9 Nasehat Ustadz Abdul Somad pada Acara Pernikahan (Teks).

SANTRI CYBER INDONESIA 13/Jul/2018 Nasehat Penikahan Masjid Az Zikra Bogor View : 2442 |
Tazkiran Nikah oleh Ustad Abdul Somad, Lc., Ma di Mesjid Az Zikra Bogor. Selasa, 20 Ramadhan 1439
Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bersyukur kita kepada Allah dengan ucapan Alhamdulillahirobbil alamin. Bershalawat kepada rasulullah dengan ucapan Allahuma shalli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali Muhammad.
Yang sama-sama kita hormati, al ustadz, al mukarrom Zulfakar Ali, kepala kantor kementrian agama yang sudah menghalalkan hubungan yang baik ini

di tempat yang baik ini. Menyatukan dua orang yang baik. Mudah-mudahan Allah memberikan balasan yang terbaik, amin ya robbal alamin.

Kedua mempelai yang berbahagia, beserta keluarga besar. Yang besar tak disebut gelar, yang kecil tak disebut nama. Insya Allah kita semua dimuliakan Allah Subhanahu Wa Taala. Amin ya robbal alamin.

Allah sudah menuliskan takdir sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. 50 ribu tahun yang lalu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz bahwa hari ini di bulan suci ramadhan pada tanggal 20 ramadhan 1439 H hari selasa tepat pukul 9.10 ditetapkan bahwa dipertemukan dua orang baik yang bernama Andika dan Siti Nuhasanah. Jadi yang tercatat di dalam buku akad nikah tadi, itu hanyalah catatan ulangan saja. Maka jadikanlah itu sebagai hadiah terindah Allah Subhanahu Wa Taala. Ini berlaku tidak hanya bagi pengantin baru, juga pengantin yang lama. Jangan sampai kita salah menjawab. Ketika ditanya orang. Itu siapa? Itu istri saya, itu suami saya. Sejak kapan kalian disatukan Allah? Allah sudah satukan kami 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Sekarang banyak orang salah menjawab, ketika di tanya itu siapa? Itu suami/istri saya. Kapan kalian bertemu? Itu sudah ketetapan Allah. Allah yang mempersatukan kami. Itulah yang akan membuat hubungan kalian kekal abadi sampai. Kematian sajan yang akan memisahkan kalian, Insya Allah, amin ya robbal alamin.

Wamin aayaatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwaajan
Diantara ayat-ayat tanda kebesaran Allah, diciptakan Allah dari jenismu sendiri pasangan hidup.

Allah sudah menciptakan kalian berpasang-pasangan. Ada hitam ada putih, ada langit ada bumi, ada atas ada bawah, ada laki-laki ada perempuan. Allah menciptakan Adam dan Hawa. Hari ini dipertemukan dalam suatu kebaikan. Tempat yang paling baik adalah mesjid. Bumi yang paling baik adalah bumi Allah, mesjid. Kata Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, A'linu hadzan nikah. Kalau nikah jangan diam-diam saja. Iklankan didepan orang banyak. Buat akadnya di mesjid. Ini sunnah. Pukulkan rebana, gendang, nasyid. Untuk apa? Memberitahu kepada orang lain bahwa ini ada acara nikah. Syiarkan, mashurkan supaya perjalananmu tidak menjadi fitnah.
Hari ini, setelah acara akad nikah ini siapa saja yang melihat berjalan dengan perempuan, orang akan berkata itu istrinya, kami sudah melihat dia di acara akad nikah.

Yang pertama, pahamilah bahwa pasangan hidupmu itu adalah ketetapan Allah Subhanahu Wa Taala.

Yang kedua, waja'ala baina litaskunu ilaiha. Allah menciptakan dia supaya menjadi ketenangan bagimu.

Selama ini tidak tau dimana akan ditambatkan bahtera perahu yang akan pergi menuju pulau harapan. Anginnya kencang, ombaknya keras, karangnya tajam. Hati gelisah dan risau. Kemudian yang perempuan pula tidak tau kapten kapal mana yang akan datang. Ternyata hari ini ketenangan itu sudah datang kedalam hati kalian. Karena tujuan dari pernikahan adalah "litaskunu ilaiha". Yang menurunkan ketenangan itu adalah Allah. Huwal-ladzi anzalas-sakinata fi qulubil mu'minin. Dia yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang mikmin. Allah menurunkan ketenangan, ditemukannya kalian dengan pasangan-pasangan. Insya Allah siapa yang menghadiri setiap akad nikah, mengaminkan doanya maka kalian juga akan dipertemukan dengan pasangan yang menenangkan, Insya Allah. Ketika seorang berdoa dan mengatakan amin, maka Allah menurunkan malaikat yang mengatakan amin, kabulkan doa orang ini. Engkau dapat yang sama seperti yang engkau doakan. Pak KUA berdoa, kita mengaminkan. Amin kita di aminkan oleh para malaikat, maka kita ikut senang.

