Penjelasan Buku 33 Tanya Jawab Qurban Ustadz Abdul Somad. 1 Hukum Berkurban

Tafaqquh video 24/Jul/2018 Tanya jawab Kurban Hukum Berkurban View : 669 |
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Bapak-bapak ibu-bu yang dimuliakan Allah Subhana Wa Taala.
Dalam sebuah hadist sahih, dikatakan nabi "Beramal shaleh pada sepuluh hari itu lebih di cintai Allah daripada hari yang lain". Yang dimaksud dengan sepuluh hari itu adalah dari tanggal 1 sampai 10 Dzulhijah. Dalam Al Quran Allah mengatakan "maka sempurnalah ibadah nabi musa kepada Allah 40 hari 40 malam".

Yang dimaksud dengan 40 hari 40 malam menurut ahli tafsir adalah 30 hari bulan Dzulqo'dah tambah 10 hari awal Dzulhijah.
Lalu amal apa yang paling baik di 10 hari itu? Dari tanggal 1 sampai 9 adalah amal puasa. Kenapa puasa? Karena "Puasa kamu untukku dan akulah yang memberikan balasannya". Ini menunjukkan bahwa kalau Allah menisbatkan suatu amal kepada dirinya maka amal itu mulia. Contoh, baitullah. Rumah, disinbatkan kepada Allah (menjadi) rumah Allah. Bukan berarti Allah berdiam di dalam rumah itu. Syirik naudzubillah. Maknanya Allah memuliakan rumah. Syahrullah, bulan Allah. Artinya Allah memuliakan bulan itu. Rasulullah, utusan Allah, Allah memuliakan utusan itu. Abdullah hamba Allah, Allah memuliakan hamba Allah itu. Maka Allah nisbatkan puasa itu kepada dirinya. "Puasamu untukku", bukan berarti Allah berhajat kepada puasa itu. Naudzubillah. Kata ahli hadist, makna puasamu untukku adalah Allah memuliakan puasa karena ibadah yang paling minim tingkat riyanya adalah puasa. Ibadah yang orang merasa paling dekat dengan Allah adalah puasa. Didalam puasa itu, orang sedang berakhlak dengan akhlak Allah. Allah tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan maka itu ada dalam puasa. Maka itu, jika kita yang badan sehat maka berpuasa. Jika terhalang pekerjaan berat usahakan jangan tinggal puasa pada tanggal 9 Dzulhijah.

Karena puasa tanggal 9 ada pahala khusus. Hadist riwayat Muslim "Puasa tanggal 9 Dzulhijah mengampunkan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang".

Nanti kita lingkari di kalender pada tanggal 9 Dzulhijah puasa arafah. Pada saat malam hari, malaikat paling banyak turun pada malam lailatul qadr sedangkan pada siang hari malaikat paling banyak turun pada siang di padang arafah. Teman, sahabat, tetangga yang sedang berhaji tidak puasa arafah, sedang ibadah kita di sini adalah melaksanakan puasa arafah.

Adapun pada tanggal 10 Dzulhijah diharamkan berpuasa.

Maka pada tanggal 10 ini perbuatan yang paling baik adalah berkurban. Hewan kurban itu nanti akan datang nanti pada hari kiamat dengan tanduknya, dengan kukunya, dengan bulunya (bersaksi). Tanduk, kuku, bulu, ketiganya adalah sampah. Apa pelajaran dari sini? Kalau tanduk, kuku dan bulunya saja bersaksi pada hari kiamat, apalagi dagingnya. Semuanya akan bersaksi dihadapan Allah. Kata nabi, sucikanlah diri kamu dengan menyembelih hewan kurban.

Pada pagi itu, selesai shalat ied, nabi pulang mengambil kambingnya. Jenis kambingnya akronaini, sudah bertanduk yang artinya cukup umur. Nabi memotong dengan tangannya sendiri. Bismillah Allahuakbar, Allahumma hadza minka wa laka. Ini dari Dngkau dan ini untuk Engkau. Jangan bayangkan bahwa darah, tulang, bulu menjadi sesajen, naudzubillah. Dagingnya bukan untuk Allah, darahnya bukan untuk Allah, yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan dari orang-orang yang menyembelihnya.

Permasalahan dalam kurban ini tiap tahun itu-itu saja. Pertanyaan dari jamaah tentang kurban itu-itu saja. Maka muzakarah alumni Al Azhar se Provinsi Riau tahun 2010-2011 menghasilkan buku 33 tanya jawab kurban. Kita tidak bahas satu persatu. Yang kita baca hanya permasalahan yang sering menimbulkan problem di masyarakat.

Pertama adalah hukum berkurban.

Ada ustad berceramah mengatakan kurban itu wajib, ustad satu lagi mengatakan sunnat muakkad. Dalam buku ini disebutkan dua-duanya. Yang mengatakan kurban itu wajib dalilnya hadist nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. "Siapa yang punya kelapangan rezeki tidak mau berkurban jangan dekat-dekat tempat shalat kami". Itu ancaman keras. Kalau sudah ancaman berarti wajib. Itu yang dipegang oleh mahzab Hanafi. Sedangkan mahzab Hambali, Syafii, Maliki maka menurut mereka sunnat muakkad. Apa dalilnya? "Ada satu perkara yang bagiku wajib, bagi kamu hanya sunnat saja". Shalat witir, shalat dhuha, berkurban. Menurut hadist ini, nabi wajib berkurban tapi kamu sunnat saja, sukarela. Pernah satu tahun Abu Bakar dan Umar tidak berkurban. Karena Abu Bakar dan Umar ingin menjelaskan pada kaum muslimin. "Kami tahun ini sengaja tidak berkurban karena ingin menjelaskan bahwa berkurban itu hukumnya sunnat, tidak wajib. Tapi jangan ini dijadikan dalil untuk tidak berkurban.

Kedua. Diantara syarat berkurban adalah....


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records