Apakah Islam mendukung perbudakan? [Curhat seorang istri]

JawabanUAS.com 04/Jan/2018 perbudakan kedudukan istri View : 334 |
Pertanyaan.
Suami saya pernah mendengar hadis dari ustad yang cukup terkenal melalui youtube, "Tidak akan masuk surga seorang hamba sahaya yang lari dari tuannya kecuali untuk menyelamatkan diri. Jika tuannya itu membahayakan nyawanya bagaimana pa ustad?

Jawaban Ustad Abdul Somad
konteks hadis ini adalah pada masa itu masih ada perbudakan, jangan jadikan hadis ini sebagai dasar untuk melanggengkan perbudakan. Allah menghapus perbudakan dalam Islam secara berangsur-angsur seperti pengharaman khamar. Awalnya boleh, tetapi mudharatnya banyak, kemudian khamar boleh tetapi jangan pada waktu dekat shalat, baru kemudian khamar menjadi haram. Begitu juga dengan perbudakan ini berangsur-angsur dihapuskan dan kemudian hilang.
Jadi konteks hadis ini adalah ketika masih ada perbudakan.
Pada masa itu jika seorang budak lari dari tuannya yang baik, sopan maka budak tersebut dianggap berkhianat. Jadi dalam Islam jangan lupa jika mengkaji hadis ini kaji juga hadis-hadis lain tentang perbudakan. Misalnya hadis "Siapa yang memukul wajah budaknya, maka tebusannya adalah memerdekakan, siapa yang melanggar sumpah harus memerdekakan budak". Banyak dari hukuman-hukuman adalah memerdekakan budak.
"Maukah kau kutunjukkan amal yang paling afdol? ialah memerdekakan budak".

Bagaimana kalau membahayakan nyawanya? maka wajib lari. Jangan menjerumuskan diri dalam kebinasaan.


admin
Jumlah Catatan: 2

admin

 04-Jan-2018  00:02 

[Tanya] Dengan ketiga pernyataan diatas maka suami saya menjadi semakin diatas angin. Sebelum mendengar hadis tersebut dia sudah diatas angin sekarang makin diatas angin. Saya sudah minum obat penenang, obat tidur, obat trauma selama 14 tahun, sudah dua kali ditalak. Saya mengalami KDRT . Saat ini saya memperbanyak mengaji.
[Ustad Abdul Somad] Kita doakan ibu, tetapi doa tidak menyelesaikan masalah jika tidak ada usaha. Jika ibu punya wali, punya ayah atau abang atau adik, pakcik, abang/adik ayah maka suami ini perlu bimbingan dengan Ustad Mustofa Umar. Beliau itu orangnya lembut. Mudah-mudahan dapat dilembutkannya hati suami ibu.

admin

 04-Jan-2018  00:01 

[Tanya} "Tidak akan masuk surga istri yang lari dari rumah suaminya", sehingga ustad tersebut menganggap kedudukan istri sama dengan budak. Jika budak dapat dikerangkeng maka demikian juga istri.
[Ustad Abdul Somad] Budak itu hak milik, sedangkan istri adalah hak akad. Budak dapat dijual sedangkan istri tidak. Jika saya punya budak, dan budak tersebut kerja dan mendapat gaji maka gajinya itu adalah milik saya. Tidak demikian dengan istri. Akad budak berbeda dengan akad nikah.
[Tanya] "Tidak akan terangkat sejengkalpun kepala seorang istri dari sujudnya bila dia durhaka pada suaminya"
[Ustad Abdul Somad] "Seandainya aku boleh menyuruh orang untuk sujud kepada manusia maka akan aku suruh istri sujud kepada suaminya". Tetapi tidak boleh, begitu kata nabi. Artinya adalah patuh dan taat. "jika seorang istri meninggal dan suaminya dalam keadaan ridho kepadanya maka ia masuk surga". Tetapi suami yang bagaimana? Suami yang amanah, adil, membimbing ke jalan Allah. Jika suami tersebut berkhianat maka istri punya hak. Namanya hak huluk. Istri berhak melepas ikatan dengan menggugat ke pengadilan.

Jangan membodohi perempuan dengan ayat-ayat dan dalil.