3 ini sebagai Bukti Masjidil Aqso adalah milik Orang Islam

Tafaqquh video 21/Feb/2018 Masjidil Aqso Yahudi, Nasrani, Islam Trengganu View : 835 |
Masjidil Aqso adalah milik Orang Islam.
Hanifan, Musliman, Tidak mempersekutukan Allah.
Baitul Maqdis dari perspektif Islam oleh Ustad Abdul Somad - Trengganu - Malaysia

"Apa rumah/bangunan yang pertama sekali dibangun di muka bumi ini wahai Rasulullah?" Nabi menjawab "Ka'bah". Allah berfirman dalam Al Qur'an (Q.S. Ali Imran: 96).
"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia".  Bakkah artinya tempat berkumpul, Mekah, Ummul Quro (induk segala negeri).
Nabi Adam Alaihis salam sewaktu berada di surga, ia memandang suatu rumah (Allah bersumpah dalam Al Qur'an "demi rumah yang dimakmurkan"). Saat Nabi Adam turun ke bumi, ia rindu kepada ka'bah seperti yang ia pandang dulu dari surga. Maka Allah berkata, "bangunlah sebuah rumah tepat di bawah Baitul Ma'mur. Bila dijatuhkan batu dari atas (Baitul Ma'mur) maka akan jatuh tepat di atas Ka'bah.  Malaikat berkeliling tawaf diatas (Baitul Ma'mur) dan manusia berkeliling tawaf di bawah (Ka'bah). Inilah ibadah yang tidak bisa dilakukan ditempat lain, tawaf hanya di samping Ka'bah saja.

Setelah Nabi Adam membangun rumah (ka'bah) ini datanglah banjir yang sangat besar pada zaman Nabi Nuh. (Adam->Idris->Nuh). Habislah bangunan ini, hancur hanya menyisakan bekasnya saja. Dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim. Jadi jika ada yang mengatakan Ka'bah dibangun pertama sekali oleh Nabi Ibrahim maka itu salah. Allah berfirman dalam Al Qur'an, dan ketika Ibrahim mengangkat kembali, membangun kembali Ka'bah. Pada saat itu tidak ada tangga sehingga terdapat jejak kaki Nabi Ibrahim di batu tempat tegak Nabi Ibrahim (maqom).
Ka'bah inilah bangunan yang pertama dibangun di muka bumi.

Setelah itu, apa yang dibangun Ya Rasulullah? Nabi menyebut Masjidil Aqso, dibangun oleh para malaikat. (Aqso berarti jauh), jauh dari apa? jauh dari Ka'bah. Kira-kira satu bulan perjalanan menunggang unta. Berapa lama jarak pembangunan Ka'bah dan pembangunan Masjidil Aqso? Kata Nabi "Arbain", empat puluh. Empat puluh tahunkah? empatpuluh harikah? tak ada yang tau. Sebagian ulama mengatakan empat puluh tahun.
Masjidil Aqso diperebutkan oleh Yahudi, Nasrani dan Islam. Siapa pemiliknya? Allah. Yang ada dilangit dan ada dibumi adalah milik Allah. Yahudi, Nasrani dan Muslim, siapa yang paling berhak memiliki Baitul Maqdis dan Masjidil Aqso? Yang paling berhak adalah orang yang paling dekat kepada Allah.
Jika Nasrani berkata Ibrahim adalah Nasrani dan Yahudi berkata Ibrahim adalah Yahudi maka Allah membantahnya.
"Ibrahim bukan Yahudi, Ibrahim bukan Nasrani tapi Ia adalah orang yang paling dekat kepada Allah, berserah diri kepada Allah dan tidak mempersekutukan Allah".

Ali Imran, ayat 65-68

{يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنزلَتِ التَّوْرَاةُ وَالإنْجِيلُ إِلا مِنْ بَعْدِهِ أَفَلا تَعْقِلُونَ (65) هَا أَنْتُمْ هَؤُلاءِ حَاجَجْتُمْ فِيمَا لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَاجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (66) مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (67) إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ (68) }

Hai Ahli Kitab, mengapa kalian bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kalian tidak berpikir? Beginilah kalian, kalian ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang kalian ketahui, maka mengapa kalian bantah-membantah tentang hal yang tidak kalian ketahui? Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang musyrik.” Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang yang beriman.

