Ibadah Para Pejabat HARUS Sesuai dengan Kekuasaannya.

Muhar Abdullah Puteh 24/Feb/2018 Kekuasaan jabatan Yogyakarta View : 342 |
Ibadah Para Pejabat HARUS Sesuai dengan Kekuasaannya.

Ustadz Abdul Somad , di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Jumat (23/2/2018)
Kekuasaan, jabatan, kemashuran, ilmu, itu semua pinjaman dari Allah. Semua akan ditanya dihadapan Allah.

Insya Allah kita termasuk dalam orang-orang yang bisa menjawabnya nanti. Amin.
Manusia ini tidur, semua manusia ini sedang tidur, yang kaya tidur, yang punya jabatan tidur, polisi tidur, ustad-ustad tidur, alim ulama, semuanya sedang tidur lelap. Ketika mati barulah terjaga. Barulah manusia sadar, apa yang dibawanya menghadap Allah. Hari ini kita bangga, ada pak kapolda, ada pak kapolres. Kalau mereka pakai kekuasaan ini untuk menjaga agama Allah, maka terjaga mereka dengan amal sholeh yang luar biasa.
Saya sudah beramal baca Qur'an, sholat sunnat, sholat dhuha Pak Ustad. Itu bukan amal orang yang punya kuasa. Karena anak sekolah TK pun bisa baca Qur'an, sholat sunnat, shalat dhuha.

Amal kita sesuai dengan kuasa yang diberikan Allah kepada kita. Setelah berfoto dengan Pak Kapolda tadi, Insya Allah tidak ada yang berani mengejek saya. Itulah enaknya jadi kapolda, dengan foto saja bisa dapat pahala. Jadi beramallah dengan apa yang ada di diri kita. Yang anggota dewan, beramallah dengan membuat perda-perda syariah agar sahabat-sahabat kita juga dapat menolong agama ini dengan payung hukum. Misalnya, seorang polisi berkata "Ustad Somad, sebenarnya kami bisa tangkap orang-orang yang tidak shalat Jumat ini, kami juga beriman, kami pakai seragam, punya oistol dan beriman", Kenapa tidak bapak tangkap? "Karena tidak ada payung hukumnya". Tetapi jika anggota legislatif telah membuat payung hukumnya maka polisi dapat menjalankannya. Itulah ibadah, sesuai dengan kekuasaannya.

Jika engkau seekor gajah maka ibadahmua adalah membawa batang kayu. Tapi jika kau seekor semut yang kecil maka ibadahmu adalah membawa sebutir gula. Bukan gajah membawa gula, ini terlampau (keterlaluan). Jadi pakailah kekuasaan itu menolong agama Allah.
Bagi yang tidak punya kekuasaan, dirumah kita harus berkuasa. Istri dan anak dibawah kekuasaan kita. Kita ajak mereka ke jalan Allah.
Ingat, setiap kamu pemimpin sesuai dengan kekuasaanmu masing-masing, setiap kamu akan ditanya.


admin
Jumlah Catatan: 0
No records