Mengelola Amarah menurut ajaran Islam. Hadist Arbain 16

Tafaqquh video 09/Jun/2018 Manajemen marah Hadis Arbain Pekan Baru View : 664 |
Saya akan sampaikan kajian kita Al-Arba'in An-Nawawiyah lebih kurang 60 menit sampai pukul 10 kemudian kita break sejenak bershalawat setelah itu baru kita buka tanya jawab selama 30 menit.
Arbaun, empat puluh. An Nawawiyah, nama imam yang menulis kitab ini, Abu Zakaria Muhyuddin an-Nawawi, meninggal tahun 676 H. Kitab Empat puluh hadis yang disusun oleh Imam Nawawi. Disusun dengan sanad bersambung sampai ke Nabi Muhammad SAW.

Hadist ke 16 ini diriwayatkan oleh seorang laki-laki bernama Abu Syam (hamba matahari) yang setelah masuk Islam dirubah nabi namanya menjadi Abdurrahman ibnu shakhar at dausy. Dari Yaman yang masuk Islam pada tahun ke tujuh. Karena selalu membawa kucing maka dipanggil Abu Hurairah. Meriwayatkan 5374 hadist.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ رواه البخاري

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”. (HR. al-Bukhari)

Hadis ini memberikan petunjuk kepada kita kalau ketemu dengan ulama, orang shaleh, jangan lupa untuk minta pesan, nasehat. Ketika ketemu dengan seorang habib di Kota Malang, sebelum pulang saya minta nasehat kepada beliau. Apa kata beliau? "berjihadlah dijalan Allah wahai anakku, jangan takut jangan gentar Allah bersama engkau". Lalu kemudian saya ketemu dengan ulama di Surabaya. Saya tanya, kyai, kasih saya pesan kyai. Apa kata beliau? "hendaklah engkau berkata benar dan beramal ikhlas karena Allah". Jadi jangan pernah kosong dari pesan, nasehat ulama. Kita menjadi mulia karena saling memberikan pesan. Watawa shoubil haq, watawa shoubis-shobri. Saling memberikan pesan dalam kebenaran. Ulama-ulama adalah pewaris para nabi.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”.

Marah itu letaknya dimana? Kalau kita lihat orang marah wajahnya merah. Apakah marah itu di wajah? Bukan! Ada orang marah suaranya menggelegar, apakah marah itu leteknya dileher? Bukan. Bila ada orang marah matanya melotot, apakah marah itu di mata? bukan. Ketahuilah didalam jasad ada segumpal, sekepalyang kalau dia baik yang lain ikut menjadi baik, kalau dia rusak yang lain ikut menjadi rusak.

Kata Nabi, kalau sedang marah apa yang dilakukan :

  1. Ingat Allah. Begitu terasa mau marah langsung ingat Allah, ucapkan Astaghfirullah. Allah akan menurunkan ketenangan ke hati orang yang beriman. Itulah gunanya sering berzikir. saat kondisi mau marah cepat ingatnya kepada Allah. Jantungmu memangnya punya engkau? bukan! walaupun sudah dibawa sejak dari lahir bahkan sejak dalam kandungan. ma fis samawati wama fil ardh, apa yang ada di langit dan dibumi adalah kepunyaan Allah. Ayat ini untuk membuat kita rendah hati bahwa yang ada dibadan kita ini semuanya bukan punya kita. Ayat ini untuk membuat rendah hati, bukan untuk mengambil mangga tetangga dengan alasan semuanya adalah milik Allah. Jangan mempermainkan ayat.
  2. Biasanya orang yang sedang marah ingatannya hilang. Jika kita tidak ingat maka teman akan mengingatkan kita.
  3. Rubah posisi. Jika marah sedang berdiri maka duduk. Jika marah ketika sedang duduk, maka berbaringlah.
  4. Ketika marah, marah itu adalah gejolak api neraka. Gejolak api neraka dipadamkan dengan air, maka padamkanlah dengan air wudhuk. Begitu terasa marah, padamkan dengan wudhu. Jika perlu mandi.

Ini adalah terapi menghadapi marah menurut nabi. Nabi bukanlah terapis karena menemukan melalui percobaan. Tetapi karena wahyu dari Allah.

Bulan ramadhan bukan bulan menumpuk amal, tetapi bulan madrasah, pelatihan. Pembentukan karakter, sifat. Sifat yang dibentuk salah satunya adalah jangan marah. Jika ada orang yang mengejek mengajak ribut berkelahi maka diamlah katakanlah aku sedang berpuasa. Maka setelah ini marah akan terkendali.

Islam tidak membuang marah, Islam menempatkan marah pada tempatnya.

