Memilih Karena Dibayar Dalam Fiqih Politik

FSRMM TV 07/Feb/2018 politik Islam Fiqih Siasah View : 416 |
Ceramah saya dalam bulan Ramadhan judulnya politik Islam. Dalam fiqih Islam ada istilah Al Ahkam As Sultoniyah (hukum hakam kesultanan), ada istilah Al Imamah (imam), ada istilah Al Khilafah (pemimpin khalifah). Istilah-istilah itu nama dalam politik Islam

Islam mengurus masalah fiqih ibadah seperti shalat, zakat, puasa, haji. Ada juga namanya fiqih muamalat seperti gadai, pinjam meminjam, hutang piutang. Ada namanya fiqih Munakahat seperti nikah, talak, rujuk, khuluk. Ada namanya fiqih jihad, ada namanya fiqih siasah (politik Islam).
Dengan perkembangan zaman, maka muncullah para ahli ijtihad. Nama kitabnya Min Fiqh Daulah (Fiqih kekuasaan) ditulis oleh Syekh Yusuf Al Qardawi. Orangnya masih ada sekarang tinggal di Qatar. Salah satu hal yang ditulis di kitab itu adalah "waktu mencoblos pada saat memilih pemimpin berarti saat itu kita sedang bersaksi dihadapan Allah bahwa saya bersaksi bahwa orang ini layak menjadi pemimpin saya kedepan". Jadi memilih pemimpin ini bukan main-main.
Insya Allah orang Pekan Baru, orang Provinsi Riau, orang Indonesia bagi yang mapan ekonomi tidak akan mempan lagi dengan apa yang disebut dengan money politic.Jika ada calon menyebar uang 50 ribu untuk memilihnya Insya Allah yang mapan ini tidak akan mau. Tidak mau masa depan ditentukan oleh 50 ribu. Ada kawan saya sekelas dulu sekarang menjadi kepala desa, saya bangga karena satu desa itu dapat dia selamatkan dari narkoba, zina dan khamar.
Jangan lagi berpikir bahwa politik ini haram dalam Islam. Jika umat Islam mengatakan politik haram dan tidak mau berurusan dengan politik maka umat Islam akan dipimpin oleh politikus yang tidak peduli kepada Islam.


admin
Jumlah Catatan: 0
No records