Doa Ustadz Abdul Somad sebelum ceramah, 3 resep ceramah dan klarifikasi UAS pakai tandu di Aceh

Suara Aswaja 09/May/2018 Doa sebelum ceramah klarifikasi tandu Radio Suara Muslim Surabaya View : 898 |
Pertanyaan:
Begitu ada tabligh akbar yang digelar, respon jamaah luar biasa. Dakwah ustadz begitu dicintai berbagai kalangan. Apa sebenarnya rumus dakwah ustadz sehingga bisa diterima berbagai kalangan ini.
27 April 2018 Ustadz Abdul Somad di Radio Suara Muslim Surabaya 93 8FM

JawabanUAS:

Saya kira kalau kita ingin tau mengapa orang banyak maka mungkin kita buat survey mengapa mereka datang, mengapa mereka menonton, apa yang menarik. Wallahualam. Tapi yang jelas, saya selalu mempersiapkan diri bahwa apa yang saya sampaikan ini adalah kalam Allah, yang mau saya sampaikan ini sabda Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Yang mendengar ini juga hamba Allah. Saya tidak ada niat macam-macam, saya hanya ingin agar umat ini bersatu. Ada titik-titik temu, dan bahwa kita ada beberapa perbedaan, itu hanya pada cabang-cabangnya saja.

Kita tetap pada akar dan batang yang sama.

Maka saya sebelum menyampaikan itu (ceramah) menyerahkan pada Allah “Ya Allah, yang mau kusampaikan ini firmanMu, hadis-hadist, pendapat para salafus shaleh yang akan mendengar juga hamba-hambamu, maka tolong aku”. La hawla wala kuwata illa billah.     

Ketika ada orang mengatakan ooh ini ramai sekali karena ustadz yang datang. Naudzubillah, Ini semua karena Allah Subhana Wa Taala.

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ 

dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. [QS. AL ANFAL 8:63]

Pertanyaan:
Tidak dipungkiri bahwa respon jamaah dan juga penyelenggara acara yang mengundang ustadz luar biasa. Termasuk beberapa hari lalu di Aceh, ustadz di tandu. Bagaimana rasanya saat itu? Apakah tidak takut jatuh?

JawabanUAS:

Ada macam-macam respon. Salah satu screenshot yang dikatakan sahabat, ini katanya ghuluw (melampaui batas). Ini nanti ustadz akan disakralkan, akan dikultuskan. Perlu saya klarifikasi, Bahwa pondok pesantren ini jauh dari jalan raya. Jalan ke pesantren ini dari jalan besar hanya muat untuk satu mobil. Sedangkan masyarakat sangat banyak. Kalau seandainya kita berjalan kaki, maka akan terlalu banyak pasukan (penjaga) kiri dan kanan. Akan terjadi tarik menarik. Jadi saya pahami bahwa panitia menggunakan satu-satunya cara untuk sampai ke pentas tujuan adalah dengan membuat tandu itu. 

Jadi itu tidak ada sama sekali pengkultusan, ghuluw, melampaui batas, ekstrim, naudzubillah. Kita tidak mensucikan orang, yang suci hanya Allah. Itu hanya cara panitia agar ustadz yang kurus, yang tidak bertenaga bisa selamat sampai ke tujuan.    

Pertanyaan:
Menarik untuk kita ketahui rumus dakwah dari ustadz yang ibarat tsunami yang luar biasa Bahkan setiap taklim-taklim ustadz luar biasa jumlahnya mengalahkan konser-konser musik. Ustadz Abdul Somad tidak dipungkiri menjadi fenomena tersendiri. Adakah prinsip-prinsip dakwah yang diterapkan sehingga bisa diterima oleh berbagai kalangan.

JawabanUAS:

Kalau mau diringkaskan, saya tarik kesimpulan ada tiga (prinsip) :

Pertama, sebagai wasilah

Saya melihat ormas, kelompok-kelompok kajian itu sebagai wasilah, sebagai jalan. Sedangkan tujuannya adalah Li 'ila'i likalimatillah, jadi saya tidak membawa nama orang, tidak pernah membawa partai, tidak pernah membawa organisasi sosial kemasyarakatan tapi saya menganggap, engkau boleh berbeda dengan aku dalam hal partai, ormas, mahzab tapi kita tetaplah sama dalam Lailahailallah Muhammad Rasulullah.

Kedua, perintah Allah.

Kita ini diperintahkan Allah untuk mengajak orang kejalan Allah. Kita merangkul, bukan memukul, kita mengajak bukan mengejek. Terlalu naif, berlebihan, terlalu merasa diri suci karena kita ini semuanya adalah pengajak, penyeru, bukan hakim yang membawa palu martil yang menghukum, menjudge orang, Nabi Muhammad di utus sebagai rahmatan lil alamin. Kalau beliau saja yang begitu suci menjadi rahmat mengapa kita menjadi azab, mengapa kita menjadi laknat naudzubillah.

Ketiga sahabat dakwah.

Ada orang-orang yang kontribusinya lebih besar. Saya hanya memberikan tausiah, tazkirah, menyampaikan ayat Quran, hadist nabi dan fatwa para ulama. Tak lebih tak kurang dari pada itu. Tapi ada sahabat-sahabat yang tidak berceramah, tidak bertausiah tapi mereka luar biasa. Diantaranya radio suara muslim ini. Mereka yang merekam, mereka menyiarkan, mereka mungkin tidak Lc, MA, tidak doktor, tidak profesor, tidak pernah mengecap pendidikan di Al Azhar Mesir, di Umul Quro Universitas Islam Madinah. Tapi kontribusi mereka untuk menebarkan dakwah ini. Maka berapa banyak orang yang mashur di bumi tapi malaikat tidak mengenalnya naudzubillah. Boleh jadi kalian sahabat-sahabat dakwah, saya tidak menyebut mereka staf, pembantu. Mereka adalah sahabat-sahabat dakwah. Kita dakwah mengajak orang ke jalan Allah tidak bisa sendirian. Rasulullah juga dikelilingi oleh para sahabat. Oleh sebab itu, ini semua peran sahabat-sahabat dakwah.


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records