Dua Alasan Ustad Abdul Somad Menolak Jadi Cawapres

Tafaqquh video 03/Aug/2018 Menolak jadi Cawapres 2019 pilpres 2019 Semarang View : 2316 |
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bersyukur kepada Allah dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbil alamin, bershalawat kepada rasulullah Allahumashali ala sayyidina Muhammad, wa ala ali wa shohbihi wa baarik wa sallam.

Jamaah haji pergi ke Mekah
Tidak lupa membawa kembang
Sudah lama berceramah
Sambuatan luar biasa di Kota Semarang

Biasanya kalau saya berceramah yang menyambut itu paling panitia, sekretaris, bendahara. Tapi di Semarang, masya Allah. Begitu turun dari pesawat, TNI, Polisi, luar biasa. Saya heran, ini kok seperti sambutan wakil presiden.

1. Doakan Ustad Abdul Somad istiqomah jadi ustad sampai mati.

Bahwa ada para ulama berijtima, kiai-kiai, santri-santri lebih dari seribu orang memberikan rekomendasi, kita hormati, kita muliakan, kita berikan balasan "man ahsana ilaikum", siapa yang buat baik sama kamu, "fakafi'uhu", balas kita doakan. Tapi ini ada dunia pendidikan, ada dunia dakwah.

Biarkan Ustad Somad fokus pada pendidikan dan dakwah saja.

Itu sebagai jawaban bagi adik-adik, wartawan tadi yang mewawancarai gak bisa terjawab, sekalian di jawab di ceramah.

 

Pertanyaan: Apakah ustad ga ada keinginan seperti rasulullah menjadi pemimpin?

JawabanUAS:

2.  “Idza wusidal amru ila khairi ahlihi fantazhirissa'ah!”. Kalau diberikan suatu perkara itu bukan kepada ahlinya tunggulah kehancuran.

Umar bin Khatab ahli bidang pemerintahan. Setelah Sayyidina Abu Bakar meninggal, Umar menggantikannya. Dia punya anak laki-laki bernama Abdullah. Meninggal Sayyidina Umar, orang ramai-ramai datang kepada Abdullah. "Abdullah, kami ingin mengangkatmu menjadi pengganti bapakmu, kau jadi khalifah". Apa kata dia (Abdullah)? Biarlah saya fokus pada mengajar umat. Mendidik. Carilah orang yang lebih layak karena

Menerima amanah padahal kita tidak punya kemampuan di bidang itu berarti kita berkhianat.

Ini anak bangsa kita masih banyak yang punya kemampuan. Kita support. Kalau engkau mampu maka engkau mencalonkan diri. Adik-adik dari kampus Unissula, ada peluang kedepan. 2019. Kalau kalian mampu, calonkan diri kalian. Tapi kalau tidak mampu maka kalian punya suara untuk memilih. Pilih aku atau aku memilih kamu.

Ingat, ketika engkau mencoblos kertas 2019, saat itu engkau sedang memilih putra terbaik bangsa. Allahu Akbar.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records