Penjelasan Ustadz Abdul Somad Tentang Islam Nusantara.

Tafaqquh video 01/Oct/2018 Islam Nusantara Sama Islam di Arab Kampar View : 803 |
Tabligh Akbar Masjid Al Ihsan Markaz Islamy Kampar. 27 Juli 2018.
Ada agama yang diambil namanya dari tokoh orang. Contohnya Zoroaster. Agama Zoroaster ini berkembang di Persia. Namanya diambil dari nama nabinya, namanya Zarathustra. Kemudian, Kristen, diambil dari nama tokohnya yaitu Yesus Kristus. Kemudian, Nasrani, diambil dari nama daerah. Satu daerah di Palestina namanya Nazaret.

Ada juga yang diambil dari nama tokohnya, Konghucu. Nama tokohnya Kong Fu Tze. Ada lagi yang diambil dari nama seorang laki-laki bernama Sidharta Gautama, yang bersemedi dibawah pohon bodhi, mencapai pencerahan lalu diberi gelar sang Budha. Menjadi agama Budha. Ada agama yang diambil dari nama suku dan nama orang yang melahirkan keturunan. Nabi Ibrahim punya anak namanya Ishak, Ishak punya anak namanya Yakub, Yakub punya anak namanya Yusuf, Yusuf punya saudara namanya Yahuza. Cucu cicit Yahuza disebut dengan Yahudi. Menjadi nama agama, namanya Yahudi. Nama orang sekaligus nama bangsa. Apa bedanya dengan Israel? Nabi Ibrahim punya anak bernama Ishak, Ishak punya anak namanya Yakub. Yakub ini punya nama dua, yaitu Israel. Isra berarti hamba, El berarti tuhan. Israel adalah hamba tuhan. Cucu cicit keturunan Israel disebut dengan Bani Israel. Nama agama sekaligus bangsa sekaligus nama negara.
Sedangkan Islam tidak diambil dari nama tempat. Jika diambil dari nama tempat pastilah nama agama kita "Madani", diambil dari nama kota Madinah. Islam tidak diambil dari nama orang. Seandainya diambil dari nama orang, pastilah nama agama kita Muhammadinism. Agama Islam diambil dari nama sifat, dan Allah yang memberikannya. Waraditu lakum islam.

Apa arti Islam secara bahasa? Al inkiyat wal khudu wa tho'ah. Inkiyat artinya patuh, khudu artinya merendahkan diri, tho'ah artinya taat. Itulah Islam secara bahasa. Ketika dijajah, Indonesia tunduk dan patuh kepada Belanda. Diambil hasil alam kita, ambillah. Tak melawan. Tidak boleh mendirikan negara, ikut. Islam kalau masih mengikuti hawa nafsu, belum Islam. Masih mengikutkan selera, belum Islam. Tunduk, patuh, berserah diri kepada Allah.
Maunya kita malam ini duduk santai didepan tv, karena sudah capek bekerja, senin, selasa, rabu, kamis, jumat. Weekend, libur, duduk santai, nonton tv, pakai celana pendek, berbuat sesuka hati. Itu mengikut hawa nafsu, tidak Islam. Kalau Islam, ikut aturan Allah.

Adapun Islam menurut istilah adalah, menghambakan diri kepada Allah, beribadah sebagaimana disyariatkan Allah. Islam bukan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saja. Yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, islam. Ayatnya? Ibrahim tidak yahudi, Ibrahim tidak nasrani, Dia muslim. Nama agamanya Islam. Orang yang beragama islam disebut muslim. Apa agama Nabi Sulaiman? Islam. Mana dalilnya? Waktu Ratu Bilqis berkata "Aku ikut masuk Islam bersama Sulaiman". Tapi islamnya Sulaiman, islamnya Nabi Musa, Islamnya Isa, Islamnya Ibrahim tak sama dengan Islamnya Nabi Muhammad dalam syariatnya. Dalam akidahnya sama. Semua nabi akidahnya sama yakni Lailahailallah. Tapi cara ritual ibadahnya berbeda. Jadi kalau bicara islam, jangan benturkan islam dengan Nabi Isa, jangan benturkan islam dengan Nabi Musa. Karena Isaa islam, Musa islam, Ibrahim Islam. Dalam islam ada tiga hal, akidah, syariah dan ahlak.

