Apakah Shalat Berjamaah Wajib?

JawabanUAS.com 24/Nov/2017 Shalat Berjamaah Pekanbaru View : 1060 |
Shalat Berjamaah Wajib?

Shalat fardu tak cukup sendiri-sendiri. Shalat berjamaah itu ada keterikatan antara imam dan makmum.

Dalilnya adalah Surat An Nisa ayat 4.

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka,

 

Lengkapnya AN Nisa 102

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ ۗ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ ۖ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.


Yang dimaksud oleh huruf تَ (Ta) di ayat tersebut adalah Nabi Muhammad SAW. Ayat ini turun ketika perang. Maknanya ialah Jika dalam perang saja shalat berjamaah tetap diperintahkan apalagi pada saat damai. Tidak ada dispensasi karena perang shalat dapat dilakukan sendiri-sendiri saja.

Inilah dalil Mahzab Hambali menyatakan shalat berjamaah itu wajib fardu ain.

Berdasarkan hadis nabi,

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Selain itu nabi juga setelah selesai shalat berjamaah selalu menanyakan sahabat yang tidak dilihatnya, mengapa tidak datang shalat berjamaah. Bahkan nabi mangatakan siapa yang tidak datang shalat berjamaah akan dibakar rumahnya.
Ancaman nabi tersebut menunjukkan arti wajib.

Berdasarkan Ijma' Ulama:

Para sahabat telah ijma' tentang disyariatkannya shalat berjamaah setelah hijrah.
Kalangan salaf berdukacita selama tiga hari jika ketinggalan takbiratul ihram shalat berjamaah. Berdukacita tujuh hari jika ketinggalan shalat berjamaah.
(al-Fiqh al-Islamy. DR. Wahbah az-Zuhaili, 2/1165)


Mahzab yang paling kuat mengenai shalat berjamaah adalah Mahzab Hambali. Negara Arab Saudi yang bermahzab Hambali menerapkan wajib hukum shalat berjamaah.
Negara ini menyiapkan perangkat dan institusi untuk mengawasi masyarakat pada saat shalat berjamaah.

Ada banyak dalil-dalil tentang shalat berjamaah, diantaranya adalah

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٲكِعِينَ

Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 43).


admin
Jumlah Catatan: 0
No records