Hukum mengganti alat kelamin?

Tafaqquh video 06/Feb/2018 lgbt ganti kelamin View : 463 |
Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya kalau kita mengganti alat kelamin?

Jawaban Ustad Abdul Somad
Kalau laki-laki lahir dengan jumlah kelaminnya satu maka tak boleh dibuang. Yang boleh mengganti kelamin itu adalah orang yang lahir dengan dua kelamin satu kelamin laki-laki satu lagi kelamin perempuan, namanya khuntsa. Nanti setelah akhil baligh perlu dilihat kemana condongnya. Misalnya tumbuh buah dadanya dan kelamin laki-lakinya tidak berfungsi maka kelamin laki-laki itu boleh dipotong. Atau sebaliknya, setelah dia akhil baligh ternyata dia condong kepada menjadi laki-laki maka kelamin perempuannya boleh dijahitnya. Dalam fiqih ada dibahas namanya khutba musykil dan khutbah waligh. Jika anak itu sekarang masih kecil umur 3-4 tahun masih belum bisa terlihat arah condongnya. Kondisi ini adalah takdir, tidak bisa ditolak.
Bagaimana hukumnya jika bersentuhan dengan orang yang berganti kelamin, apakah wudhu batal? Lihat dulu, jika dia hunsa yang condong (menjadi) perempuan maka dia sama dengan laki. Berbeda dengan laki-laki (yang lahir dengan kelamin laki-laki saja) jika dia mengganti kelamin dengan perempuan maka dia tetap laki-laki. Seandainya orang ini meninggal maka diperlakukan sebagai laki-laki.


admin
Jumlah Catatan: 0
No records