Sekarang pembahasab tentang nusantara.
Nusa artinya pulau. Antara artinya luar. Nusantara berarti pulau-pulau yang diluar. Maka kepulauan ini disebut nusantara. Istilah ini sudah ada dari dulu. Tetapi kemudian kita memberi nama negara kita ini Indonesia. Indo berarti daratan India, Nesia berarti pulau-pulau. Indonesia berarti pulau-pulau yang berada dibalik/setelah India. Makanya dalam bahasa arab, terjemahan Indonesia ini adalah Al juzur al India (jamak dari jazirah yang berarti pulau-pulau, yang ada idbalik India ). Ini sudah menjadi mata kuliah di UIN Suska. Nama kuliahnya Studi Islam Asia Tenggara. Cuma beda istilah saja. Islam di nusantara, Islam di Indonesia, Islam di Asia Tenggara. Karena kalau sudah disebut nusantara, itu berarti bukan hanya Indonesia. Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei, Singapura. Karena nama-nama (negara) ini datang belakangan setelah penjajahan barat.

Islam DI Nusantara. Adakah bedanya dengan islam yang ada di Mekah? di Madinah? Sama!. Karena sama-sama Ashaduala Ilahailallah Muhammad Rasulullah.

Kta mau menunjukkan bahwa kami di nusantara ini punya ulama-ulama yang kaliber internasional, yang hafal Quran, yang hafal hadist. Bukan cuma mengekor, bukan cuma copy paste, tapi orang yang hebat-hebat luar biasa. Orang nusantara yang pertama menerjemahkan Al Quran dalam bahasa Melayu, seorang laki-laki bernama Syeh Abdurrauf as-Singkili. Kitabnya berjudul Tarjuman al-Mustafid. Setiap kali kita membaca terjemah Al Quran, mengalir pahala buatnya. Orang Aceh memanggilnya dengan nama Syah Kuala.. Orang Aceh menyebut Syech dengan Syah. Tak ada hubungan dengan Syiah. Kuala adalah nama tempat dimana dia dimakamkan. Singkili menunjukkan daerah asalhnya di Aceh Singkil. Syak Kuala punya kitab hadis yakni Syarah Arbain.
Syech Abdurauf punya murid, salah satunya berasal dari Jawa Barat, namanya Syech Abdul Muhi Pamijahan. Makamnya masih diziarahi orang sampai sekarang. Dimuliakan orang. Lalu kemudian, Syech Aburauf punya murid dari Sulawesi bernama Syech Yusuf al Makassari, datang dari Makassar. Satu lagi murid Syech Abdurauf datang dari Ulakan Sumatera Barat bernama Syech Burhanuddin. Ini menunjukkan, zaman mereka belum ada google, belum ada internet tetapi mereka sudah punya jaringan ulama di nusantara.
Jadi dengan menjadi Islam di Nusantara tidak ada bedanya dengan Islam di Timur Tengah. Walaupun bukan orang arab, tetapi keislaman kita tak kalah dengan orang arab. Ulama-ulama di nusantara ini sudah punya spesialisasi. Bidang hadist, Syekh Mahfudz at-Tarmasi. Bukunya dalam bahasa Arab, dibaca orang arab, dicetak di arab di Beirut Libanon. Syekh Mahfudz at-Tarmasi, Tarmasi itu dimana? Pacitan, Jawa Tengah. Cicitnya masih ada sekarang. Lalu kemudian ada ulama, puncak ulama nusantara yang menjadi mufti. Mufti diambil dari kata fatwa. Kalau mufti sudah berfatwa, tak boleh ada ustad lain yang mengeluarkan fatwa. Mufti mahzab Syafi'i di Mekah, di Masjidil Haram, imam Masjidil Haram. Imam besar dan mufti dalam Mahzab Syafi'i. Namanya Syech Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Minangkabawi di ujung namanya menunjukkan asal kampungnya minangkabau. Dan dia punya murid-murid dari nusantara yang datang ke Mekah. Saya tidak sebut Indonesia karena mereka datang ke Mekah sebelum Republik Indonesia berdiri.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records