Hari ini tidak ada yang tidak senang melihat pernikahan mereka. La yu'minu ahadukum hatta yuhibbu li akhihi ma yuhibbu li nafsihi. Kamu tidak beriman sampai kau sayang kepada saudaramu sama seperti sayang kepada diri sendiri. Hari ini kita datang, ikut senang melihat kesenangan saudara kita. Kalau ada orang yang tidak senang dengan pernikahan beliau hari ini, dia perlu meragukan keimanannya. Ikut senang melihat kesenangan orang lain. Ada orang yang ketika melihat ada orang yang mendapat nikmat dia susah hati, tapi kalau ada saudaranya kena musibah, dia gembira luar biasa. ini bukan orang beriman. Kita ikut senang melihat kesenangan beliau. Kita ikut susah melihat kesusahan beliau. Makanya kita ikut mendoakan beliau mudah-mudahan sampai kepulau harapan dalam keadaan sakinah mawaddah warohmah.

Ketiga. waja'ala bainakum mawaddatan warahmah.

Kalian dua mahluk yang berbeda. Sampai-sampai dikatakan yang satu datang dari planer mars, yang satu dari venus. Kemudian mampir dimuka bumi ini. Perbedaan yang luar biasa mulai dari fisik, mental, bawaan, suku, bahasa. Maka kalian disatukan dengan satu tujuan ingin membina rumah tangga, ingin mencari ketenangan bathin. Yang paling penting adalah ingin melaksanakan perintah Allah dan mengikut sunnah Rasulullah. Pak KUA tadi sudah mengatakan pernikahan ini adalah ibadah. Maka ibadah mesti diniatkan lilahita'ala. Jangan sampai lupa. Makanya tadi sebelum akad diajak istighfar. Kalian diikat dengan dua hal, mawaddah, warohmah. Apa beda mawaddah, warahmah. Dalam terjemahan dikatakan mawaddah adalah cinta, warahmah adalahkasih sayang. Begitu miskinnya bahasa Indonesia tidak dapat menerjemahkan dengan baik dua kata, mawaddah, warahmah. Sebenarnya jauh lebih besar daripada itu, Mawaddah adalah fisik, warahmah adalah non fisik. Kalau kita lihat pasangan kakek nenek yang sudah 70 tahun umurnya, tetap mesra berjalan bersama. Saat itu sudah tidak ada lagi fisik. Tetapi warahmah, kasih sayang dalam hati mereka membuat mereka masih bisa berjalan bersama sampai kematian memisahkan mereka. Maka kalian, pada awalnya fisik, tetapi kemudian fisik berubah.
Ciri-ciri manusia:
Siapa yang kami panjangkan umurnya, kami kembalikan kejadiannya. Dulu dia bisa tegak berdiri lama, dulu orangnya tegap, tetapi setelah hari berganti musim berubah, kembali. Mata, pandangan mulai lemah, pendengaran telinga mulai memekak, kaki sudah tak tahan tegak lama, tenaga sudah mulai berkurang. Tapi cinta kasih sayang tetap. Kenapa? Karena diikat oleh mawaddah warahmah.

Keempat. Man ahabba an yubsatho laHu fii rizqiHi wa an yunsa'a laHu fii atsariHi falyashil rohimaHu.

Hari ini kalian sedang menyatukan dua keluarga besar. Pernikahan kalian bukan sekedar kalian berdua yang menikah.Keluarga besar ini disatukan. Hormati keluarga yang besar ini, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi keluargamu. Jangan sampai ada caci maki sumpah serapah. Tak masuk surga orang yang memutus tali silaturahim. Dipahami bahwa pernikahan adalah menyambung silaturahim keluarga yang besar. Maka siapa yang ingin panjang umur nya, murah rezekinya, diberikan berkah hidupnya sambunglah dengan menyambung tali silaturahim. Salah satu cara menyambung silaturahim adalah dengan menikah.

Kelima. ayyuhalladzina amanu, Qu Anfusakum wa Ahlikum Naro: Wahai orang-orang yang beriman, selamatkan Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka.

