Ibadah di Bulan Rajab, Shalat Rajab [Roghoib] Bidah

JawabanUAS.com 22/Mar/2018 shalat Roghoib Rajab Bid'ah View : 718 |
Bulan Rajab biasanya disikapi kaum muslimin yang peduli dengan bulan mulia dalam Islam dengan banyak beribadah. Oleh sebab itu kita bahas mengenai bulan Rajab antara amal yang sesuai dengan tuntunan sunnah nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam dengan

amal-amal yang justru bertentangan dengan hadis nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.

Ada yang dilaksanakan kaum muslimin, atau mungkin bapak, ibu pernah melaksanakannya, atau pernah membaca di buku, di majalah, website atau pernah mendengar ceramah apa yang dikenal dengan Shalat Roghoib (shalat Rajab). Pelaksanaannya dilakukan pada hari kamis pertama di bulan Rajab. Pada malamnya (malam Jumat) dilaksanakan shalat 12 rakaat. Pada rakaat itu di baca Al Fatiha, Al Qadr 3 kali, Al Ikhlas 3 kali. Kemudian setelah shalat (2 rakaat 1 salam) membaca shalawat 70 kali. Pada saat sujud itu membaca doa khusus, saat duduk diantara dua sujud membaca "Rabbighfir warham wa'fu watakarram watajaawaz 'ammaa ta'lamu, innaka ta'lamu, mala na'lamu, Innaka antallahul a'azzul akram." Kemudian saat sujud lagi membaca "Subbuhun quddusun rabbunaa wa rabbul malaa-ikati warruh" sebanyak 70 kali. Setelah shalat berdoa, maka Allah SWT akan mengabulkan semua yang dia mohonkan kepada Allah. Disebutkan pula ada hadis yang menyatakan bahwa siapa yang melakukan shalat ini dengan tata cara dari awal maka akan diampunkan Allah dosanya sebanyak buih dilaut dan sebanyak pasir dipantai, sebanyak daun yang gugur di bumi, serta diberikan kuasa memohonkan safaat kepada 700 keluarganya yang sebenarnya sudah layak masuk neraka. Banyak sekali keutamaan shalat ini.

Bagaimana kedudukan shalat Roghoib ini? Maka menurut Imam Nawawi Rahimatullah dalam Kitab Fatawa Imam Nawawi, menyatakan bahwa ibadah shalat roghoib ini adalah Bid'ah yang sangat mungkar. Bukan saja ibadah itu yang di ingkari, bahkan orang yang melakukannyapun wajib diingkari. Jadi shalat ini termasuk dalam perbuatan yang tidak layak dilakukan karena tidak berdasarkan hadist nabi. Yang menjelaskan ini adalah Imam Nawawi.
Dalam Islam diajarkan bahwa siapa yang membuat-buat ibadah yang tidak ada tuntunannya maka amal ini ditolak Allah. Imam Nawawi (adalah ahli hadist dan termasuk imam besar mahzab Syafii) bukan sekedar hanya mengatakan shalat ini bid'ah tetapi lebih mungkar.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records