Keringanan Tidak Ikut Shalat Berjamaah. Mau?

JawabanUAS.com 24/Nov/2017 Shalat berjamaah View : 501 |
Dispensasi untuk tidak ikut shalat berjamaah

Ada situasi dan kondisi tertentu yang diperbolehkan tidak mengikuti shalat berjamaah. (Az-Zuhaili, Syekh Wahbah, al-Fiqh al-Islamy, 1/1189-1190)

Situasi dan kondisi tertentu yang diperbolehkan tidak mengikuti shalat berjamaah. (Az-Zuhaili, Syekh Wahbah, al-Fiqh al-Islamy, 1/1189-1190)

1. Sakit kuat. Tidak termasuk sakit kepala dan demam ringan.
Sakit yang berat (tidak dapat berjalan, bepergian - pen)

2. Menimbulan mudharat
Misalnya dilarang oleh dokter karena dapat mengakibatkan patah tulang atau mudharat lainnya.

3.Hujan deras.
Hujan deras yang dimaksud adalah hujan besar, badai seperti hujan deras di arab dengan anginnya yang kencang. Tidak dapat menggunakan payung. Adapun hujan di Indonesia umumnya masih dapat menggunakan payung sehingga tidak masuk dalam hujan deras yang memberi keringanan tidak shalat berjamaah.

4. Menahan buang air kecil dan besar. Karena dapat mencegah kesempurnaan dan kekhusu'an shalat.
Kondisi ini dilema, bertemu dua panggilan di satu waktu, pertama panggilan fisik (buang air), kedua panggilan mental (shalat). Mana yang didahulukan? dahulukan yang fisik!
Selesaikan dulu panggilan fisik, jangan segera ke mesjid (membahayakan karpet mesjid).

5. Selesai makan makanan yang sangat bau.
Hadis Nabi, man akala sauman au basolan ………… 'Barang siapa yang makan bawang merah atau bawang putih, maka janganlah mendekati/masuk ke dalam Masjid. Untuk di arab disebutkan bawang merah dan bawang putih adalah makanan yang dapat menimbulkan bau. Di Indonesia mungkin dapat disebutkan makanan seperti jengkol dan petai.

6. Tertahan di suatu tempat.
Terhalang tidak dapat bepergian. Misal karena banjir, pohon tumbang, macet dan lain sebagainya.


Sebenarnya mengenai shalat berjamaah ini sangat bergantung pada ketetapan hati. Ada orang-orang yang memang sangat kuat keinginannya untuk berjamaah sehingga seperti menunggu-nunggu azan dan bersegera ke berangkat shalat berjamaah karena sangat rindunya. Orang seperti ini tidak sabar menunggu saat shalat, hatinya selalu terikat di mesjid. Tetapi ada juga yang terbalik, orang yang berada di mesjid tetapi hatinya kepada tempat kerja atau perdagangannya. Ini terlihat dari buru-buru ingin keluar mesjid. Kalaupun berzikir setelah shalat maka zikirnya itu sangatlah cepatnya, hingga kedengarannya seperti swaswaswaswaswa .... :)


admin
Jumlah Catatan: 0
No records