Menjawab Kapolri, cara mencegah konflik, ini JawabanUAS

TAMAN SURGA. NET 05/Mar/2018 Pertanyaan Kapolri Mencegah konflik Az Zikra Sentul View : 1246 |
Visi dan Misi Seorang Muslim
4 Maret 2018 Ceramah Terbaru Ust. Abdul Somad, Lc. MA di Masjid Az-Zikra Sentul BOGOR

Pertanyaan dari Kapolri Jenderal Tito
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Yang saya hormati Ustadz Arifin Ilham, yang saya cintai Ustadz Abdul Somad serta segenap majelis Al Zikra yang Insya Allah dirahmati Allah Subhana WaTaala.
Pertanyaan saya agak sedikit umum. Kita melihat bahwa ada beberapa negara yang penduduknya muslim yang terjadi gejolak seperti di Suriah, Afganisthan, Irak, Yaman dan juga di Mesir. Konflik ini terjadi antara muslim dengan muslim lainnya. Negara Indonesia ini adalah negara sangat besar yang penduduknya dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Apakah kemungkinan konflik seperti di Suriah, Irak, Afganisthan bisa terjadi di Indonesia? Kalau mungkin terjadi, bagaimana cara kita mencegahnya dan bagaimana kira-kira khususnya selaku kapolri dan kepolisian dapat mengatasi untuk mencegahnya. Terima kasih, Assalamuallaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

JawabanUAS

Apapun bisa saja terjadi maka dalam Al Qur'an dikatakan "injaakum fasiqun binabain" (Q.S al Hujurat 6), kalau datang orang membawa suatu berita maka klarifikasi. Yang selalu membuat kita tidak baik adalah komunikasi yang tidak baik. Alhamdulillah, kita bisa duduk bersama dalam satu majelis. Antara saya dengan Ustadz Arifin Ilham tidak boleh ada orang lain yang merusak hubungan kami. Ketika ada isu menyampaikan ke saya "Ustadz Somad, Ustadz Arifin Ilham mengatain ustad, katanya Untuk apa ustadz penakut, ga berani istri dua, tentu saya klarifikasi Apa benar ustadz mengatakan demikian? Kata Ustadz Arifin Ilham memang benar.
Begitu juga dengan hal ini, Alhamdulillah kita bisa duduk bersama satu majelis sehingga jika ada percikan-percikan api cepat kita padamkan, jangan sampai seperti bom waktu yang siap meledak, jangan sampai seperti api dalam sekam sehingga cepat diselesaikan.
Maka salah satu yang kita lakukan adalah Tabayun/klarifikasi.

Yang kedua adalah kepastian hukum. Yang tidak pasti untuk dipastikan. Banyak WA yang masuk ke saya minta untuk langsung ditanyakan ke bapak dengan macam-macam pertanyaan "Ustadz Somad, tolong ditanyakan, kenapa "es lilin" ditangkap "es kobar" enggak? pertanyaan ini tidak bisa saya jawab, ini mesti ada dari mabes menjelaskan, dan kalau itu dijelaskan dengan seksama saya kira jika ada pihak ketiga yang merusak hubungan. Apalagi kita ini disamping kita ini Islam juga kita ini memiliki budaya timur, budaya komunikasi yang baik, budaya melayu, budaya adat istiadat kita maka kita lebih unik. Kalau di sana (arab) negara yang besar terpecah menjadi negara yang kecil-kecil (menjadi 22 negara arab), justru kita uniknya, kita ini adalah kerajaan melayu-melayu dari atas ada kerajaan Aceh, Sumatera Utara ada empat kerajaan melayu yakni Melayu Langkat, Melayu Serdang, Melayu Asahan, turun lagi ada Melayu Siak Sri Indrapura, Melayu Indragiri, Melayu Riau Lingga, Melayu Pelalawan, turun lagi ada Melayu Palembang, Melayu Jambi, sampai Bengkulu, Lampung dll yang kesemuanya menyatu menjadi negara Republik Indonesia.
Insya Allah kalau kita pelihara maka "azab tidak akan turun kalau Muhammad ada ditengah kalian dan musibah tidak akan ada selama kita beristighfar" dan setiap hari pagi petang siang malam, anak-anak di Az Zikra ini beristighfar. Karena itulah Insya Allah negeri ini akan tetap aman dan damai.

Pertanyaan moderator

Dalam proses tabayun ini kita tidak boleh menyebarkan hoax yang justru mengeruhkan suasana.

JawabanUAS

Jangan suka menyebar hoax, karena nanti orang yang suka menyebar hoax walaupun amalnya baik nanti dia akan masuk kedalam surga yang hoax juga.

 


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records