Nabi Muhammad berpuasa lebih banyak di Bulan Syaban dibanding bulan lainnya

Tafaqquh video 16/Apr/2018 Keistimewaan Bulan Syaban Puasa An Nur Pekan Baru View : 351 |
Keutamaan puasa di bulan Sya'ban.
Kajian Syarah Hadits, ba'da sabtu subuh Masjid Raya An Nur Provinsi Riau. (29 April 2017)

Suatu ketika Usamah Ibnu Zaid bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa begitu banyak seperti puasa engkau di Bulan Syaban". Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Usamah Ibnu Zaid dekat sekali dengan nabi. Sampai dia tau kapan nabi makan atau puasa. Dia tau bahwa nabi berpuasa di bulan ini lebih banyak dibanding bulan yang lain.

Menunjukkan kedekatan yang luar biasa. Ini juga menunjukkan bahwa sahabat nabi itu tidak menelan ajaran Islam bulat-bulat. Juga menunjukkan bahwa sahabat itu tidak takut kepada nabi. Walaupun umurnya jauh. Saat hijrah umur Usamah Ibnu Zaid adalah tujuh tahun, berarti saat hijrah itu umur nabi adalah 53 tahun. Bayangkan anak umur 7 tahun bertanya pada nabi yang saat itu berumur 53 tahun.

Nabi menjawab pertanyaan tersebut "Itulah bulan yang banyak dilupakan orang yang terletak antara bulan Rajab dan Bulan Ramadhan". Bulan Rajab adalah salah satu dari bulan mulia, dan Bulan Ramadhan adalah bulan suci dan yang didalamnya terdapat lailatul Qadar. Beramal dibulan yang banyak dilalaikan orang pahalanya besar. Beramal disaat orang lain lupa berpahala besar. Contoh. Pada malam hari, semua orang tidur. Nabi berpesan, shalatlah engkau ditengah malam ketika orang-orang sedang tidur.
Alasan yang kedua, kata nabi, bulan itu (Sya'ban) diangkat catatan amal manusia selama setahun. Maka ketika catatan amalku itu diangkat, aku ingin sedang dalam keadaan berpuasa.

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, amal harian diangkat setelah ashar, makanya shalat ashar utama berjamaah karena bersama dengan malaikat.
Amal pekanan (saya tidak sebut mingguan karena minggu berarti hari menyembah tuhan), satu pekan selama tujuh hari, catatan diangkat pada hari kamis.
Dan ada pengangkatan catatan amal selama setahun, yakni pada bulan Sya'ban. Ini adalah catatan amal selama 12 bulan atau satu tahun.

Pada saat amal harian dilaporkan kepada Allah, Allah bertanya kepada malaikat Allah bertanya bukan karena tidak tahu. Allah bertanya dalam banyak ayat dan dalam banyak hadist. Begitulah cara Allah memberi tahu kepada orang yang tidak tahu. "Hai malaikat, ketika engkau bawa buku catatan amal hambaku itu tadi mereka sedang apa?". Malaikat menjawa "Mereka sedang shalat ashar berjamaah bersama dengan kami".
Untuk amal sepekan, Allah bertanya "Ketika membawa catatan amal satu pekan, mereka sedang apa?", Mereka sedang puasa hari kamis Ya Allah.
Begitu juga dengan tahunan. "Ketika kalian bawa catatan amal setahun itu, mereka sedang apa?" Mereka sedang puasa ya Allah. Mereka tahan makan, mereka tahan minum, mereka tahan mata, mereka tahan syahwat padahal semua itu halal.
Apakah mereka pernah melihat surgaku?
Tidak
Apakah pernah mereka merasakan nerakaku?
Belum.
Apakah pernah mereka melihat aku?
Tidak.

Ternyata mereka sudah sampai pada maqam ikhsan. Merasa selalu berada dalam pengawasan Allah.

Hadis yang mengisahkan ini diriwayatkan oleh Imam An Nasa'i dalam kitab Al Sunan. Status hadis adalah hasan.
Disisi lain hadis ini memberikan khabar gembira bagi yang banyak hutang puasa. Berpuasa untuk mengqodo puasa dibulan Sya'ban ini banyak keutamaannya. Qodo puasa pada hari senin, maka dapat juga pahala puasa senin dan dapat pahala puasa sunat.

 


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records