Jadi siapa yang paling dekat dengan Ibrahim? kita (Muslim). Kitalah yang paling dekat dengan Ibrahim. Karena kita Hanifan, condong pada kebenaran. Musliman, kita berserah diri pada Allah. Kita tidak mempersekutukan Allah. Sedangkan mereka (Yahudi dan Nasrani), apakah mereka Hanifan? tidak, mereka jauh dari kebenaran. Mereka musliman? tidak, mereka tidak berserah diri pada Allah. dan mereka mempersekutukan Allah. Allah menyebut mereka kafir. "laqod kafarol ladzina qolu innallaha huwal masihubnu maryam", siapa saja yang mengatakan Al Masih itu Allah maka kafirlah dia.
"laqod kafarol ladzina qolu innallaha tsalitsu tsalatsah" Siapa saja yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Allah Bapa, Anak Allah, Rohul Qudus) maka sungguh kafirlah dia.


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Surat Al-Ma'idah Ayat 73)

Jadi berdasarkan tiga sifat itu maka jelas Masjidil Aqso dan Ka'bah milik Islam.

Masjidil Aqso juga pernah hancur, dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar dari Babilonia (Iraq) yang membenci tauhid, karena ia membangun berhala-berhala besar.

Ibrahim berasal dari Babilonia lebih kuran 1800 tahun sebelum Isa Alaihis Salam dan pindah bersama istrinya Sarah ke tempat itu. Nabi Ibrahim menikah lagi dengan Hajar dan memiliki anak bernama Ismail. Ketika Ismail berumur 13 tahun lahir anak laki-laki dari Sarah bernama Ishaq Alaihis salam. Ishaq memiliki anak bernama Yakub. Yakub ini memiliki dua nama, satu Yakub, nama satu lagi adalah Israel. Maka anak cucu keturunan Yakub disebut juga Bani Israel.
Yakub memiliki anak bernama Yusuf. Yusuf memiliki saudara kandung bernama Yahuza. Cucu cicit keturunan Yahuza disebut Yahudi. Maka semua Yahudi adalah Bani Israel tetapi tidak semua Bani Israel adalah Yahudi. Pada masa kerajaan mereka yang terbesar dipimpin oleh raja bernama Daud (King David) yang memiliki anak laki-laki bernama Sulaiman (King Solomon) . Tapi mereka memburuk-burukkan, menistakan Nabi Daud Alaihissalam. Mereka berkata dalam kitab suci mereka "suatu ketika Nabi Daud Alaihissalam tegak di atas istana dan memandang ke bawah dan memandang perempuan bernama Batsyeba sedang mandi di bawah, perempuan ini cantik dan tertariklah Ia, lalu diperintahkannya penjaga, panggil suami Batsyeba yang kemudian disuruhnya berperang ke tempat yang jauh supaya cepat mati dan dapat mengambil istrinya untuk diperistrikan". Inilah kebathilan mereka terhadap nabi-nabi.
Datanglah Nabi Muhammad membersihkan nabi-nabi ini dari berbagai kisah-kisah dusta terhadap nabi-nabi yang disucikan Allah. Jadi Nabi Daud Alaihisalam adalah orang yang bersih dan anaknya Sulaiman Alaihisalam juga raja yang adil luar biasa.

Baitul Maqdis adalah milik Islam. Baitul Maqdis itu adalah tempat hijrah para nabi-nabi. Nabi Ibrahim berhijrah ke Baitul Maqdis (di Palestina), Nabi Musa hijrah dari Mesir mau ke Palestina. Saat dikejar oleh Firaun, setelah menyeberangi laut merah, tenggelamlah Firaun, setibanya di gurun Sinai ada bukit bernama Syina (Tursina), di bukit inilah Nabi Musa meninggal dunia. Perjalanan Bani Israel menuju Palestina itu dipimpin dan dilanjutkan oleh murid Nabi Musa bernama Yusya' bin Nūn orang barat menyebutnya Joshua.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil? Semua nabi-nabi akidahnya satu Lailahailallah. Musa Rasulullah, Ibrahim Rasulullah, Sulaiman Rasulullah. Jika ada orang berkata "ini milik kami" padahal ia tidak berkata "Lailahailallah" maka pernyatannya itu bathil. Palestina adalah milik kita, Baitul Maqdis adalah milik umat Islam. Yang dipandang adalah akidah keyakinannya, bukan keturunannya.

