Gara-gara fatwa satu keluarga cukup satu qurban saja

FSRMM TV 24/Jun/2018 fatwa kurban Pekan Baru View : 1013 |
Pertanyaan : Apakah kalau kepala keluarga saja yang ikut kurban? Apakah bisa pahalanya mewakili seluruh anak istri? Bagaimana menurut ustadz?

Jawaban.

Jika kepala keluarga berkurban maka sudah tercover istri dan anak. Betul, tidak salah. Tapi jangan lupa, itu kurban kelas ekonomi. Paling bawah.

Jangan sampaikan hanya itu.
Naik level kedua; "kami berkurban bersama nabi pada tahun ke enam. Satu unta 7 orang, satu lebu tujuh orang. Ini level dua.
"Pak, ini dua juta untuk kurban saya, dua juta untuk kurban istri dan dua juta untuk kurban anak saya". Itu bagus, level dua.

Level tiga yang paling tinggi. Pada tahun ke sepuluh (10 Hijriah). Waktu nabi berkurban 63 ekor. Sendiri 63 ekor.
Nabi memotong sendiri dan dilanjutkan oleh Ali. Kurban punya nabi, Ali tukang potong saja. 63 ekor tambah 37 ekor. 100 ekor totalnya. Itu yang paling tinggi.

Efek dari menyampaikan "satu keluarga cukup satu saja" Akhirnya kurban tahun ini merosot, jatuh. Jadi hati-hati ustadz berceramah. Ini bukan Mekah, bukan Madinah yang tiap hari orang makan (daging).
Bayangkan. Kepala rumah tangga yang selama ini berkurban tujuh porsi, tiba-tiba tahun ini cuma (berkurban) satu. Padahal tahun lalu bisa dikirim ke Sokop (Sokop merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, provinsi Riau, Indonesia), bisa di kirim ke suku Sakai (suku pedalaman di Sumatera, nomaden), Suku Akit (berdiam di daerah Hutan Panjang dan Kecamatan Rupat di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau). Sekarang apa yang terjadi? Cuman satu. Gara-gara fatwa yang tak mengerti.
Makanya, mufti di Riau hanya berbicara untuk daerahnya. Jakarta kondisinya tak sama dengan kita di sini. Inilah kacau balau jadinya, gara-gara mufti Kerajaan Siak Sri Indrapura sudah hilang sejak 1946. Kalau ada dulu mufti, tidak boleh ada satu orang berfatwa kecuali mufti yang berfatwa.

Mufti Selangor masih ada, mufti Johor masih ada, mufti Kedah masih ada. Mufti kerajaan yang ada di Thailand selatan, Pattani masih ada mufti. Bayangkan itu. Kita di Riau tak ada mufti.
Datang kawan saya Ustadz Fahmi Salim berkata "Riau musti mengangkat satu mufti, cakap dia yang di dengar, jadi patokan, kalau tidak nanti semua bisa berfatwa".


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records