Nasib Bank Syariah di Indonesia. Akankah maju? Atau malah dimatikan umat?

Dakwah Terbaru 26/Feb/2018 Bank Syariah Yogyakarta View : 1002 |
Uang yang banyak jangan disimpan di bank konvensional, karena uangnya akan berbunga dan bunga itu riba. Riba itu dosa.
Ada yang berpendapat bahwa semua bank adalah bank konvesional. Bank Muamalat, bank syariah sebenarnya sama saja,

bedanya hanya tampilan dan nama, yang satu istilahnya bunga yang syariah menamakannya bagi hasil. Ini orang yang tidak mengerti.
Saya minggu kemarin baru pulang dari Kuala Lumpur, ada undangan ceramah dari Bank Rakyat (tidak ada kata syariahnya). Saya pikir ini bank konvensional, saya sudah siap-siap saja mau pulang. Kemudian panitia menjelaskan bahwa dulunya Bank Rakyat ini memang bank konvensional, tetapi sejak beberapa tahun ini sudah dikonversi menjadi Islamic Bank, hanya namanya tidak dirubah. Tetapi isinya yang berubah menjadi bank Islam. Biasanya, dimana-mana namanya adalah Islamic Bank. Di Dubai namanya Islamic Bank, di Mekah namanya Faisol Islamic Bank. Kenapa di Indonesia tidak memakai nama Islamic Bank? Karena kita pernah mengalami suatu masa dimana tidak boleh membawa-bawa nama Islam. Maka dibuatlah nama Syariah.  Maka berdirilah Bank Muamalat yang berbasis syariah.  Luar biasa perjuangan ulama mendirikan bank syariah ini. Pada perkembangannya, bank konvensional membuka cabang/divisi syariah. Misal Bank Mandiri yang membuka cabang/divisi yang dinamakan Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah. Persyaratannya adalah dalam waktu 16 tahun harus memisahkan diri. Jika divisi syariah di bank konvensional ini tidak dapat berdiri sendiri dalam waktu 16 tahun maka akan ditutup. Dari awal pendirian divisi syariah ini menempel ke induknya bank konvensional adalah untuk dapat berdiri sendiri sebagai bank syariah. Sehingga diharapkan dapat membangkitkan perekonomian syariah.
Apa yang terjadi sekarang? 85% Muslim di Indonesia ini tetapi kemajuan bank syariah hanya 6%. Ini dikarenakan kurangnya kesadaran. Ini adalah tanggungjawab kita bersama. Ustadz-ustadz, dai-dai harus ngumpul menyatukan pandangan mengenai hal ini, kalau tidak berapa banyak kita makan riba. Nauzubillah.
Kita menginginkan rezeki harta, uang yang berkah, maka gunakanlah bank syariah yang murni muamalat. Sedangkan bank syariah yang masih menempel di bank konvensional jika tidak dapat berdiri sendiri dalam 16 tahun maka akan ditutup, begitu menurut undang-undang. Jika kita semua bersemangat (membantu bank syariah) ini maka nanti akan terbentuk bank syariah yang murni. Sekarang ini masih dalam proses "Menuju Syariah". Jadi yang menghidupkan bank syariah ini adalah kita. Yang membunuh bank syariah ini juga kita. Jangan sampai nasib bank syariah ini seperti kerakap hidup di batu, mati segan hidup tak mau.
Jadi ustadz-ustadz harus diberi pemahaman yang baik, cukup dan benar mengenai perbankkan syariah. Ada namanya Dewan Syariah Nasional yang diketuai oleh KH Ma'ruf Amin (Ketua Majelis Ulama).


admin
Jumlah Catatan: 0
No records