Nabi Isa Alaihisalam lahir di Palestina. Ada seorang laki-laki bernama Imron yang punya istri bernama Hannah. Mereka memiliki anak bernama Maryam. Maryam melahirkan anak laki-laki bernama Isa. Hannah punya saudara perempuan yang bersuamikan Zakaria. Zakaria memiliki anak laki-laki bernama Yahya. Keluarga kecil ini disebut dengan nama Ali Imron. Dalam Qur'an ada dua surat khas untuk Nabi Isa Alaihisalam, yakni surat bernama Ali Imron (Kakeknya), kedua Surat Maryam (ibunya).

Hampir semua nabi-nabi punya ikatan yang kuat dengan Baitul Maqdis, dengan Masjidil Aqso, dengan Palestina. Mana bukti Nabi Muhammad pernah sampai ke Baitul Maqdis? Dalam Al Qur'an

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (17: 1)

Setibanya Nabi Muhammad di Masjidil Aqso, ia tambatkan Buraqnya dan Ia melaksanakan shalat. Dipandangnya kebelakang ada Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Isa. Apa artinya? Semua agama, semua syariat menjadi Mansuh (terhapus) dengan kedatangan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam. Satu-satunya agama yang diridhoi Allah adalah Islam.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]

Nabi Muhammad beberapa kali Baitul Maqdis. Pertama sekali selagi masih kecil (tidak sampai) hanya sampai negeri Syam saja. Dalam perjalanan itu bertemu pendeta bernama Bahira yang tidak pernah keluar dari gereja. Ia bertanya kepada Abu Thalib "Hai lelaki, siapa anak kecil ini?" Abu Tahlib berkata "Ini anakku" , berkata Bahira "menurut ilmu yang aku tau, kalau benar kitab yang aku baca, anak ini bapaknya sudah meninggal sebelum dia lahir kedunia dan ini adalah nabi akhir zaman yang diutus Allah Subhana Wa Taala". Abu Tahlib heran "darimana engkau tau?" "Itu disebutkan dalam kitab suci kami, aku khawatir bila kau bawa dia ke Palestina, nanti mereka Yahudi tau karena mereka mengenali anak ini lebih dari anak kandung mereka sendiri". Kisah ini disebutkan dalam kitab suci Al Qur'an QS.2-Al Baqarah ayat 146.


الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

Zaman dulu suatu kota memiliki gerbang. Kunci pintu Baitul Maqdis dipegang oleh pendeta Nasrani. Nasrani berasal dari kata nasiroh, nasiroh adalah Nazareth, sebuah kota kecil di Palestina. Disanalah berdiamnya Isa Alaihisalam. Pada zaman Nabi Muhammad belum berhasil menaklukkan Palestina baru pada masa Umar bin Khatab kaum muslimin berhasil mengambil Baitul Maqdis kembali. Berkata pendeta pemegang kunci "Saya hanya mau menyerahkan kunci Baitul Maqdis kepada Khalifah, Umirul Mukminin Umar bin Khatab, Mana dia?". Maka datanglah Umar bin Khattab menunggangi unta dalam perjalanan sebulan lamanya. Pendeta ini berkeyakinan bahwa Umar bin Khattab itu seorang raja. Dalam bayangan dia akan datang Umar bin Khattab dengan pasukan tentara berkuda, gajah, memakai baju besi dikawal ribuan orang. Ternyata dia terkejut, Umar bin Khattab datang hanya berdua dengan pembantunya saja dengan hanya menunggangi satu unta bergantian. Pada saat sampai didepan pintu Baitul Maqdis, Umar bin Khattab sedang menuntun unta di bawah dan pembantunya sedang diatas menunggangi unta. Maka pendeta pemegang kunci bertanya yang mana Umar bin Khattab?

