatakan hukum shalat berjamaah di mesjid bagi laki-laki adalah wajib. Ustad telah memberikan lima dalilnya namun ada juga pendapat yang mengatakan sunnat muakad, adakah itu bisa dianggap khilafiah?

Jawaban Ustad Abdul Somad
Menurut Mahzab Maliki shalat berjamaah di mesjid adalah sunnat muakad, menurut Mahzab Syafi'i adalah fardu kifayah, menurut Mahzab Hambali adalah fardu ain. Itulah sebabnya banyak mesjid di tempat kita orang tidak datang shalat berjamaah ke mesjid karena dia mengikuti faham fardu kifayah (Mahzab Syafi'i). Asal di mesjid ada yang berjamaah (walaupun hanya imam dan sedikit makmum) maka kewajiban gugur. Sama hukumnya seperti memandikan jenazah.
Salahkah Imam Syafi'i? tidak! karena pada masa itu mesjid kecil orang banyak, sekarang terbalik, mesjid besar jemaah tidak ada. Andai Imam Syafi'i hidup sekarang tentulah ijtihadnya berubah karena Imam Syafi'i memiliki Qaul qadim (kumpulan ijtihad lama) dan qaul jadid (kumpulan ijtihad baru). Semasa ia di Kufa Irak menggunakan qaul qadim, kemudian pindah ke Mesir tahun 200 (meninggal 204) selama empat tahun datang ijtihat jadid (baru) karena melihat keadaan. Ini ijtihad ulama, ijtihad imam.
Melihat keadaan sekarang, umat meninggalkan mesjid perlu kita ambil pendapat yang mengatakan fardu ain, jika tidak umat akan tinggal.
Dalilnya mana?
Pertama, nabi selesai shalat memandang kepada jemaah dan bertanya, "mana fulan, mana fulan, kenapa tidak datang shalat berjamaah?" . Seandainya fardu kifayah tentulah nabi tak perlu bertanya.
Kedua, nabi mengancam "mereka yang tidak shalat ke mesjid, berhenti. jangan lagi shalat di rumah. Kalau mereka masih shalat di rumah aku akan bakar rumah mereka".
Ini adalah ancaman, atau larangan. Larangan adalah haram, lawan haram adalah wajib. Maka shalat berjamaah di mesjid adalah wajib.
Ketiga, ketika sedang perang, tetap melaksanakan shalat berjamaah, namanya shalat Khauf. Caranya, baris pertama shalat, baris kedua berjaga-jaga. Baris pertama selesai shalat, mundur, baris kedua maju dan melaksanakan shalat sementara baris dibelakangnya berjaga-jaga. Dalam perangpun tetap shalat berjamaah apalagi tidak perang.
Keempat, nabi didatangi oleh Abdullah bin Ummi maktum "Ya Rasulullah izinkan aku shalat dirumah karena aku buta, tidak ada orang yang membimbing mengantarkan aku ke mesjid". Nabi bertanya "apakah telingamu mendengar suara azan?". Hal itu menunjukkan orang buta yang tidak dapat melihat jalan tapi masih mendengar azan maka tetap disuruh ke mesjid. Kalau orang buta saja disuruh ke mesjid apalagi yang sehat.


admin
Jumlah Catatan: 0
No records