Malam Nisfu Sya'ban Tidak ada dalam Qur'an, tapi ada dalam hadist shahih

Tafaqquh video 17/Apr/2018 Hadist malam Nisfu Syaban Masjid Az Zikra Bogor View : 745 |
Pertanyaan:
Tentang malam nisfu sya'ban. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa malam nisfu sya'ban itu tidak ada sehingga tidak perlu di syiarkan atau dilaksanakan ibadah khusus. Menurut ustadz bagaimana, itu mahzab apa?

Bedah Buku 99 Tanya Jawab Seputar Shalat - Ustadz Abdul Somad, Lc. MA (Masjid Az-Zikra - Sentul - Bogor)

JawabanUAS:

Pertama, sumber agama kita Al Qur'an. Kalau tidak ada dalam Quran, lihat dalam hadist. Kalau tidak ada dalam hadist, Ijma ulama (konsensus, kesepakatan), tidak ada ijma maka lihat dalam qiyas (analogi). Berapa sumber pengambilan hukum Islam? ada sepuluh.

  1. Al Quran
  2. Hadist
  3. Ijma
  4. Qiyas
  5. Al-Ihtisan
  6. Al-Maslahah al-Mursalah
  7. Al-Urf
  8. Al-Ishtishkhab
  9. Syar'u man Qoblana
  10. Madzhab ash-Shokhabi

Tapi yang disepakati empat mahzab ada empat yakni Quran, hadist, ijma, qiyas.

Malam nisfu sya'ban itu ada tidak dalam Quran? tidak ada. Dalam hadist? Ada!

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه, إلا لمشرك أو مشاحن

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya pada malam Nishfu Sya’ban kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyachin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam)”

Hadist ini shahih menurut Syekh Nashiruddin al-Albani. Haids ini diriwayatkan dari Abu Bakar RA. Hadist ini umum yang menjelaskan bahwa malam nisfu sya'ban itu ada.

Sekarang pertanyaannya, apakah kalangan salaf (tiga abad pertama) ada menghidupkan malam nisfu sya'ban? Ya! dimana kami bisa lihat kitabnya? Nama kitabnya Al-Mawahib al-Ladunniyyah, ditulis oleh Imam al-Qasthalani. Disitu dia sebutkan bahwa ada kalangan tabiin bernama Maqhul, Halid bin Makdan yakni kalangan tabiin di negeri Syam. Negeri Syam itu sekarang adalah Suriah, Lebanon, Yordania dan Palestina. Kalangan tabiin di negeri Syam merayakan malam nisfu sya'ban dengan shalat-shalat sunnat, dengan memperbanyak zikir dan doa, dan mereka datang ke mesjid dengan tiga hal:

1. Memakai jubah kebesaran.
2. Pakai Celak.
3. Pakai buhur. Asap dari kayu gaharu. Bukan asap kemenyan memanggil hantu jebalang tanah.

Maka di mesjid-mesjid dihidupkan asap kayu gaharu, memakai jubah kebesaran, pakai sorban. Mereka menghidupkan malam itu di negeri Syam. Adapun di Kota Mekah dan Kota Madinah, mereka tidak melakukan itu. Jadi antara sesama salaf pun ada ikhtilaf. Kenapa berbeda? Ternyata kalangan salaf di negeri Syam, mereka bertetangga dengan Romawi sedangkan orang Mekah dan Madinah tidak punya tetangga kafir. Tidak perlu menunjukkan syiar. Kalangan salaf di Syam perlu menunjukkan syiar kepada tetangganya Romawi, memperlihatkan kekuatan.

Tetapi nabi tidak menyebutkan ibadahnya apa. Memperbanyak shalat-shalat sunnat, memperbanyak baca Qur'an, memperbanyak zikir.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records