Ada saatnya nabi marah. Nabi keluar rumah dan dilihatnya ada orang yang sedang berkelahi tentang tafsir Al Quran. nabi marah "memang manusia ini hobinya berdebat, jangan berkelahi tentang Al Quran".
Jangan berkelahi, nanti kamu gagal, semangat kamu akan hilang. Itu sudah pasti. Maka bersabar, tidak boleh sumpah serapah, caci maki tidak tentu arah. Nabi pernah marah, marah pada tempatnya. Ketika selesai shalat, nabi memandang kebelakang dan bertanya "mana si fulan? mana si fulan? kenapa tidak datang shalat berjamaah?" Mereka yang shalat dirumah, berhenti. jangan ulang lagi shalat di rumah. Kalau masih saja shalat dirumah, aku akan bakar rumah mereka. begitu kata nabi marah. Walaupun nabi tidak melaksanakan (ancaman membakar rumah itu) tapi ini ancaman bagi orang yang tidak shalat berjamaah.

Jangan katakan Abu Bakar tidak pernah marah. Ketika datang laporan "Abu Bakar, mereka tidak mau membayar zakat". Kenapa mereka tidak mau membayar zakat? Karena kata mereka zakat hanya wajib kepada muhammad SAW. Karena ayat itu turun kepada Nabi Muhammad. Setelah Nabi meninggal maka tidak lagi wajib membayar zakat.

Abu Bakar marah "Demi Allah, kalau mereka tidak mau membayar zakat, aku akan perangi mereka".

Umar tidak setuju "mereka kan bersyahadat? Siapa yang sudah bersyahadat maka hartanya tidak boleh diganggu, darahnya tidak boleh tumpah. Mengapa kamu perangi orang yang tidak mau berzakat?". Abu Bakar menjawab, "siapa yang sudah mengucapkan Lailahailallah, Muhammadarasulullah maka dia ada kewajiban: shalat, zakat, puasa, berhaji bagi yang mampu. Siapa yang meninggalkan itu maka keluar dari Islam. Aku tidak ingin merusak mereka (justru) mereka ingin aku selamatkan karena tidak membayar zakat".

Program pertama Abu Bakar Shiddiq ketika diangkat menjadi khalifah adalah marah, marahnya karena Allah. Jadi bukan asal marah saja. Ali pernah marah. Ketika ada seorang laki-laki bernama Abdullah bin Saba yang menunjuk Sayidina Ali dan berkata "engkau adalah Allah ". Menurutnya Allah bersemayam dalam diri Muhammad SAW. Ketika Nabi Muhammad meninggal Allah masuk kedalam diri Sayidina Ali. Maka Sayidina Ali marah, memerintahkan untuk tobat. Orang itu yahudi yang tidak mau masuk Islam malah merusak Islam, "bakar dia".

Umar pernah marah? Umar marah ketika datang seorang laki-laki membuat surat-surat palsu mirip seperti Al Quran. "Alfil, wama adrokama fill...., demi gajah, taukah kamu apa gajah itu, ekornya panjang". Ini nabi palsu, markasnya di Yamamah. "Siapkan pasukan perang, kita datang ke Yamamah" menghantam nabi palsu. Umar marah karena orang itu sudah merusak agama Allah. Damai itu ada saatnya, kitapun suka damai. Tapi ada saatnya kita marah. Islam tidak menggunting kemarahan. Islam tidak melarang seni. Siapa orang yang kuat itu?

Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika dia marah. Marah menghinakan orang terhormat.

Menaikkan derajat orang yang hina dengan sabar, menjatuhkan yang tinggi dengan kemarahan.

Orang kaya jika marah-marah terus maka orang lupa akan jasa-jasanya yang lama. Misal sering bersedekah kepada anak yatim, tetapi saat marah "hei anak yatim, jika bukan karena aku kalian sudah jadi gelandangan" maka hilanglah semua budi baiknya.

Kata nabi, "kata-kata yang baik, pemberian maaf, sabar lebih baik daripada sedekah yang menyakiti hati orang lain". Lebih baik menahan marah daripada bersedekah tetapi menyakiti hati orang lain. Jangan memperturutkan amarah. Karena marah belum ada obatnya sampai sekarang.

Shalat, zakat, puasa, haji adalah baik. Tapi kalau sampai marah, mencaci maki, sumpah serapah hanya karena motivasinya marah, ingat shalatnya hilang, puasanya melayang, hajinya terbang. Salah satu sifat orang takwa adalah menahan amarah. Muslim adalah selamat orang lain dari lisan, mulutnya.

Itulah beberpa penjelasan dari hadis ke 16.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records