Umar dipersilahkan masuk kedalam Baitul Maqdis, dan diberikan kunci Yerusalem Palestina. Sampailah Umar disebuah gereja tempat kelahiran Isa (menurut mereka), dan Umar dipersilahkan untuk shalat disitu. Umar bin Khattab tidak mau dan melaksanakan shalat diluar. Ditempat sujud Umar itulah umat Islam membangun mesjid yang bernama Mesjid Umar bin Khattab, berhadap-hadapan dengan gereja. Ini menunjukkan bahwa gereja tidak dihancurkan, Islam datang sebagai rahmatan lilalamin. Jika orang Islam ramai maka orang-orang yang sedikit terlindungi. Tetapi kebalikannya, lihat apa yang terjadi di Bosnia, apa yang terjadi sekarang di Rohingya, di Palestina, umat Islam teraniaya.
Maka setelah Islam berkuasa di Palestina, Yahudi tetap ada, Nasrani tetap ada , sinagog dan gereja tetap ada sampai hari ini. Inilah bukti Islam tidak menghancurkan, membunuh, membakar, memperkosa. Islam datang membawa kerahmatan bagi semesta alam.
Lalu datanglah orang-orang Eropa menghancurkan umat Islam, menyerang dengan dalih ingin menyelamatkan saudara-saudaranya di Palestina. Maka terjadilah perang salib. Datanglah raja Inggris, Richard The Lion Heart ke Palestina dan terluka dalam perang. Pada suatu malam datanglah laki-laki berjubah masuk ke kemah King Richard, tidak ada yang mengenalinya, dan bisa masuk ke kemahnya. Laki-laki berjubah itu berkata kepada raja, "wahai Richard, andai aku bunuh kau malam ini, siapa yang meolong engkau?" Richard berkata "siapa engkau?" Dijawab, aku adalah Salahuddin Al Ayubi". Sultan Salahuddin bisa masuk ke kemah King Richard dan bisa membunuhnya jika ia mau, tetapi ia ternyata memberikan obat untuk King Richard hingga ia sembuh dan pulang ke negerinya.

Apa yang terjadi kemudian.
Ada seorang Yahudi bernama Theodore Herzl yang merancang membuat negara untuk orang-orang Yahudi. Inilah cikal bakalnya gerakan Zionisme. Mereka datang kepada Sultan Abdul Hamid di Turki. "Sultan, beri tanah Palestina itu untuk kami, ini beberapa keping uang emas. Ambil emas ini untuk sultan, beri kami tanah Palestina". Apa kata Sultan "Apa yang pernah direbut oleh Umar bin Khattab, yang pernah direbut oleh Salahuddin Al Ayubi aku tidak akan menyerahkannya dengan kepingan uang emas. Ambil emasmu ini". Ternyata Yahudi marah dan sakit hati, dendam kesumat. Dendam mereka ini terjadi dengan datangnya laki-laki bernama Mustafa Kemal Attaturk yang dapat menghancurkan kekuasaan Daulah Usmani di Turki pada tahun 1924. Kekuasaannya pecah menjadi negara kecil-kecil. Sejak saat itu umat Islam seperti anak yatim piatu yang tiada beribu dan berbapak. Maka setelah kehancuran Turki Usmani inilah negara-negara eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda dll merebut kita. Sama seperti yang dikatakan nabi
"Sampai masanya nanti, kamu seperti makanan yang ada di atas meja makan diperebutkan". Sahabat bertanya "Apakah pada masa itu jumlah kami sedikit?" Tidak, jumlah kamu banyak. Lalu kenapa seperti itu ya Rasul? "Kamu terkena penyakit wahn". Apa penyakit wahn itu? adalah penyakit terlalu cinta pada dunia dan takut mati.
Sampailah kepada hari ini, mereka terus merebut Palestina. Puncaknya baru-baru ini Donald Trump (presiden Amerika) mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Satu lagi yang tinggal, apa itu? mereka akan menghancurkan Masjidil Aqso rata dengan tanah dan mereka akan membangun diatasnya sebuah temple yang besar temple King of Solomon. Mereka akan wujudkan itu semua. Semua bangsa selain Yahudi akan dijadikan keledai tunggangan yang bisa di tunggangi dan dibelok-belokan. Nauzubillah. Jumlah mereka tidak banyak, didunia ini cuma 16 juta saja, 6 juta di Palestina, 5 juta di Amerika dan sisanya tersebar diseluruh dunia. Mereka menguasai perekonomian, politik dan menguasai berbagai macam. Mereka menguasai perfileman yang terus menburuk-burukkan Islam.
Mereka (Yahudi, Nasrani) tidak akan pernah puas sampai kamu ikut agama mereka.

Jangan lagi berkata masalah Palestina bukanlah urusan kita. Masjidil Aqso adalah milik kita. Kita akan memperjuangkannya. Bagaimana akhir cerita ini? Akan terjadi perang besar. Nabi berkata "Saat itu batu akan berkata Wahai muslim, ya hamba Allah ini dibelakangku ada Yahudi, bunuhlah dia". Perang ini pasti terjadi karena nabi yang mengatakannya. Nabi mendapat dari mana? dari wahyu yang dibawakan malaikat.

Palestina akan dibantu oleh Allah. Itu janji Allah. Permasalahannya adalah apakah kita ikut andil dalam membantu Palestina?


admin
Jumlah Catatan: 0
No records