Selama ini engkau menjaga dirimu saja. Cukup engkau shalat subuh, cukup engkau shalat tarawih, cukup shalat witir, cukup baca Quran. Tapi sejak mulai hari ini engkau mulai bertambah tanggungjawabmu. Ibarat lokomotif kereta api sekarang sudah bertambah satu gerbong. Tak lama kau akan punya anak bertambah 1,2,3 lagi. Maka ini menjadi tanggungjawab dihadapan Allah Subhanahu Wa Taala. Jaga dirimu, jaga keluargamu. Selama ini engkau cukup tutup auratmu, tetapi mulai hari ini kau punya tanggungjawab. Tidak masuk surga dayus, laki-laki yang tidak ada rasa cemburu kepada istrinya. Kau mulai memperhatikan jilbabnya yang panjang, hijabnya, pakaiannya. Berduaan dengan laki-laki tidak ada mahram, mulai perhatikan. Ada tanggung jawab didalamnya. Ini semua akan dituntut dihadapan Allah Subhanahu Wa Taala. Setiap kamu adalah pemimpin. Kepala rumah tangga adalah pemimpin akan ditanya dihadapan Allah Subhanahu Wa Taala.
Ada lima hak istrimu yang merupakan kewajibanmu. Makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, perhatian.

Enam, hadist riwayat Muslim. Kalau manusia mati putus amalnya. Tetapi ada amal yang tetap mengalir. Diantara amal yang mengalir adalah anak-anak yang shaleh.

Tidak mungkin engkau memiliki amal yang mengalir kalau tidak dengan ikatan pernikahan ini. Kelak akan lahir anak yang shaleh dan shaleha. Kelak akan menjadi amal yang tidak putus-putus dengan kematian.
"Siapa yang membesarkan tiga anak perempuan, dia didik dengan baik, dia nikahkan dengan orang baik-baik, dia buat baik sampai mati maka surgalah baginya". Anak perempuan jangan kau hinakan, jangan kau rendahkan. Anak perempuan kunci mu menuju surga Allah Subhanahu Wa Taala. Tiga anak perempuan kau besarkan dengan makanan yang halal, masukkan ke pesantren tahfiz Quran, kau jadikan dia calon ibu yang shaleha, mereka akan menjadi wanita karir namun tidak meninggalkan amanah, maka engkau sudah memegang satu kunci surga ditanganmu.
Setiap anak yang lahir, lahir dalam keadaan fitrah. Suci sesuci Islam. Kedua orangtuanya yang merubahnya menjadi yahudi, menjadi nasrani, menjadi majusi.

Ketujuh. Kami hari ini datang mengucapkan doa. barakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khoir.

Allah memberikan berkah pada engkau saat senang, saat susah, disatukannya kalian berdua dalam kebaikan. Itulah doa kami. DiberikanNya berkah artinya kebaikan-kebaikan. Setelah akad ini mungkin ada hal-hal yang tidak menyenangkan hati maka engkau mesti khusnuzon kepada Allah. Boleh jadi engkau benci sesuatu tetapi dalam itu ada kebaikan-kebaikan yang luar biasa. Ini mesti engkau jaga dengan baik jika tidak dijaga dengan baik maka akan jadi sia-sia. Amanah yang ada dipundakmu akan ditanya. Pendengaran, penglihatan, hati dan perasaan akan ditanya, akan diminta tanggungjawab dihadapan Allah Subhanahu Wa Taala.

Delapan. Siapa yang sudah menikah, maka dia sudah menyempurnakan setengah iman. Hadist riwayat Thabrani.

Kalian yang lajang belum menikah, walaupun tarawih kalian banyak, shalat kalian banyak, walaupun sudah khatam Quran, iman kalian masih setengah. Bagaimana menyempurnakannya? Menikah maka menyempurnakan setengah iman. Jika sudah menikah, maka lengkapi dengan takut kepada Allah. Sudah menikah ditambah takut kepada Allah maka 100% iman. Pupuk rasa ini dalam hatimu. La'allakum Tattaqun.

Sembilan. Pesan umum bahwa menikah mengikuti sunnah Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.

Kata seorang sahabat nabi "aku tidak akan menikah karena istri akan menyibukkan pikiran, akan punya anak maka lupa dengan Allah". Mendengar itu nabi marah "Aku orang yang paling takut pada Allah, aku orang yang paling takwa pada Allah, aku makan, aku berpuasa, aku tahajud malam, aku tidur dan aku menikahi perempuan. Siapa yang tidak mengikuti sunnahku maka dia bukan umatku". Siapa yang tidak mau menikah maka dia bukan umat Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Maka menikahlah. Nikahilah perempuan yang mencinta, kasih sayang, subur banyak anaknya.
"Aku bangga dipadang mashar nanti, aku nabi dengan umat terbaik dan terbanyak". Maka kalian menikah. Menikahi perempuan yang baik-baik yang menebarkan kasih sayang yang punya banyak anak. Dengan anak yang banyak itu akan menjadi kebanggaan diantara nabi-nabi.

Hari ini kita ikut senang, sampai masanya kematian tiba, kita ikut susah. Senang susah datang dari Allah Subhanahu Wa Taala. Semoga sampai pada akhir, mati dalam keadaan khusnul khotimah.

Terimakasih segala perhatian, mohon maaf segala kekhilafan. Itulah sembilan (hal tentang pernikahan).

 


Admin
Jumlah Catatan: 0
No records