Jangan berkelahi gara-gara beda pilihan pemimpin

Tafaqquh video 06/Mar/2018 Politik Islam Az Zikra Bogor View : 1520 |
Pertanyaan
Apakah dalam melaksanakan visi dan misi seorang muslim, kita menggunakan kendaraan politik dibenarkan dalam agama?

Live Damai Indonesiaku tvOne. Masjid Az zikra Sentul Bogor Jawa Barat. 4 Maret 2018

JawabanUAS

"Sab'atun yuzhilluhumullaahu" Tujuh manusia yang akan mendapat naungan Allah "fil zhillihi yauma laa zhilla illa zhilluhu" Hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah. "Watakunul jibalukal 'ihnil manfus" (Al Qoriah 5), Gunung-gunung seperti dihembus angin. Dimana tempat kita bernaung? Ada yang mendapat naungan. Yang pertama mendapat naungan bukan ustad tetapi adalah "Imaamun 'aadilun", pemimpin yang adil.

Jika punya bakat politik, jangan berkoar diluar, calonkan dirimu, perbaiki umat dengan kekuasaan.

Seandainya doamu makbul, dan doa itu cuma satu saja, jangan minta istri soleha karena yang menikmatinya hanya kau saja, tetapi mintalah pemimpin yang adil karena seluruh negeri akan merasakan ketenangan dan kenyamanan, demikian kata Imam Akhmad bin Hambal yang dikutip oleh Syekh Yusuf Al Qardawi.
Jadi orang muslim mesti pentingkan politik. Dalam kitab Min Fiqh ad-Daulah (fiqih negara), ketika engkau mencoblos, menusuk kertas memilih pemimpin, saat itu kau sedang bersaksi di hadapan Allah "Aku hamba Allah bersaksi, orang ini layak menjadi pemimpin". Gunakan telinga, dengar baik-baik, pasang mata, lihat, awasi, renungkan, pikirkan, lakukan shalat istikharah kemudian pilihlah.

Jangan berkelahi hanya karena beda pilihan karena hanya akan merusak kebangsaan.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records