Konsep Meningkatkan Ekonomi Umat Islam dengan 212 Mart

Bela Ulama 26/Feb/2018 Ekonomi Islam 212 Mart Bekasi View : 606 |
Kita (Umat Muslim) diperintahkan untuk menginvestasikan uang kita, jangan menyimpannya.
masjid Raya Harapan Mulya-Bekasi 24 Februari 2018 [Ustadz Abdul Somad Lc,MA]

Konsep Meningkatkan Ekonomi Umat Islam dengan 212 Mart atau So Mart (Somad)

Kita (Umat Muslim) diperintahkan untuk menginvestasikan uang kita, jangan menyimpannya karena orang yang menyimpan uang sama seperti air sumur yang disimpan dan tidak ditimba. Air sumur kalau tidak ditimba, airnya busuk, butek. Tetapi kalau ditimba maka akan ada air yang baru. Dengan dibukanya 212 mart, tentu ada penjaganya, kasir, keamanan. Lalu ada supir. Ini berarti menciptakan lapangan kerja.

Dulu pernah ada produk mi yang luar biasa, namanya Mi Karomah. Seluruh anak-anak pesantren makan mi Karomah. Rupanya "mereka" tau, akhirnya hulunya mereka potong. Bagaimana? Mie Karomah dibuat dari tepung terigu, tepung ini "mereka" tahan yang akhirnya Mie Karomah Stop berproduksi. Ini karena kita tidak menguasai hulu dan hilir. Jadi kalau sudah dibuka ini (212 mart) jangan sampai kita menjual barang orang (produk non muslim). Sembilan bahan pokok itu kita yang punya. Misal produk minyak goreng. Langsung ke pabrik yang dimiliki orang Islam. Dengan demikian harga dapat menjadi lebih murah. Untuk produk beras, beli langsung ke petani.

Kita harus dapat memutus hubungan petani dengan lintah darat atau pengijon. Kita yang harus menyiapkan modal bagi petani muslim agar dapat berproduksi. Dengan ini kita dapat menyelamatkan petani-petani dari jebakan lintah darat dan pengijon. Saat ini, pada saat penen para petani banyak yang menikah, pada saat menanam banyak yang cerai. Kenapa? Karena terlilit hutang. Disinilah 212 Mart harus dapat membantu dengan membeli beras produksi petani dan membantu permodalannya. Disini kita harus dapat menerapkan Qur'an Al Baqarah 282.

Jika konsep 212 Mart ini berhasil maka segera buka cabang. Diperbanyak di tempat-tempat lain. 212 Mart atau terserah apa namanya. Peringatan maulid nabi sering dilaksanakan. Shalat macam-macam sudah, (ibadah-ibadah sering dilakukan) tetapi yang belum diperhatikan adalah ekonomi umat. Selesai shalat kita tidak dianjurkan untuk diam, duduk-duduk. Jika selesai melaksanakan shalat maka bertebaranlah diatas muka bumi mencari karunia Allah. Umat Islam harus bersemangat dalam bekerja mencari karunia Allah. Tidak hanya beribadah untuk akhirat saja tetapi juga untuk dunia. Dunia ini harus kita rebut jangan sampai ekonomi kalah, pendidikan kalah, politik kalah. Perhatikan doa kita "Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah". Dunia dulu yang harus digenggam. Bagaimana akhira mau didapat jika dunianya morat-marit.

 


admin
Jumlah Catatan: 0
No records