Bicara Tentang Jokowi, Prabowo dan hadis tentang pemimpin

JawabanUAS.com 16/Jan/2018 jokowi prabowo View : 916 |
Pertanyaan
Bagaimana pembahasan hadis "Jika ada dua pemimpin maka bunuhlah yang kedua", bagaimana dengan Indonesia, Malaysia, Saudi Arabia.

Jawaban Ustad Abdul Somad
Jika kita sudah membaiat satu pemimpin lalu kemudian datang satu lagi. Yang satu lagi itu disebut dengan "bughat" artinya pengacau. Jika kita sudah membaiat pemimpin yang amanah dan adil tetapi kemudian muncul satu lagi maka yang muncul terakhir itu harus dihabisi karena mengacau. Nanti pengikutnya akan banyak.
Hal ini disebut dengan Siasah Sar'iyah (politik). Tetapi sebaliknya, jika ada pemimpin zalim, jahat, fasik, naik/berkuasa dengan riswah maka pilihlah yang baik. Jadi standarnya bukan yang awal atau terakhir datang tetapi adalah yang baik atau tidak baik. Makanya masyarakat harus cerdas.

[Tanya]
Konteksnya dengan Indonesia?
[Jawab]
Untuk Indonesia, sepakat kita semua bahwa Jokowi sebagai pemimpin. Itulah suara terbanyak, jadi bapak-bapak yang memilih Prabowo harus berlapangdada. Kalau tidak setuju nanti lima tahun yang akan datang. Di Indonesia ini ada yang namanya Impeachment. Anggota DPR yang 500 orang itu dapat menjatuhkan presiden kalau ada syarat, ketentuan yang dilanggar oleh presiden.
Presiden itu tidak seperti khalifah amirul mukminin yang kekuasaannya mutlak. Presiden bisa di impeachment, dijatuhkan, wakil bisa naik.

[Tanya]Bagaimana dengan Malaysia?
[Jawab] Malaysia pakai demokrasi

[Tanya]Bagaimana dengan Saudi Arabia?
[Jawab] Saudi Arabia tidak negara demokrasi. Tahun 1924 adalah awal mula rezim King Saud. Dulu Mekah dan Madinah bukan masuk Saudi Arabia. Mekah dan Madinah memiliki otonomi khusus yang disebut Hijaz. Hijaz ini di pimpin oleh keturunan dari Fatimah. Pemimpin terakhir namanya Syarif Hosein. Syarif itu adalah gelar untuk keturunan Fatimah. Syarif artinya mulia. Kepemimpinan Syarif Hosein ini digulingkan oleh King Saud pada tahun 1924. Makanya negaranya bernama Arab Saudi.

Setelah King Saud, Arab Saudi dipimpin oleh anak-anak King Saud semua sampai saat ini.
Raja Arab Saudi yang sekarang ini namanya Salman bin Abdul Aziz yang menggantikan abangnya Abdullah bin Abdul Aziz, yang menggantikan abangnya Fahd bin Abdul Aziz, yang menggantikan abangnya Khalid bin Abdul Aziz, yang menggantikan abangnya Faisal bin Abdul Aziz.
Nanti jika Raja Salman (yang sekarang) ini meninggal maka sudah ada penggantinya yaitu adiknya namanya Muqrin bin Abdul Aziz. Jika Muqrin meninggal maka baru digantikan oleh generasi ketiga yakni cucu dari King Abdul Aziz.
Jadi Arab Saudi bukan negara demorasi, tetapi juga bukan negara Islam. Islam tidak pakai sistem keturunan. Kalau Islam pakai sistem keturunan maka ketika nabi meninggal harusnya digantikan oleh Fatimah atau Ali tetapi tidak. Karena Islam memakai sistem musyawarah.


admin
Jumlah Catatan: 0
No records