Menjalankan amanah dengan adil mendapat naungan Allah

Tafaqquh video 14/Feb/2018 Amanah Malaysia View : 433 |
Pertanyaan
Apakah kita boleh menolak amanah sementara kita tidak mau, tapi sahabat menunjuk kita. Apakah amanah itu dari Allah? Bagaimana cara tetap istiqomah memegang amanah?
"Menjaga Amanah" - Ustadz Abdul Somad, Lc. MA di Masjid Negara, Malaysia

JawabanUAS

Ada saatnya kita meminta amanah. Abu Dzar Al-Ghifari meminta amanah kepada Rasulullah. "Mengapa kau tidak mengangkat aku menjadi amil zakat Ya Rasulullah?" Menjadi amil zakat memikul amanah, mengurus zakat mal dll. Apa kata nabi? "Engkau ini orangnya lemah sedangkan amanah itu dilaksanakan oleh orang yang kuat". Orang yang diangkat untuk memegang amanah itu mestilah orang yang kuat dan al amin (amanah). Ada orang yang amanah tetapi dia tidak kuat, dia lemah, bicaranya lembut. Dia hanya sholeh untuk diri dia tidak untuk orang lain. Jika mengangkat pemimpin mestilah orang yang kuat.  Seperti Nabi Yusuf yang meminta amanah menjadi bendahara di negeri Mesir.

Orang yang punya ilmu dan amanah tetapi membiarkan orang lain yang berkhianat dalam memegang amanah maka dia ikut berkhianat. Orang yang diam melihat penghianatan terhadap amanah (mempermainkan amanah) maka dia adalah setan akhros (setan bisu).  Itu bukan ucapan saya, itu adalah ucapan Abu Ali Ad-Daqqooq.

Bila engkau diberi amanah, engkau jaga amanah itu maka itu adalah bagian dari ibadah.  Ada tujuh golongan manusia yang mendapat naungan Allah, satu diantaranya adalah orang yang mampu memegang amanah. Jika mampu memegang amanah dan adil maka engkau lebih utama daripada ulama. Orang yang pertama sekali mendapat naungan Allah adalah orang yang memegang amanah dan adil dalam menjalankan amanah itu. 


admin
Jumlah Catatan: 0
No records